Breaking News
light_mode

Glamor Media Sosial Retak, Selebgram Diduga Jadi Bagian Jaringan Narkoba Jelang Konser Bali

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Citra gemerlap media sosial kembali runtuh setelah selebgram Donna Fabiola ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan peredaran narkotika yang disiapkan menjelang konser musik internasional di Bali, Desember 2025.

Penangkapan ini menegaskan bahwa peredaran narkoba tak mengenal kelas sosial dan mampu menyusup ke lingkaran figur publik dengan pengaruh besar.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya transaksi narkotika di sekitar agenda konser besar.

“Kami menerima informasi awal dari masyarakat, kemudian dilakukan penyelidikan secara tertutup untuk memastikan peran dan jaringan para pelaku,” ujar Eko kepada wartawan, dikutip dari pemberitaan media nasional.

Hasil penyelidikan mengarah pada Donna Fabiola yang diduga aktif menawarkan narkotika jenis kokain dan MDMA kepada calon pembeli. Polisi kemudian melakukan operasi penyamaran hingga akhirnya menangkap tersangka di kawasan Petitenget, Kuta Utara, Badung, saat diduga hendak melakukan transaksi lanjutan. Dari tangan tersangka, penyidik mengamankan narkotika siap edar dengan nilai puluhan juta rupiah.

Pengembangan kasus berlanjut ke kediaman tersangka di Denpasar Selatan. Di lokasi tersebut, polisi kembali menemukan sisa narkotika serta sejumlah alat yang diduga berkaitan dengan konsumsi dan penyimpanan barang haram. Bareskrim Polri menegaskan Donna bukan pelaku tunggal. Hingga kini, sedikitnya 17 orang telah diamankan sebagai bagian dari jaringan yang sama.

Menurut Eko, narkotika tersebut diduga kuat akan diedarkan kepada pengunjung konser musik internasional yang menghadirkan ribuan penonton, termasuk wisatawan asing. “Kami menduga momentum acara besar dimanfaatkan untuk memperluas peredaran. Ini yang sedang kami dalami lebih lanjut,” katanya.

Pengamat hukum pidana Prof. Indriyanto Seno Adji menilai kasus ini mencerminkan pergeseran pola kejahatan narkotika. “Figur publik dengan basis pengikut besar menjadi sasaran strategis jaringan narkoba. Mereka punya akses, jejaring, dan kepercayaan sosial. Dampaknya jauh lebih luas dibanding pelaku biasa,” ujarnya.

Indriyanto menegaskan tidak boleh ada perlakuan khusus dalam penegakan hukum. “Status sebagai selebgram atau figur publik justru harus menjadi alasan penegakan hukum yang lebih tegas karena efek sosialnya besar,” katanya.

Kasus ini semakin menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa suami Donna Fabiola, Tigran Denre Sonda, sempat masuk dalam daftar pencarian orang sebelum akhirnya menyerahkan diri kepada penyidik Bareskrim Polri. Polisi menduga jaringan ini memiliki jalur pasokan dari luar negeri dan terorganisasi dengan rapi.

Bareskrim Polri memastikan proses hukum terhadap seluruh tersangka akan berjalan transparan dan profesional. Pengungkapan ini menjadi peringatan keras bahwa di balik gemerlap industri hiburan dan pariwisata, narkotika terus mencari celah.

Sekaligus menjadi pengingat bahwa pengaruh di ruang digital membawa tanggung jawab sosial yang besar—dan ketika tanggung jawab itu dilanggar, hukum harus berdiri paling depan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (5)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koalisi Bali Bongkar Kejanggalan Tuntutan Tomy Wiria, Sebut Unsur Penghasutan Tak Terbukti

    Koalisi Bali Bongkar Kejanggalan Tuntutan Tomy Wiria, Sebut Unsur Penghasutan Tak Terbukti

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar — Koalisi Advokasi Bali untuk Demokrasi menilai tuntutan enam bulan penjara terhadap aktivis Bali Tidak Diam, Tomy Priatna Wiria, bertolak belakang dengan fakta yang terungkap selama persidangan. Tim penasihat hukum bahkan menyebut konstruksi perkara tersebut lemah dan menilai proses hukum terhadap Tomy mengarah pada kriminalisasi terhadap kebebasan berekspresi. Sikap itu disampaikan Koalisi setelah Tomy […]

  • Takut Kena Pelanggaran Hak Cipta, Sejumlah Kafe di Jabodetabek Putar Chant Om Mani Padme Hum Play Button

    Takut Kena Pelanggaran Hak Cipta, Sejumlah Kafe di Jabodetabek Putar Chant Om Mani Padme Hum

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    JAKARTA – Fenomena unik terjadi di sejumlah kafe di kawasan Jabodetabek. Demi menghindari risiko pelanggaran hak cipta musik komersial, beberapa pemilik kafe memilih langkah tak biasa. Mereka mengganti seluruh backsound mereka dengan lantunan chant “Om Mani Padme Hum” yang menenangkan. Awalnya, keputusan ini muncul setelah meningkatnya razia dan penagihan royalti dari pihak-pihak yang memegang hak […]

  • Ancaman “Sunyi” dari Sampah, Polusi Pembakaran Plastik Dikhawatirkan Turunkan Kualitas SDM Bali

    Ancaman “Sunyi” dari Sampah, Polusi Pembakaran Plastik Dikhawatirkan Turunkan Kualitas SDM Bali

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    BALI — Persoalan sampah yang kian kompleks di Bali kembali menjadi sorotan. Di tengah belum optimalnya sistem pengelolaan, praktik pembakaran sampah oleh masyarakat dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam jangka panjang. Sejumlah kalangan menilai, pembakaran sampah—khususnya plastik—secara terbuka tanpa standar yang aman dapat […]

  • UVJF 2025 Day Two, Where Jazz Danced with Nature and Culture Took Flight

    UVJF 2025 Day Two, Where Jazz Danced with Nature and Culture Took Flight

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 2110Komentar

    Ubud, Bali – Saturday, August 2, 2025 – The second evening of the Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2025 unfolded as a vibrant testament to the unifying power of music. Nestled in the tranquil village of Lodtunduh, the festival continued its 12-year tradition of fusing world-class jazz with Balinese soul—drawing thousands into a celebration […]

  • Le Cataya Hadirkan Padel Experience, Destinasi Sport Lifestyle Baru di Bali

    Le Cataya Hadirkan Padel Experience, Destinasi Sport Lifestyle Baru di Bali

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Olahraga Padel yang Sedang Mendunia Kini Hadir di Denpasar Timur, Tawarkan Pengalaman Aktif, Sosial, dan Sehat DENPASAR – Le Cataya Wellness & Sports Club kembali menghadirkan inovasi dengan meluncurkan program Padel Experience, sebuah konsep olahraga yang memadukan aktivitas fisik, interaksi sosial, dan gaya hidup sehat. Kehadiran fasilitas ini sekaligus memperkuat posisi Le Cataya sebagai destinasi […]

  • Arab Saudi Tegaskan Larangan Speaker Eksternal Selama Ramadan, Sholat Tak Boleh Disiarkan Keluar Masjid

    Arab Saudi Tegaskan Larangan Speaker Eksternal Selama Ramadan, Sholat Tak Boleh Disiarkan Keluar Masjid

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    RIYADH — Pemerintah Arab Saudi kembali mempertegas kebijakan pembatasan penggunaan pengeras suara luar ruangan di masjid selama bulan suci Ramadan. Melalui Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Sheikh Abdullatif Al Sheikh, otoritas kerajaan menegaskan bahwa speaker eksternal hanya boleh digunakan untuk azan dan iqamah, bukan untuk menyiarkan keseluruhan rangkaian sholat. Penegasan tersebut disampaikan secara resmi […]

expand_less