Breaking News
light_mode

PLTS Rp26 Miliar di Kubu Karangasem Mangkrak, Panel Surya Dibiarkan Ditelan Semak

  • account_circle Admin
  • calendar_month 48 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Karangasem — Di tengah gencarnya pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Bali, kondisi memprihatinkan justru terlihat pada salah satu proyek energi surya di Kabupaten Karangasem. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kubu yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp26 miliar kini terbengkalai dan tidak termanfaatkan secara optimal.

Pantauan di lokasi pada Jumat (28/8/2026) menunjukkan fasilitas PLTS yang berada di wilayah Kecamatan Kubu tersebut dalam kondisi tidak terawat. Area pembangkit yang memiliki luas sekitar 1,2 hektare tampak ditumbuhi semak belukar. Sejumlah panel surya terlihat mengalami kerusakan, sementara kawasan fasilitas dalam kondisi tertutup dan pagar pengaman dikunci.

PLTS Kubu bukan proyek baru. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat pembangkit tersebut mulai beroperasi pada 2013 dengan kapasitas 1 MWp. Proyek yang berada di Desa Kubu itu merupakan salah satu proyek percontohan pemanfaatan energi surya di Indonesia dan dibangun dengan total anggaran sekitar Rp26,3 miliar.

Saat diresmikan pada Februari 2013, PLTS Kubu bahkan telah terhubung secara interkoneksi dengan jaringan PT PLN (Persero). Pemerintah ketika itu menjadikannya bagian dari upaya mendorong pemanfaatan energi non-BBM sekaligus memperkenalkan pembangkit listrik berbasis energi matahari.

Namun, perjalanan aset tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Setelah bangunan dan instalasi PLTS dihibahkan Kementerian ESDM kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem pada 2017, persoalan pengelolaan justru muncul.

Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Karangasem, I Gede Adi Agus Wintara, menegaskan bahwa pihaknya bukan pengelola teknis PLTS tersebut. Menurutnya, bagian yang dipimpinnya hanya memfasilitasi rencana pemanfaatan aset.

“Kami bukan pengelola, tetapi hanya memfasilitasi saja. Aset PLTS sudah tercatat di Pemkab lewat BPKAD saat ini, baik tanah maupun instalasi PLTS,” kata Wintara.

Wintara menjelaskan, salah satu persoalan yang membuat PLTS Kubu tidak kunjung dikelola secara optimal adalah belum adanya organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karangasem yang memiliki tugas pokok dan fungsi di bidang usaha kelistrikan.

Pemkab Karangasem sempat mewacanakan agar aset tersebut dikelola melalui perusahaan daerah. Namun, skema tersebut membutuhkan penyertaan modal sekaligus proses penilaian aset oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Sempat ada wacana dikelola Perusda Perseroda Karangasem, namun membutuhkan penyertaan modal. Sebelum itu dilakukan, harus ada penilaian dari KPKNL, yang sampai saat ini belum terealisasi,” ujar Wintara.

Persoalan lainnya berkaitan dengan hubungan pengelolaan dan penyaluran listrik. Wintara menyebut saat awal dibangun, PLTS Kubu telah tersambung dengan jaringan PLN dan listriknya sempat dimanfaatkan. Namun setelah terjadi alih status aset kepada Pemkab Karangasem, belum terdapat kerja sama business to business (B2B) antara Pemkab Karangasem dengan PLN.

“Masalah ini perlu dibahas kembali agar ada solusi konkret,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi ironi ketika pengembangan energi surya kembali mendapat perhatian besar di Bali. Di satu sisi, investasi baru di sektor energi surya terus didorong, sementara aset pembangkit yang telah menghabiskan puluhan miliar rupiah dari anggaran negara justru belum mampu memberikan manfaat maksimal.

Sejumlah warga berharap pemerintah tidak membiarkan fasilitas tersebut semakin rusak. I Made Duduk, warga Desa Kubu, mengaku prihatin melihat kondisi PLTS yang kini jarang mendapat perhatian.

“Paling ada yang kontrol, itu pun jarang sekali. Dulu awal-awal bagus, sekarang terbengkalai begini. Sayang sekali anggaran besar tidak diurus,” ujar Duduk.

Ia berharap pemerintah segera mencari jalan keluar sehingga fasilitas yang dibangun sebagai proyek percontohan energi terbarukan tersebut dapat kembali dimanfaatkan.

Nasib PLTS Kubu kini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Persoalannya bukan sekadar kondisi panel surya yang rusak atau kawasan yang dipenuhi tanaman liar, tetapi bagaimana memastikan aset publik bernilai puluhan miliar rupiah memiliki kepastian pengelolaan, kelembagaan, serta skema kerja sama yang jelas.

Jika persoalan kewenangan dan tata kelola tidak segera diselesaikan, PLTS Kubu berisiko terus menjadi aset daerah yang hanya tercatat dalam administrasi, tetapi kehilangan fungsi strategisnya sebagai pembangkit energi bersih.

Sumber: Kementerian ESDM, Pemkab Karangasem, dan keterangan narasumber.

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bali Kite Festival ke-47 Resmi Dibuka, Ratusan Layangan Hiasi Langit Padanggalak

    Bali Kite Festival ke-47 Resmi Dibuka, Ratusan Layangan Hiasi Langit Padanggalak

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    DENPASAR — Langit biru Pantai Padanggalak, Kesiman, Denpasar Timur kembali dihiasi ribuan warna-warni layangan tradisional pada pembukaan Bali Kite Festival ke-47 yang digelar pada 13-14 September 2025. Festival budaya tahunan ini resmi dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Ekonomi dan Keuangan, Dr. I Wayan Ekadina, mewakili Pemerintah Provinsi Bali. Dalam sambutannya, Dr. Ekadina menegaskan […]

  • Tak Sekadar Kulineran, Arjuna Bistro Tawarkan Ruang Kreatif dan Wellness

    Tak Sekadar Kulineran, Arjuna Bistro Tawarkan Ruang Kreatif dan Wellness

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Berada di area hijau The Cakra Hotel Bali, Arjuna Bistro menghadirkan pengalaman yang memadukan kuliner, aktivitas kreatif, wellness, dan waktu bersantai dalam satu destinasi. DENPASAR — Menikmati waktu di hotel kini tidak harus selalu identik dengan bersantap. Arjuna Bistro yang berada di kawasan hijau The Cakra Hotel Bali menghadirkan pengalaman yang memadukan kuliner dengan beragam […]

  • Tiga Debt Collector Ditangkap Usai Aniaya Pengemudi Ojol di Jimbaran, Aksi Brutal Viral di Medsos

    Tiga Debt Collector Ditangkap Usai Aniaya Pengemudi Ojol di Jimbaran, Aksi Brutal Viral di Medsos

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Tiga penagih utang—Azizmon Yoaquim Dance, Damianus Bebioja, dan Yohanes Dhae—ditangkap aparat Polresta Denpasar setelah menganiaya seorang pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Jimbaran, Badung. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (18/11/2025) di Jalan Bypass Ngurah Rai itu langsung menyedot perhatian publik setelah rekaman pemukulan beredar luas di media sosial. Korban bernama Deka Prasetyo Mahardiko […]

  • Sambut Nyepi, BTID Gelar Safari Ogoh-Ogoh di Enam Banjar Desa Serangan, Dukung Kreativitas Pemuda

    Sambut Nyepi, BTID Gelar Safari Ogoh-Ogoh di Enam Banjar Desa Serangan, Dukung Kreativitas Pemuda

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, PT Bali Turtle Island Development (BTID) memperkuat hubungan dengan masyarakat Desa Serangan melalui kegiatan Safari Ogoh-Ogoh yang menyasar enam banjar di wilayah tersebut. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya serta kreativitas generasi muda dalam menjaga tradisi Bali. Dalam kegiatan tersebut, BTID […]

  • BULOG–Satgas Pangan Sidak Serentak Jelang Tahun Baru 2026, Harga Sembako Dipastikan Stabil

    BULOG–Satgas Pangan Sidak Serentak Jelang Tahun Baru 2026, Harga Sembako Dipastikan Stabil

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    JAKARTA — Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, Perum BULOG bersama Satgas Pangan serta kementerian dan lembaga terkait melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring harga pangan secara serentak di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga sembilan bahan pokok (sembako) tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), terjangkau oleh daya beli masyarakat, serta menjamin ketersediaan […]

  • Harta Makarim Tersungkur, Korupsi Chromebook Rp1,98 Triliun Menjeratnya

    Harta Makarim Tersungkur, Korupsi Chromebook Rp1,98 Triliun Menjeratnya

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    Jakarta, 4 September 2025 – Karier gemilang Nadiem Anwar Makarim, pendiri aplikasi transportasi daring Gojek sekaligus mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang kemudian menjabat sebagai Mendikbudristek, kini runtuh di hadapan hukum. Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis sore resmi menetapkan Nadiem sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook dengan nilai proyek Rp9,3 […]

expand_less