Breaking News
light_mode

Man Tayax Menggugat! Kritik Cadas untuk PSI dan Pembelaan Terbuka untuk Megawati

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Pemikir kritis Bali, I Nyoman Sukataya atau Man Tayax, melontarkan kritik yang tajam dan tanpa tedeng aling-aling terhadap Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, setelah pernyataannya yang menyebut Megawati Soekarnoputri sebagai “nenek-nenek”. Bagi Man Tayax, ini bukan sekadar serangan politik, melainkan penghinaan terhadap martabat perempuan dan bentuk diskriminasi yang tidak bisa ditoleransi.

Man Tayax mengurai latar belakang panjang perjalanan politiknya—lahir dari keluarga nasionalis PNI, aktif dalam gerakan reformasi 1998, kader GMNI, hingga menjadi kader PDI sejak SMP. Kendati telah mundur dari partai pada 2008 dan memilih posisi netral demi keluarga serta tugas sebagai Komisioner KPU Klungkung (2013–2018), masyarakat tetap mengenalnya sebagai banteng merah yang selalu bersuara lantang untuk kepentingan rakyat. Karena itu, ia menegaskan bahwa keberaniannya mengkritik bukan soal fanatisme partai, tetapi prinsip dasar: melawan diskriminasi gender dan sikap merendahkan perempuan.

Menurutnya, jika yang dipersoalkan adalah lamanya masa jabatan ketua umum, masih ada ruang debat. Semua partai besar memiliki ketua umum yang memimpin bertahun-tahun, dan konstitusi negara maupun AD/ART partai tidak melarangnya.

Namun, serangan Ahmad Ali menggunakan istilah bernada merendahkan perempuan adalah tindakan yang disebutnya “kekurangajaran” dan menunjukkan betapa dangkalnya pemahaman elite PSI terhadap nilai kesetaraan yang mereka gaungkan sendiri.

Man Tayax mengingatkan kembali pidato Grace Natalie pada Kopdarnas 2015 yang menyatakan PSI adalah partai ramah perempuan dan menolak segala bentuk diskriminasi gender.

Kini, ketika petinggi partai melakukan tindakan sebaliknya, ia mempertanyakan integritas dan konsistensi PSI: apakah prinsip berpartai begitu mudah digadaikan demi kekuasaan?

Man Tayax juga menyindir diamnya para kader PSI yang selama ini mengaku memperjuangkan perempuan, tetapi bungkam ketika Megawati dihina secara personal. Ia meyakini Megawati sendiri tidak akan marah. Rekam jejak sejarah menunjukkan Megawati tidak pernah membalas hinaan pribadi, bahkan terhadap lawan politik terbesar, termasuk Soeharto. Setelah lengser pun, Megawati menyerukan agar publik berhenti menghina Soeharto sebagai pribadi.

Sikap itu, menurut Man Tayax, menunjukkan kelapangan hati yang tidak banyak dimiliki para tokoh nasional.

Di sinilah posisi emosional Man Tayax berdiri, bahwa ketenangan Megawati bukan berarti penghinaan itu patut didiamkan. Ia menyebut Megawati sebagai sosok dengan kesabaran revolusioner, seorang pemimpin perempuan yang tidak membalas kebencian dengan kebencian. Karena itu, penghinaan terhadap Megawati bukan hanya persoalan individu, tetapi serangan terhadap perjuangan panjang perempuan dalam politik.

Man Tayax menutup opininya dengan penegasan bahwa ia marah bukan karena identitas politik, melainkan karena nilai kemanusiaan yang diinjak-injak. Baginya, Megawati adalah Ibu Bangsa, dan merendahkan perempuan dengan cara paling dangkal adalah bukti nyata bahwa demokrasi masih dirusak oleh mentalitas politik yang miskin adab. (Tim)

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (9)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Tetapkan Harga Minimum Ayam Hidup Rp19.500 dan Telur Rp24.000 per Kg Mulai 15 Juli 2026

    Pemerintah Tetapkan Harga Minimum Ayam Hidup Rp19.500 dan Telur Rp24.000 per Kg Mulai 15 Juli 2026

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) resmi menetapkan harga minimum ayam hidup (live bird) sebesar Rp19.500 per kilogram dan telur ayam Rp24.000 per kilogram di tingkat peternak. Kebijakan tersebut mulai berlaku efektif pada 15 Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas harga unggas nasional sekaligus memastikan peternak memperoleh keuntungan yang layak tanpa […]

  • Bangun Tempat Ibadah di Kawasan Terlarang, Otoritas Kawagoe Minta Masjid Dibongkar

    Bangun Tempat Ibadah di Kawasan Terlarang, Otoritas Kawagoe Minta Masjid Dibongkar

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    KAWAGOE, JEPANG – Pemerintah Kota Kawagoe, Prefektur Saitama, Jepang, meminta pembongkaran sebuah masjid yang dibangun tanpa izin di kawasan yang secara hukum ditetapkan sebagai area pengendalian urbanisasi. Bangunan tersebut diketahui berdiri di wilayah yang dikhususkan untuk membatasi pembangunan baru guna menjaga tata ruang dan fungsi lahan. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah terungkap bahwa pembangunan […]

  • Menelusuri Proses Ilmiah Penguraian Jasad di Dalam Kubur

    Menelusuri Proses Ilmiah Penguraian Jasad di Dalam Kubur

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Kematian menandai berhentinya seluruh fungsi vital tubuh. Namun secara biologis, proses di dalam jasad belum sepenuhnya usai. Setelah dikuburkan, tubuh manusia mengalami serangkaian tahapan alami yang dalam dunia medis dan forensik dikenal sebagai proses dekomposisi atau penguraian. Secara ilmiah, perubahan itu dimulai dalam hitungan jam. Ketika jantung berhenti berdetak, suplai oksigen ke seluruh […]

  • Posko THR–BHR 2026 Dibuka, Aliansi HAPERA Bali Perluas Advokasi hingga Ojol dan Pekerja Informal

    Posko THR–BHR 2026 Dibuka, Aliansi HAPERA Bali Perluas Advokasi hingga Ojol dan Pekerja Informal

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    DENPASAR – Aliansi Hak Pekerja Sejahtera (HAPERA) Bali membuka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bantuan Hari Raya (BHR) Nyepi serta Idul Fitri 2026. Posko ini disiapkan sebagai ruang advokasi bagi pekerja yang mengalami pelanggaran hak, sekaligus memperluas jangkauan pengaduan hingga pekerja sektor informal seperti pengemudi dan kurir online. Posko yang mulai dibuka pada […]

  • Habib Ja’far dan Pendeta Kristen Baca Pesan Ilahi di Lagu Idgitaf Play Button

    Habib Ja’far dan Pendeta Kristen Baca Pesan Ilahi di Lagu Idgitaf

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 8Komentar

    DENPASAR – Single terbaru Brigita Meliala alias Idgitaf berjudul Sedia Aku Sebelum Hujan tak hanya mencuri perhatian penikmat musik, tetapi juga memantik perenungan spiritual lintas agama. Lagu yang dirilis pada 8 Oktober 2025 itu dinilai menyimpan pesan ketuhanan yang kuat, baik dari sudut pandang Islam maupun Kristen. Pendakwah muda Nahdlatul Ulama, Habib Husein bin Ja’far […]

  • Sabha Pandita PHDI Semprot Keras Ketua Umum, Ungkap Dugaan Cacat Hukum dan Nepotisme dalam Pemilihan Rektor UNHI

    Sabha Pandita PHDI Semprot Keras Ketua Umum, Ungkap Dugaan Cacat Hukum dan Nepotisme dalam Pemilihan Rektor UNHI

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 21Komentar

    DENPASAR (30/10/2025) — Situasi internal Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tengah bergolak. Surat terbuka yang dikeluarkan Sabha Pandita PHDI menjadi sorotan tajam publik setelah secara tegas menegur Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat terkait proses pemilihan Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar yang dinilai sarat kejanggalan, cacat hukum, dan berpotensi disusupi kepentingan pribadi maupun keluarga. […]

expand_less