Breaking News
light_mode

Pansus Trap Disorot, Galak Ke KEK Bungkam Soal Mangrove Sidakarya 1,52 Hektar

  • account_circle Admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Sikap Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Pemerintah (Pansus TRAP) DPRD Bali mulai dipertanyakan publik. Lembaga yang selama ini tampil garang mengkritik proyek-proyek yang dianggap mengancam kawasan mangrove, justru terkesan memilih diam saat disinggung proyek Jalur Melasti Desa Adat Sidakarya yang memanfaatkan kawasan hutan mangrove Tahura Ngurah Rai seluas 1,52 hektare.

Sorotan itu muncul setelah awak media mencoba meminta tanggapan Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. (c) I Made Supartha, S.H., M.H., terkait proyek Jalur Melasti Sidakarya yang disebut melakukan pembukaan kawasan mangrove katanya untuk normalisasi Sungai Ngenjung dan jalan Melasti untuk masyarakat Sidakarya.

Namun, alih-alih memberikan penjelasan atau sikap tegas, Ketua Pansus TRAP hanya membalas pertanyaan wartawan dengan emotikon “tangan menangkup” melalui pesan WhatsApp. Respons singkat itu memantik tanda tanya besar di tengah kerasnya sikap pansus terhadap proyek lain yang juga dikaitkan dengan kawasan mangrove, seperti proyek KEK Kura Kura Bali.

Publik pun menilai Pansus TRAP seperti “macan ompong”, tajam ke satu pihak namun melempem ketika berhadapan dengan proyek yang konon akan ada proyek besar didalamnya, yang berada di wilayah Desa Adat Sidakarya.

Berdasarkan data Desa Adat Sidakarya, proyek Jalur Melasti tersebut memanfaatkan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai untuk penempatan bangunan pura dan fasilitas pendukungnya. Secara administratif, lokasi proyek berada di wilayah Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Dalam dokumen yang diperoleh, luas areal pemanfaatan kawasan Tahura Ngurah Rai mencapai 15.200 meter persegi atau sekitar 1,52 hektare. Kawasan itu disebut menjadi satu kesatuan dengan area pantai di lokasi proyek.

Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, I Putu Agus Juliartawan, juga membenarkan penggunaan kawasan mangrove tersebut.

“Benar, 1,52 hektare termasuk areal pantainya sebagai satu kesatuan areal,” ungkapnya melalui pesan singkat WhatsApp.

Kondisi ini memunculkan kritik soal konsistensi pengawasan DPRD Bali terhadap isu lingkungan. Jika selama ini proyek-proyek tertentu terus digempur dengan narasi penyelamatan mangrove, maka publik kini menunggu keberanian yang sama terhadap proyek Jalur Melasti Sidakarya.

Pasalnya, isu lingkungan tidak semestinya diperlakukan tebang pilih. Ketika kawasan mangrove disentuh atas nama adat maupun investasi, publik menilai seluruh pihak wajib tunduk pada prinsip transparansi, keberlanjutan, dan penegakan aturan yang setara tanpa pengecualian.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanyakan Solusi Darurat Sampah? Negara Sediakan TPST Ratusan Miliar yang Terancam Jadi Monumen Usang

    Tanyakan Solusi Darurat Sampah? Negara Sediakan TPST Ratusan Miliar yang Terancam Jadi Monumen Usang

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR – Di tengah situasi darurat sampah yang kian terasa di Kota Denpasar, publik justru dihadapkan pada ironi besar. Sejumlah fasilitas pengolahan sampah modern yang dibangun dengan anggaran sangat besar dari pemerintah pusat hingga kini tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Tiga fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yakni TPST Tahura Ngurah Rai, TPST Kesiman Kertalangu […]

  • FOTO Bali Festival 2026 Umumkan 36 Seniman Dunia, Nuanu Jadi Pusat Dialog Fotografi Global

    FOTO Bali Festival 2026 Umumkan 36 Seniman Dunia, Nuanu Jadi Pusat Dialog Fotografi Global

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Badung, Bali — Kawasan kreatif Nuanu Creative City resmi mengumumkan 36 seniman internasional terpilih dalam ajang FOTO Bali Festival 2026, setelah melalui proses seleksi ketat dari hampir 700 submisi yang datang dari lebih dari 80 negara. Festival fotografi berskala global ini dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni hingga 12 Juli 2026 di Bali, menghadirkan karya seniman […]

  • Ketua LBH Wayan Swandi Sebut MDA Superbodi kolonialisasi struktural, Rusak Otonomi Desa Adat

    Ketua LBH Wayan Swandi Sebut MDA Superbodi kolonialisasi struktural, Rusak Otonomi Desa Adat

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Ketua LBH Cinta Lingkungan dan Pencari Keadilan (CL & PK) Provinsi Bali, I Wayan Swandi, S.H., melontarkan kritik tajam terhadap eksistensi Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali. Tokoh yang juga menjabat sebagai Penyarikan Desa Adat Gulinten periode 2023–2028 itu menilai bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) MDA telah keluar dari jalur […]

  • Imigrasi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional di Tangerang, 27 WNA Diamankan

    Imigrasi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional di Tangerang, 27 WNA Diamankan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    TANGERANG – Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil membongkar sindikat kejahatan siber internasional bermodus love scamming di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Banten. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 27 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam jaringan pemerasan daring lintas negara. Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Ditjen Imigrasi setelah melakukan pendalaman […]

  • Papua dan Emas yang Tak Pernah Ramah pada Pemiliknya

    Papua dan Emas yang Tak Pernah Ramah pada Pemiliknya

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    PAPUA – Papua bukan tanah miskin. Papua dibuat miskin. Di jantung Pegunungan Sudirman, emas dan tembaga bernilai ribuan triliun rupiah digali tanpa henti sejak puluhan tahun lalu. Namun ironi paling pahit justru berdiri di sekitar lubang tambang itu sendiri: rakyat Papua hidup dalam kemiskinan struktural, konflik bersenjata, dan kerusakan ekologis yang nyaris mustahil dipulihkan. Tambang […]

  • Ketum ARUN Bob Hasan Sebagai Ketua Baleg DPR RI Kawal Rancangan UU Satu Data Negara

    Ketum ARUN Bob Hasan Sebagai Ketua Baleg DPR RI Kawal Rancangan UU Satu Data Negara

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 19Komentar

    DENPASAR – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menggelar kunjungan kerja ke Provinsi Bali dalam rangka pembahasan urgensi penguatan Satu Data Indonesia menjadi undang-undang. Agenda tersebut berlangsung di Ruang Bangsa Universitas Udayana dan menghadirkan unsur legislator pusat, pimpinan perguruan tinggi, akademisi, pemerintah daerah, serta organisasi kemasyarakatan. Rombongan Baleg dipimpin Ketua Baleg DPR RI, Bob Hasan. Dalam […]

expand_less