Mercure Kuta Beach Bali Angkat Sejarah Pesisir Lewat Perayaan Tahun Baru “Kampung Nelayan”
- account_circle Ray
- calendar_month Kam, 1 Jan 2026

BADUNG – Menyambut pergantian Tahun Baru 2026, Mercure Kuta Beach Bali menghadirkan perayaan Malam Tahun Baru bertema “Kampung Nelayan”, sebuah konsep yang mengangkat kembali jejak sejarah Pantai Kuta sebagai kawasan pesisir yang dahulu dikenal sebagai kampung nelayan.

Pantri Arini, Manager Mercure Kuta Beach Bali.
Menemui Pantri Arini selaku Hotel Manager Mercure Kuta Beach Bali, Menerangkan Tema “Kampung Nelayan” dihadirkan sebagai refleksi perjalanan panjang Pantai Kuta sebelum menjelma menjadi salah satu destinasi pariwisata dunia.
“Sebelum dikenal luas dengan ombaknya yang bersahabat bagi peselancar, pasir putihnya, dan matahari terbenamnya yang mendunia, kawasan ini merupakan tempat masyarakat lokal menggantungkan hidup dari laut, ” Ungkapnya.

Andrea Dea, Publik Relationship Mercure Kuta Beach Bali.
Melalui konsep tersebut, Mercure Kuta Beach Bali mengajak para tamu dan pelaku pariwisata untuk kembali menghargai akar sejarah pariwisata Bali sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga budaya dan alam pesisir.
“Nuansa Kuta tempo dulu dihadirkan melalui dekorasi autentik yang sarat makna. Area perayaan dihiasi jala nelayan, jukung atau perahu tradisional, dayung kayu, anyaman bambu, tali-temali, serta sentuhan elemen kayu alami”

“Seluruh elemen ini dirancang untuk membawa tamu merasakan atmosfer sederhana namun hangat khas kehidupan pesisir di masa lampau, ” Terangnya.
Perayaan ini digelar pada Selasa, 31 Desember 2025, mulai pukul 18.00 WITA di Rooftop Mercure Kuta Beach Bali lantai 4, dengan latar panorama laut yang ikonik.
Kemasan acara semakin semarak dengan beragam pertunjukan budaya dan tradisi Nusantara. Para tamu disuguhkan Tari Bali Cendrawasih, Tari Nusantara, Genjekan, Hanoman, hingga Joged Bumbung yang interaktif dan penuh keceriaan. Tak hanya itu, keunikan acara semakin terasa melalui atraksi Pacu Jalur serta Tabola Bale Flash Mob yang menghadirkan semangat kebersamaan dan energi perayaan yang meriah.

Selain hiburan panggung, berbagai permainan interaktif turut dihadirkan untuk mempererat keakraban dan kebersamaan antar tamu dalam suasana santai dan penuh kegembiraan menjelang detik-detik pergantian tahun.
Sebagai simbol kenangan dari malam istimewa tersebut, setiap tamu menerima New Year Gift berupa gelang kerang. Cinderamata ini melambangkan kedekatan masyarakat pesisir dengan laut sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pariwisata, budaya, dan kelestarian alam.

Pengunjung, Mercure Kuta Beach Bali ramah anak – anak.
Melalui perayaan Tahun Baru bertema “Kampung Nelayan”, Mercure Kuta Beach Bali tidak sekadar menghadirkan pesta pergantian tahun, tetapi juga menyuguhkan sebuah narasi dan refleksi tentang perjalanan Pantai Kuta—dari kampung nelayan sederhana hingga menjadi ikon pariwisata dunia—serta komitmen untuk terus melestarikan warisan tersebut bagi generasi mendatang.
Disinggung sedikit mengenai isu Bali yang mulai ditinggal para pelancong, Pantri Arini malah terlihat heran, karena tamu yang hadir di Mercure Kuta Beach Bali sudah 90% yang artinya kamar hampir penuh.
“Mungkin saja terjadi persaingan disana, tetapi Mercure tetap menyajikan gaya tradisional yang menjaga kearifan lokal seperti memakai janur dan bambu, itu masih saja diminati, ” Terangnya.

Ditanya asal isu ini berasal dari persaingan destinasi luar negeri seperti Thailand dan Vietnam, dirinya enggan terlihat menjawab hal ini.
“Kalo itu saya gak bisa komentari, tetapi saya yakin Bali memiliki nilai yang tidak dimiliki destinasi lainnya di dunia ini, ” Pungkasnya.
Editor – Ray

No matter if some one searches for his essential thing, so he/she
wishes to be available that in detail, thus that thing is maintained over here.
Also visit my blog post: Drazelionix
14 Januari 2026 9:18 AMhttps://shorturl.fm/sxPd8
1 Januari 2026 10:28 AM