Prabowo: Jangan Keluhkan Beras Mahal, Petani Harus Hidup Sejahtera
- account_circle Admin
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Panen Raya Serentak di 43 Titik Jadi Penegasan Komitmen Pemerintah Mewujudkan Swasembada Pangan Nasional
MALANG – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kesejahteraan petani harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan sektor pertanian nasional. Menurutnya, petani merupakan ujung tombak ketahanan pangan sehingga sudah sepatutnya memperoleh penghasilan yang layak.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya Serentak Bersama TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut digelar serentak di 43 titik di berbagai daerah sebagai bagian dari percepatan program swasembada pangan nasional.
Dalam sambutannya, Prabowo mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mempersoalkan harga beras tanpa memahami perjuangan para petani di lapangan.
“Petani harus hidup dengan baik. Jangan hanya mengeluh beras mahal. Kalau merasa mahal, silakan tanam padi sendiri. Kita harus menghargai jerih payah petani,” tegas Prabowo.
Presiden menekankan bahwa produksi pangan membutuhkan biaya, tenaga, waktu, serta menghadapi berbagai risiko, mulai dari cuaca hingga biaya produksi. Karena itu, menurutnya, harga hasil panen juga harus mampu memberikan keuntungan yang layak bagi petani.
Prabowo menilai keseimbangan antara kepentingan konsumen dan kesejahteraan petani menjadi kunci dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan. Pemerintah, kata dia, akan terus memperkuat berbagai program untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga pendapatan petani.
Panen raya yang melibatkan TNI tersebut juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan. Selain padi, kegiatan panen juga mencakup komoditas tebu dan kedelai yang dikembangkan di lahan-lahan binaan TNI.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa panen raya serentak merupakan bagian dari dukungan TNI terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan ini menjadi wujud sinergi TNI dalam mendukung percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujar Teddy Indra Wijaya.
Pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor tersebut mampu meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia menuju kemandirian pangan.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar