Breaking News
light_mode

Meluruskan Stigma Bhaerawa! Antara Spiritualitas, Sejarah, dan Tuduhan Politik

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar — Ajaran Bhaerawa selama ini kerap dipersepsikan negatif, identik dengan praktik ilmu hitam, kekerasan, hingga kesan menyeramkan. Namun, pandangan tersebut mulai diluruskan oleh Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti melalui karyanya berjudul “Bhaerawa adalah Jalanku”, yang mengupas sisi lain ajaran tersebut dari perspektif spiritual dan historis.

Dalam pemaparannya, Ida Pandita menegaskan bahwa stigma “sesat” yang melekat pada Bhaerawa tidak terlepas dari konstruksi sejarah dan kepentingan politik pada masa lampau. Ia menyebut, pada era kerajaan kuno, ajaran Bhaerawa justru merupakan ilmu tingkat tinggi yang digunakan oleh kalangan tertentu untuk menjaga kedaulatan dan pertahanan wilayah.

“Karena kekuatannya yang disiplin dan tegas, ajaran ini ditakuti. Dari situlah muncul berbagai upaya untuk mendiskreditkan Bhaerawa melalui propaganda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, istilah “raksasa” yang sering dikaitkan dengan Bhaerawa bukanlah merujuk pada makhluk menyeramkan, melainkan simbol pengendalian hawa nafsu manusia. Dalam ajaran tersebut, energi negatif dalam diri justru dilatih untuk dikendalikan dan ditransformasikan menjadi kekuatan spiritual.

Lebih lanjut, praktik-praktik yang sering disalahpahami, seperti ritual di kuburan, disebut bukan bertujuan untuk memuja kekuatan gelap. Sebaliknya, hal itu merupakan latihan mental dan spiritual untuk mengatasi rasa takut, terutama terhadap kematian.

“Jika seseorang masih dikuasai rasa takut, maka spiritualitasnya belum matang. Tujuannya adalah mencapai keikhlasan dalam menghadapi kehidupan dan kematian,” jelasnya.

Ida Pandita juga menyoroti bahwa unsur-unsur ajaran Bhaerawa sesungguhnya telah lama hidup dalam tradisi masyarakat Bali. Hal ini tercermin dalam berbagai ritual seperti caru, masegeh, hingga tabuh rah, yang menurutnya mengandung makna keseimbangan antara energi positif dan negatif dalam kehidupan.

Meski demikian, ia menekankan bahwa ajaran Bhaerawa bukanlah sesuatu yang dapat dipelajari secara sembarangan. Diperlukan bimbingan guru spiritual yang mumpuni, serta kesiapan intelektual dan moral yang tinggi.

“Ajaran ini menuntut kecerdasan dan tanggung jawab. Tanpa guru yang tepat, sangat berisiko disalahgunakan,” tegasnya.

Menariknya, menurut Ida Pandita, para praktisi sejati Bhaerawa cenderung tidak menonjolkan diri. Mereka memilih hidup sederhana dan tidak banyak berbicara mengenai pengetahuan yang dimiliki.

“Yang benar-benar paham biasanya tidak akan banyak bicara. Justru yang terlalu banyak mengaku, perlu dipertanyakan,” pungkasnya.

Melalui pelurusan ini, diharapkan masyarakat dapat melihat ajaran Bhaerawa secara lebih objektif, tidak semata berdasarkan stigma, melainkan dari nilai filosofis dan spiritual yang terkandung di dalamnya.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUU Perampasan Aset Diminta Tak Hanya Sasar Koruptor, PKB Dorong Bandar Judi Online Ikut Diburu

    RUU Perampasan Aset Diminta Tak Hanya Sasar Koruptor, PKB Dorong Bandar Judi Online Ikut Diburu

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dinilai perlu memiliki cakupan yang lebih luas agar tidak hanya menjadi instrumen pemberantasan korupsi, tetapi juga mampu menjerat pelaku kejahatan lain yang merugikan negara dan masyarakat, terutama jaringan judi online. Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menegaskan Fraksi PKB mendukung penuh pembahasan RUU Perampasan Aset. Namun, menurutnya, […]

  • Ilmuwan China Berhasil Pulihkan Diabetes Tipe 1 Lewat Terapi Sel Punca Pasien Sendiri

    Ilmuwan China Berhasil Pulihkan Diabetes Tipe 1 Lewat Terapi Sel Punca Pasien Sendiri

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Beijing – Sebuah terobosan medis bersejarah lahir di China. Tim ilmuwan yang dipimpin Prof. Deng Hongkui, ahli biologi sel dari Universitas Peking, berhasil memulihkan seorang pasien diabetes tipe 1 menggunakan sel puncanya sendiri yang direkayasa ulang. Ini menjadi kasus pertama di dunia di mana pasien terbebas dari suntikan insulin berkat terapi seluler. “Setelah lebih dari […]

  • Dokter FX Sudanto, Pengabdian Tanpa Pamrih di Pedalaman Papua, Tarik Tarif Seikhlasnya Demi Kemanusiaan

    Dokter FX Sudanto, Pengabdian Tanpa Pamrih di Pedalaman Papua, Tarik Tarif Seikhlasnya Demi Kemanusiaan

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Jayapura — Di tengah era modern yang kerap menempatkan materi sebagai tolok ukur kesuksesan, sosok satu ini membuktikan bahwa nilai kehidupan sejati tidak diukur dari seberapa banyak harta yang dikumpulkan, melainkan dari seberapa besar dedikasi untuk sesama. Namanya FX Sudanto, seorang dokter yang telah mengabdikan hidupnya lebih dari separuh abad untuk melayani masyarakat di wilayah-wilayah […]

  • Mabes TNI Ungkap Identitas Empat Prajurit Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    Mabes TNI Ungkap Identitas Empat Prajurit Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Jakarta – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) akhirnya merilis identitas empat oknum prajurit yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (18/3/2026), […]

  • Diduga Salah Objek Lelang, Warga Denpasar Barat Tempuh Jalur Hukum, Pengamat Soroti Potensi Kekeliruan Hak Tanggungan

    Diduga Salah Objek Lelang, Warga Denpasar Barat Tempuh Jalur Hukum, Pengamat Soroti Potensi Kekeliruan Hak Tanggungan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 3644Komentar

    DENPASAR – Kasus dugaan penyerobotan properti dan pemalsuan dokumen kembali mencuat di Kota Denpasar. Seorang warga Denpasar Barat bernama Hartono melaporkan persoalan tersebut ke Polresta Denpasar setelah rumah miliknya di kawasan Padang Lestari Nomor B10 diduga digunakan secara ilegal dalam proses lelang. Melalui kuasa hukumnya, Made Somya Putra, Hartono menyebut persoalan itu bermula sejak tahun […]

  • Jaksa Agung Lepas Kontingen Gojukai Indonesia ke Jepang! Bawa Semangat, Junjung Martabat Bangsa

    Jaksa Agung Lepas Kontingen Gojukai Indonesia ke Jepang! Bawa Semangat, Junjung Martabat Bangsa

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    JAKARTA – Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Pengurus Besar Karate-Do Gojukai Indonesia, secara resmi melepas kontingen atlet Gojukai Indonesia yang akan bertanding dalam The 8th Karate-Do Gojukai Global Championships Japan 2025. Acara pelepasan berlangsung pada Jumat, 1 Agustus 2025, di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung RI. Dalam […]

expand_less