Putu Gde Novyartha Resmi Pimpin PN Denpasar, Tegaskan Tak Ada Transaksional dalam Persidangan
- account_circle Admin
- calendar_month 47 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR — Putu Gde Novyartha resmi menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menggantikan Iman Luqmanul Hakim yang kini dipercaya sebagai Wakil Ketua PN Jakarta Barat.
Pelantikan, pengambilan sumpah jabatan, dan serah terima jabatan (sertijab) Ketua PN Denpasar berlangsung di Denpasar, Selasa (1/9/2026).
Usai dilantik, Novyartha langsung menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
“Kami terus menjaga integritas, membangun kepercayaan masyarakat Bali, khususnya pada Pengadilan Negeri Denpasar,” kata Novyartha di sela-sela sertijab.
Novyartha mengatakan dirinya akan meneruskan berbagai program yang telah dirintis pimpinan sebelumnya. Salah satunya pembangunan zona integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Selain itu, PN Denpasar akan melanjutkan upaya mempertahankan dan meningkatkan Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP), serta mendorong peningkatan nilai akreditasi penjaminan mutu pengadilan agar dapat meraih predikat unggul.
Dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi (tipikor), Novyartha mengakui beban perkara yang masuk ke PN Denpasar cukup tinggi. Menurut dia, jumlah perkara yang dilimpahkan kejaksaan menunjukkan tren peningkatan, bahkan dalam kondisi tertentu belasan perkara dapat masuk dalam satu hari.
“Mudah-mudahan ke depannya kami bisa tangani dengan lebih baik,” ujarnya.
Novyartha memastikan aspek integritas menjadi perhatian utama dalam proses peradilan. Ia menegaskan tidak boleh ada transaksi dalam persidangan.
“Kami berkomitmen untuk menjaga integritas. Kami pasti menegakkan keadilan, tidak ada transaksional dalam menjalankan persidangan,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar persidangan perkara tipikor tidak berlangsung hingga larut malam. Karena itu, ketepatan waktu persidangan menjadi salah satu hal yang akan diperkuat, dengan target sidang dimulai pukul 09.00 Wita.
Selain itu, Novyartha menargetkan penyelesaian tunggakan perkara secara rutin setiap Jumat agar beban perkara tidak menumpuk.
Di luar perkara korupsi, judi online menjadi salah satu perkara pidana umum yang mendapat perhatian PN Denpasar. Fenomena tersebut, kata Novyartha, juga melibatkan warga negara asing (WNA).
“Sekarang yang marak kali ini perjudian online, yang orang asing mungkin banyak semakin marak. Orang-orang kita juga makin pintar ikut terlibat dalam perjudian luar negeri,” ujarnya.
Sementara itu, Iman Luqmanul Hakim berharap kepemimpinan Novyartha dapat melanjutkan sekaligus menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah yang masih berjalan di PN Denpasar.
Iman menilai Novyartha memiliki kapasitas dan integritas untuk meneruskan program yang sebelumnya telah dirintis selama masa kepemimpinannya.
Salah satu agenda yang masih berlangsung adalah evaluasi Sistem Manajemen Anti-Penyuapan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung (MA). PN Denpasar pada tahun ini kembali memasuki tahap evaluasi.
Selain SMAP, PN Denpasar juga tengah mengikuti penilaian akreditasi penjaminan mutu untuk pengadilan negeri kelas 1A.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan hasil yang terbaik, mudah-mudahan nanti Putu Gde Novyartha bisa melanjutkan hal itu,” kata Iman.
Iman juga berharap berbagai kerja sama lintas instansi yang telah dibangun selama kepemimpinannya tetap dilanjutkan.
Salah satunya kolaborasi antara PN Denpasar, pemerintah daerah, dan kejaksaan negeri dalam membantu anak-anak telantar yang berada di bawah naungan yayasan agar memperoleh kepastian serta legalitas hukum.
“Ini ada kerja sama antara pengadilan negeri, pemerintah daerah, dan kejaksaan negeri untuk bisa membantu anak-anak tersebut sehingga mendapatkan kepastian atau legalitas di mata hukum. Mudah-mudahan ini bisa terus dilanjutkan,” ujar Iman.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar