Breaking News
light_mode

Drama WNA Numpang Tinggal Gratis! Aparat Lemot, Tuduhan Bohong Penyekapan, Imigrasi Help? 

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Kasus yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) di Bali menjadi sorotan kembali warga Denpasar. Kasus yang yang dialami oleh Gabriella Fattori (WNA) asal Negara Italia yang memiliki villa yang dia sewa tanahnya dari orang lokal Sanur menjadi bermasalah dan berlarut – larut lantaran ketegasan dari aparat kepolisian masih jauh panggang dari api.

Laporan dengan Pengaduan masyarakat nomor Dumas/ 685/ XII/ 2024/ SPKT. Satreskrim/ Polresta DPS/ Polda Bali, yang dilayangkan di Polresta Denpasar sejak tanggal 11 Desember 2024 sampai detik ini tidak ada tanggapan yang berarti.

Kemudian pada tanggal 11 November 2025 barulah mendapatkan Surat perkembangan hasil penyelidikan nomor: B/1379.a/IV/2025/Satreskrim, tanggal April 2025, yang diterima oleh kuasa hukum Gabriella Fattori dari Firma Hukum SAW Law Internasional.

Sobri, SH., salah satu kuasa hukum Gabriella Fattori.

Terlapor yang bernama Khetsia Meilany Finly yang diduga WNA asal Negara Australia yang keturunan Maluku ini menolak untuk beranjak dari Villa di Jalan Danau Poso No. 79 B. Sanur, Denpasar Selatan milik dari Gabriella Fattori yang telah beralih penyewaan kepada A.A. Gede Agung Aryawan, S.T alias Gung De.

Lambatnya penanganan dan berbelit – belitnya birokrasi tak juga menyelesaikan kasus yang sebenarnya sangat mudah.

“Khetsia Meilany Finly keluar saja dari Villa ini selesai sudah permasalahannya, toh dia tidak bayar sewa, ” Ujar Gung De, Sabtu (5/12/2025).

Belum lagi laporan dugaan tindak pidana Memasuki pekarangan tanpa ijin dan atau Penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 167 KUHP dan atau pasal 378 KUHP, yang dilaporkan belum mampu menggeser keberadaan dari Khetsia Meilany Finly keluar dari Villa tersebut.

Mediasi dengan pihak kepolisian terhadap laporan palsu penyekapan.

Belum lagi fitnah – fitnah yang dilontarkannya seperti adanya gerombolan didepan rumah, penyekapan dan lain sebagainya. Belum lagi Gung De menerangkan, sudah 2 kali laporan di Polsek Sanur, Polresta Denpasar melalui call center 110 yang termentahkan setelah Polisi datang ke lokasi Villa dan mengetahui kejadian sebenarnya.

” Itu tentu membuat sibuk pihak kepolisian yang ujungnya tidak ada sikap dari kepolisian juga menindak laporan yang terbukti palsu yang dia laporkan tersebut, ” Ujarnya.

Gung De juga menegaskan kepada awak media bahwa yang beredar di media sosial tersebut adalah berita bohong, pintu gerbang terbuka dan pihak dari Gung De penyewa baru juga telah menaruh tukang jaga yang tidur juga di dalam villa tersebut.

“Kenapa pihak kepolisian tidak mengambil sikap terhadap 2 laporan palsu tersebut, ” Herannya.

Ketut Jana (kanan) dan Kadek Wirya Sumadi (kiri).

Menanyakan kepada Ketut Jana dan Kadek Wirya Sumadi yang menjaga Villa tersebut mengutarakan bahwa dirinya yang selama ini menjaga Villa yang disewa oleh Gung De.

“Iya benar pak, saya disini jaga Villanya untuk penyewa barunya. Kalo malam gerbang saya kunci tetapi kalo pagi saya buka karena Gung De kadang datang ke Villa juga, ” Ujar Ketut Jana, Sabtu (5/12/2025).

Ia juga menjelaskan bahwa penyekapan itu tidak benar, karena gojek makanan dia seliweran berkali – kali. “Ini baru saja gojek dia datang bawa makanan, tidak ada itu (penyekapan), ” Tekannya.

Kemudian kuasa hukum Advokat Alianto, SH., angkat bicara soal adanya transferan palsu yang dilakukan oleh Khetsia Meilany Finly. Kuasa hukum juga menekankan kepada pihak imigrasi jangan berdiam diri, ia menyebutkan bahwa Khetsia Meilany Finly dikatakan bersuamikan orang Australia.

“Mohon kepada pihak Imigrasi mohon di cek keberadaan orang ini, dimana tempat tinggalnya dan saat ini tidak mau keluar dari tempat klien kami, kondisi ini sudah saya laporkan ke pihak kepolisian”

Ia juga menekankan bahwa kliennya juga seorang lawyer di negaranya Italia.

” Mengapa penanganan aparat di Indonesia dengan bukti yang sudah cukup, sangat lambat memproses hal seperti ini, ” Keluhnya.

Gabriella Fattori (tengah) dan suami (kiri) serta penterjemah Tuaji (kanan).

Akta notarial penyewaan villa antara Gabriella Fattori dan Khetsia Meilany Finly juga disebutkannya berkali – kali mengalami pembatalan dan perubahan, tentu hal ini ada ada unsur niat jahatnya (mens rea) karena biasanya perjanjian itu sekali dan sampai selesai perjanjian.

“Bila orang memiliki etika bisnis tentu biasanya satu kali perjanjian, ” Sebutnya.

Belum lagi yang dilakukan oleh Khetsia Meilany Finly yang melakukan pembayaran palsu, yang artinya bukti yang dia kabarkan adalah palsu karena tidak ada dana yang terkirim.

“Secara perjanjian sewa pihak dia sudah satu tahun lebih diberikan kompensasi tinggal gratis, sekarang keinginan dia dalam pernyataannya malah minta 9 tahun lagi, ini kan mustahil, villa itu juga tidak digunakannya tetapi dicarikan uang dengan kembali menyewakan, ” Ungkapnya.

Media menyimpadanya dugaan adanya sindikat yang membackup hal – hal semacam ini, dengan menyewakan kembali villa yang disewanya dengan tidak membayar atau hanya uang muka untuk mendapatkan keuntungan lebih dan membiarkan tuan rumah mendapatkan konflik baru dengan penyewa baru.

Dalam mediasi yang kemarin sempat terjadi, Khetsia Meilany Finly sempat mengatakan bahwa mengapa dia mengirimkan dana palsu.

” Pembayaran yang selanjutnya saya sudah transfer tetapi karena suami saya sakit jadi pembayarannya ditahan disana, ” Jawabnya.

Apapun yang menjadi alasannya, dalam akta notarial bila sudah tidak dapat membayar perjanjian tersebut akan batal dengan sendirinya, apalagi ini sudah satu tahun lebih tidak membayar.

Mengkonfirmasi Khetsia Meilany Finly yang sedang santai di Villa tersebut tanpa membayar tidak bersedia memberikan komentar.

“Saya lagi video call, ” Tolaknya. (Ray)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Man Tayax Bicara Lantang: Megawati–Soeharto Bukan Sekadar Dendam, Ini Luka Bangsa yang Belum Sembuh

    Man Tayax Bicara Lantang: Megawati–Soeharto Bukan Sekadar Dendam, Ini Luka Bangsa yang Belum Sembuh

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR — Pemikir kritis Bali, I Nyoman Sukataya alias Man Tayax, angkat bicara soal polemik reaksi keras Megawati Soekarnoputri terhadap penetapan Jenderal Besar H. Mohamad Soeharto sebagai pahlawan nasional oleh pemerintahan Prabowo–Gibran. Menurutnya, publik keliru jika melihat ini hanya sebagai drama politik atau dendam personal. Ia menegaskan bahwa satu generasi bangsa membawa luka sejarah yang […]

  • Kasus Jro Kepisah! Orang Bali Tak Mungkin Palsukan Silsilah Leluhurnya Karena Sakral

    Kasus Jro Kepisah! Orang Bali Tak Mungkin Palsukan Silsilah Leluhurnya Karena Sakral

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Ray
    • 12Komentar

    DENPASAR – Penghormatan terhadap leluhur adalah nilai luhur yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Bali. Maka, menjadi sangat tidak masuk akal jika ada orang Bali, apalagi dari keluarga puri tega memalsukan silsilah leluhurnya sendiri. Itulah yang terlontar dari mulut seorang kuasa hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Oka dari keluarga besar Jro Gede Kepisah. Dalam sidang lanjutan […]

  • Papua dan Emas yang Tak Pernah Ramah pada Pemiliknya

    Papua dan Emas yang Tak Pernah Ramah pada Pemiliknya

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    PAPUA – Papua bukan tanah miskin. Papua dibuat miskin. Di jantung Pegunungan Sudirman, emas dan tembaga bernilai ribuan triliun rupiah digali tanpa henti sejak puluhan tahun lalu. Namun ironi paling pahit justru berdiri di sekitar lubang tambang itu sendiri: rakyat Papua hidup dalam kemiskinan struktural, konflik bersenjata, dan kerusakan ekologis yang nyaris mustahil dipulihkan. Tambang […]

  • Perbudakan Upah Murah! Toko Oleh-oleh, Rumah Makan Siap Saji, Villa Bodong dan Kampus Tak Sesuai UMK

    Perbudakan Upah Murah! Toko Oleh-oleh, Rumah Makan Siap Saji, Villa Bodong dan Kampus Tak Sesuai UMK

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 9Komentar

    DENPASAR – Praktik pembayaran upah di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Bali kembali menuai sorotan tajam. Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Sekretaris Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bali, A A Gede Agung Aryawan, ST atau Gung De, menilai maraknya upah murah di sektor pariwisata dan usaha modern sebagai bentuk perbudakan gaya baru yang menggerus martabat […]

  • HARRIS Hotel Sunset Road Bali Suguhkan “Sunset Tempo Doeloe” Bernuansa Nostalgia

    HARRIS Hotel Sunset Road Bali Suguhkan “Sunset Tempo Doeloe” Bernuansa Nostalgia

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – HARRIS Hotel Sunset Road Bali kembali menghadirkan inovasi kuliner yang memanjakan lidah sekaligus hati lewat program terbaru bertajuk “Sunset Tempo Doeloe”. Konsep ini menawarkan pengalaman bersantap unik dengan memadukan cita rasa khas Indonesia dan suasana nostalgia tempo dulu yang hangat serta penuh kenangan. Program “Sunset Tempo Doeloe” mengajak para tamu menikmati berbagai sajian […]

  • Pansus TRAP Lalai Soroti Aset Pemprov Untuk India Cultural Centre Bali Yang Mangkrak 22 Tahun

    Pansus TRAP Lalai Soroti Aset Pemprov Untuk India Cultural Centre Bali Yang Mangkrak 22 Tahun

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Pansus TRAP (Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan) DPRD Bali lupa menggeruduk aset Provinsi Bali yang rencananya digunakan untuk pembangunan India Cultural Centre Bali (ICCB) atau Pusat Kebudayan India di Jl. Tantular yang mangkrak sejak tahun 2004. 22 tahun aset ini terlihat terbengkalai tanpa sentuhan berarti lagi. Ide bagus pertukaran aset Provinsi […]

expand_less