Breaking News
light_mode

Pigai Dorong Civilian Oversight di Polri, Jabatan Non-Operasional Diusulkan Bisa Diisi Sipil

  • account_circle Admin
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JEMBRANA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mendorong penerapan konsep civilian oversight atau pengawasan sipil dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui pelibatan kalangan sipil profesional pada sejumlah jabatan strategis non-operasional.

Usulan tersebut disampaikan Pigai saat menghadiri Kongres XI Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) di Jembrana, Bali, Sabtu (6/6/2026). Menurutnya, pengawasan sipil terhadap institusi kepolisian merupakan praktik yang lazim diterapkan di berbagai negara modern sebagai bagian dari penguatan demokrasi dan akuntabilitas.

“Semua negara modern di dunia menerapkan apa yang dinamakan civilian oversight,” kata Pigai.

Ia mencontohkan sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Belanda yang menerapkan keterlibatan sipil dalam struktur kepemimpinan kepolisian. Namun, Pigai menegaskan bahwa fungsi operasional dan penegakan hukum tetap harus dijalankan oleh personel kepolisian.

Menurut Pigai, gagasan tersebut bukan untuk membuka peluang warga sipil menduduki jabatan Kapolri, melainkan memberi ruang bagi profesional non-polisi untuk mengisi posisi-posisi manajerial yang tidak berkaitan langsung dengan operasi kepolisian.

Beberapa bidang yang dinilai memungkinkan dipimpin oleh kalangan sipil antara lain keuangan, perencanaan, pengembangan teknologi, serta sumber daya manusia (SDM).

“Operasionalnya tetap dipegang polisi, tetapi fungsi-fungsi manajerial tertentu dapat diisi oleh profesional sipil yang kompeten,” ujarnya.

Pigai menilai penguatan civilian oversight juga dapat menjadi bagian dari agenda reformasi kelembagaan Polri yang selama ini didorong berbagai kalangan. Selain meningkatkan akuntabilitas, langkah tersebut diyakini mampu menghadirkan tata kelola yang lebih transparan dan profesional.

Dalam kesempatan itu, Pigai juga mengusulkan penerapan asas resiprokal atau timbal balik dalam hubungan antara institusi sipil dan aparat keamanan. Menurutnya, apabila anggota TNI dan Polri dapat mengisi jabatan sipil tertentu, maka warga sipil juga seharusnya memperoleh kesempatan memimpin unit-unit non-teknis di lingkungan TNI maupun Polri.

“Ini jalan tengah yang saya tawarkan. Kita tidak ingin terus terjadi perdebatan antara supremasi sipil dan kebutuhan profesionalisme institusi,” katanya.

Selain itu, Pigai menyoroti kondisi aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lingkungan kepolisian. Ia menilai banyak ASN menghadapi keterbatasan jenjang karier karena posisi-posisi strategis lebih banyak ditempati personel kepolisian.

Untuk itu, ia mengusulkan mekanisme seleksi terbuka atau lelang jabatan yang melibatkan tim penilai independen dari kalangan profesional, akademisi, pengamat, dan unsur lainnya guna memastikan proses pengisian jabatan berlangsung objektif dan berbasis kompetensi.

Pigai menyatakan akan segera mengumpulkan para ahli, pakar internasional, dan tokoh terkait untuk mematangkan konsep tersebut sebagai bagian dari masukan dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Menurutnya, revisi UU Polri dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat profesionalisme kepolisian sekaligus meneguhkan prinsip supremasi sipil dan tata kelola pemerintahan yang demokratis.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Dapur MasterChef ke Jeruji Besi, Eks Finalis Etiqah Dipenjara 34 Tahun atas Pembunuhan ART Asal Indonesia

    Dari Dapur MasterChef ke Jeruji Besi, Eks Finalis Etiqah Dipenjara 34 Tahun atas Pembunuhan ART Asal Indonesia

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Ray
    • 4088Komentar

    Sabah, Malaysia – Nama Etiqah Siti Noorashikeen pernah melejit sebagai salah satu finalis berbakat dalam ajang kuliner bergengsi MasterChef Malaysia tahun 2012. Namun kini, namanya kembali menjadi sorotan publik bukan karena prestasi, melainkan karena tragedi hukum yang mengguncang nurani. Etiqah bersama suaminya, Mohammad Ambree Yunos, dijatuhi hukuman 34 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Kota Kinabalu […]

  • Lebih Terkutuk dari Merusak Alam! Pendidikan Curang Hancurkan Generasi Bali

    Lebih Terkutuk dari Merusak Alam! Pendidikan Curang Hancurkan Generasi Bali

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – Di tengah berbagai wacana spiritual tentang kutukan terhadap perusak alam Bali, terselip satu kenyataan yang lebih gelap dan nyaris tak tersentuh yakni kehancuran moral dan keadilan dalam sistem pendidikan. Pengamat sosial-politik Bali, Anak Agung Gede Agung Aryawan, melontarkan kritik pedas terhadap kondisi pendidikan saat ini yang dinilai telah menyimpang jauh dari nilai-nilai keadilan […]

  • SMK Negeri 1 Lobalain Semarakkan HUT RI ke-80 dengan Lomba Kreatif dan Semangat Nasionalisme

    SMK Negeri 1 Lobalain Semarakkan HUT RI ke-80 dengan Lomba Kreatif dan Semangat Nasionalisme

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 14Komentar

    Lobalain – Suasana semarak terasa di SMK Negeri 1 Lobalain saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, yang digelar pada 13–15 Agustus 2025. Berbagai lomba kreatif diselenggarakan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus mengasah bakat dan kreativitas siswa-siswi. Rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Kristian Isach, S.Pd., dan melibatkan partisipasi seluruh warga sekolah. Di […]

  • Menteri LH Akui Penanganan Sampah Laut Masih Berat, Biaya Tinggi dan Ancaman Racun Jadi Sorotan

    Menteri LH Akui Penanganan Sampah Laut Masih Berat, Biaya Tinggi dan Ancaman Racun Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Denpasar — Pemerintah pusat mengakui bahwa penanganan sampah laut di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Kompleksitas wilayah kepulauan, tingginya biaya operasional, serta risiko pencemaran berbahaya disebut menjadi hambatan utama yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat kunjungan kerja di Makassar, Minggu (5/4/2026). Dalam keterangannya kepada awak […]

  • Dugaan Dapat Memperkaya Diri, Pengelolaan Sesari Pura Melanting Tidak Transparan

    Dugaan Dapat Memperkaya Diri, Pengelolaan Sesari Pura Melanting Tidak Transparan

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Uang akan selalu menjadi polemik ketidakadilan bila tidak dikelola secara transparan atau terbuka bila menyangkut milik umum atau bersama. “Tuhan Yang Maha Esa akan mengambil kekayaan mereka yang suka memeras bawahan dan orang-orang disekitarnya. Demikian pula mereka yang tidak membagikan kekayaannya kepada pekerja-pekerja yang ulet membanting tulang”. (Rg.Veda V42.9) Laporan yang bergulir di […]

  • Irlandia Tawarkan Duit Hingga Rp1,5 Miliar untuk Hidup dan Renovasi Rumah di Pulau Terpencil

    Irlandia Tawarkan Duit Hingga Rp1,5 Miliar untuk Hidup dan Renovasi Rumah di Pulau Terpencil

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Irlandia meluncurkan program ambisius “Our Living Islands” yang menyediakan hibah hingga €84.000 atau sekitar Rp1,5 miliar bagi siapa saja bersedia merenovasi rumah kosong di pulau-pulau terpencilnya. Ini bukan uang gratis, melainkan dana khusus untuk memperbaiki bangunan tua yang sudah lama kosong.Program ini bertujuan menghidupkan kembali komunitas pulau kecil yang semakin menurun penduduknya akibat […]

expand_less