Breaking News
light_mode

Sahasrara Bukan di Ubun-Ubun? Pandangan Baru Ini Picu Diskusi di Kalangan Spiritual

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Perdebatan mengenai lokasi Sahasrara atau chakra mahkota kembali mencuat di kalangan pemerhati spiritualitas dan praktisi Kundalini. Sebuah pandangan yang beredar di media sosial mempertanyakan pemahaman populer yang selama ini menempatkan Sahasrara di ubun-ubun atau puncak kepala.

Dalam pandangan tersebut disebutkan bahwa banyak ajaran spiritual modern mengidentikkan Sahasrara dengan crown chakra yang berada di bagian atas kepala. Namun, pemahaman itu dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan sejumlah deskripsi yang terdapat dalam teks-teks klasik tradisi Kundalini.

Menurut pemaparan tersebut, Sahasrara dalam naskah klasik digambarkan sebagai “lotus seribu kelopak” yang tidak merujuk pada sebuah titik kecil di permukaan kepala, melainkan sebuah area atau pusat energi yang lebih luas dan bersifat internal.

Penulis pandangan itu mengaitkan petunjuk lokasi Sahasrara dengan istilah tālu-mūla atau akar langit-langit mulut yang, bila diterjemahkan ke dalam anatomi modern, mengarah pada jalur dari langit-langit bagian belakang menuju dasar tengkorak dan dasar otak.

“Atas dasar itu, Sahasrara lebih tepat dipahami sebagai pusat internal di dasar otak daripada titik energi yang berada di kulit kepala atau ubun-ubun luar,” demikian inti argumentasi yang disampaikan.

Pandangan tersebut juga mencoba menghubungkan simbol klasik mengenai amrita atau nektar spiritual dengan struktur anatomi modern seperti sistem ventrikel otak dan choroid plexus, yakni bagian yang berperan dalam produksi cairan serebrospinal (cerebrospinal fluid).

Dalam pemetaan yang diajukan, chakra Ajna disebut lebih dekat dengan area optic chiasm karena berkaitan dengan jalur penglihatan dan posisinya yang sejajar dengan area di antara kedua alis. Sementara Sahasrara dikaitkan dengan sistem ventrikel dan sirkulasi cairan serebrospinal yang dianggap lebih sesuai dengan simbolisme pusat spiritual tertinggi.

Selain membahas lokasi Sahasrara, pandangan tersebut juga mengkritik sejumlah interpretasi modern yang dinilai tidak memiliki landasan kuat dalam literatur klasik. Di antaranya adalah penambahan konsep chakra di luar sistem yang umum dikenal, seperti chakra kedelapan, kesembilan, hingga berbagai tingkatan spiritual lain yang disebut berkembang dalam komunitas spiritual kontemporer.

Penulis juga menegaskan bahwa keaktifan suatu chakra tidak dapat dijadikan indikator tunggal bahwa energi Kundalini telah mencapai tingkat tertentu. Menurutnya, aktivasi chakra dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk meditasi, sugesti, terapi energi, maupun stimulasi eksternal lainnya.

Sebagai ilustrasi, ia mengibaratkan chakra sebagai lampu di sebuah gedung yang dapat dinyalakan dari panel kontrol tanpa harus menandakan bahwa lift telah mencapai lantai tempat lampu tersebut berada.

Pandangan ini pada akhirnya mengajak para praktisi dan pemerhati spiritual untuk kembali menelaah sumber-sumber klasik sebelum menerima begitu saja berbagai pemetaan chakra yang populer saat ini.

Meski demikian, hingga kini belum terdapat konsensus tunggal di kalangan akademisi maupun praktisi spiritual mengenai korelasi langsung antara konsep chakra dalam tradisi kuno dengan struktur anatomi modern. Perdebatan mengenai lokasi Sahasrara pun masih menjadi ruang diskusi terbuka yang terus berkembang seiring munculnya berbagai interpretasi baru terhadap teks-teks spiritual klasik.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (7)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AKNSB Yogyakarta Memukau PKB XLVIII Lewat Sendratari Satya Paramartha, Kisah Bratasena Sarat Nilai Spiritual

    AKNSB Yogyakarta Memukau PKB XLVIII Lewat Sendratari Satya Paramartha, Kisah Bratasena Sarat Nilai Spiritual

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    Kolaborasi Program Studi Seni Tari, Karawitan, dan Kriya Kulit AKNSB Yogyakarta sukses menyuguhkan pertunjukan artistik yang memikat perhatian penonton di Gedung Ksirarnawa. DENPASAR – Akademi Komunitas Negeri Seni Budaya (AKNSB) Yogyakarta menghadirkan pertunjukan Sendratari Satya Paramartha (Pencarian Kebenaran Tertinggi) pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Kamis (9/7) […]

  • TNI Tegaskan Pembangunan Batalion Teritorial di Atas Lahan Negara, Bantah Tudingan Serobot Tanah Warga

    TNI Tegaskan Pembangunan Batalion Teritorial di Atas Lahan Negara, Bantah Tudingan Serobot Tanah Warga

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    JAKARTA – Markas Besar (Mabes) TNI membantah tudingan bahwa pembangunan Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP) dilakukan dengan menyerobot lahan milik masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan menyusul munculnya sengketa dan penolakan warga terhadap rencana pembangunan satuan baru TNI di sejumlah daerah. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, menegaskan bahwa seluruh pembangunan Yon TP dilaksanakan […]

  • BULOG Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan Nasional dalam Kunjungan Kerja Panja RUU Pangan di Bali

    BULOG Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan Nasional dalam Kunjungan Kerja Panja RUU Pangan di Bali

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    DENPASAR — Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional saat mendampingi kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Penyusunan RUU Pangan Komisi IV DPR RI di Bali pada Kamis (21/11). Direktur Utama BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos., S.H., M.Han., hadir langsung mendampingi rombongan yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati […]

  • Sekretaris ARUN Bali Protes Keras Kebijakan Koster Soal Lift Kelingking: “Apakah Tidak Ada Kepastian Hukum Investasi di Tanah Bali?”

    Sekretaris ARUN Bali Protes Keras Kebijakan Koster Soal Lift Kelingking: “Apakah Tidak Ada Kepastian Hukum Investasi di Tanah Bali?”

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    DENPASAR – Sekretaris Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bali, A.A. Gede Agung Aryawan, S.T. (Gung De) melontarkan protes keras terhadap keputusan Gubernur Bali periode sebelumnya, Wayan Koster, yang memerintahkan pembongkaran lift kaca di Pantai Kelingking, Nusa Penida, paling lambat enam bulan ke depan. Ia menilai kebijakan tersebut mencerminkan ketidakkonsistenan pemerintah dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai […]

  • HARRIS Hotel Sunset Road Bali Suguhkan “Sunset Tempo Doeloe” Bernuansa Nostalgia

    HARRIS Hotel Sunset Road Bali Suguhkan “Sunset Tempo Doeloe” Bernuansa Nostalgia

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – HARRIS Hotel Sunset Road Bali kembali menghadirkan inovasi kuliner yang memanjakan lidah sekaligus hati lewat program terbaru bertajuk “Sunset Tempo Doeloe”. Konsep ini menawarkan pengalaman bersantap unik dengan memadukan cita rasa khas Indonesia dan suasana nostalgia tempo dulu yang hangat serta penuh kenangan. Program “Sunset Tempo Doeloe” mengajak para tamu menikmati berbagai sajian […]

  • Island Bazaar Resmi Hadir di KEK Kura Kura Bali, Perpaduan Kreativitas Lokal dan Pelestarian Budaya

    Island Bazaar Resmi Hadir di KEK Kura Kura Bali, Perpaduan Kreativitas Lokal dan Pelestarian Budaya

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar, Bali – Island Bazaar resmi digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali pada 27–28 Februari 2026. Mengusung konsep sunset market, ajang ini menghadirkan ruang temu bagi pelaku usaha lokal, pegiat seni, dan masyarakat dalam suasana senja yang hangat dan inspiratif di Kampus United in Diversity (UID), Pulau Serangan. Selama dua hari penyelenggaraan, […]

expand_less