Breaking News
light_mode

Savate Resmi Masuk Tabanan, KONI Bidik Lahirnya Atlet Bela Diri Kelas Dunia

  • account_circle Ngurah Wisnawa
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN | GATRADEWATA — Peta olahraga bela diri di Kabupaten Tabanan semakin berkembang dengan hadirnya cabang olahraga baru, Savate. Pengurus Kabupaten (Pengkab) Federasi Savate Tabanan resmi melakukan audiensi perdana dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tabanan, Selasa (19/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor KONI Tabanan itu menjadi langkah awal pengenalan seni bela diri asal Prancis tersebut di Bumi Lumbung Beras. Audiensi dihadiri Ketua KONI Tabanan I Made Nurbawa bersama jajaran pengurus, sementara dari pihak Savate hadir Ketua Pengkab Savate Tabanan Romanica Anggela Intanisari didampingi pengurus lainnya.

Ketua KONI Tabanan, I Made Nurbawa, menyambut positif kehadiran Savate sebagai warna baru dalam dunia olahraga prestasi di Tabanan. Namun, ia menegaskan bahwa setiap cabang olahraga baru wajib membangun komitmen yang jelas bersama KONI sejak awal.

“Kami merekomendasikan pentingnya ada perikatan dan komitmen pengembangan olahraga prestasi antara cabang olahraga dengan KONI. Dengan begitu kita punya hak untuk saling mendukung dan saling mengingatkan. Karena Savate ini masih baru, maka komitmen itu penting sebagai pijakan awal,” ujar Nurbawa.

Menurutnya, ukuran utama keberhasilan sebuah cabang olahraga tetap berada pada prestasi yang mampu ditorehkan atletnya, baik di level nasional maupun internasional.
“Tabanan dikenal sebagai salah satu basis olahraga bela diri di Bali.

Walaupun Savate belum sepopuler pencak silat atau karate, tetapi peluangnya di tingkat nasional dan internasional cukup terbuka. Kalau mampu melahirkan atlet berprestasi dunia, tentu menjadi kebanggaan bagi Tabanan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengkab Savate Tabanan, Romanica Anggela Intanisari, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menyiapkan strategi untuk memperkenalkan Savate kepada masyarakat, khususnya kalangan muda.

Dalam waktu dekat, Pengkab Savate Tabanan akan menggelar latihan bersama dan demonstrasi teknik sebagai bagian dari sosialisasi olahraga tersebut.

“Langkah awal kami adalah memperkenalkan Savate melalui latihan bersama dengan atlet-atlet binaan yang sudah ada, mulai dari tingkat SD hingga remaja dan dewasa,” jelas Anggela.

Sebagai bentuk keseriusan pengembangan, Pengkab Savate Tabanan juga telah membuka pusat pelatihan resmi di kawasan Sanggulan, tepat di seberang GOR Dewara Tabanan. Latihan dibuka setiap hari dengan beberapa pilihan kelas sesuai usia dan kemampuan peserta.

“Kami membuka latihan dari Senin sampai Minggu. Masyarakat atau orang tua yang ingin anaknya ikut berlatih bisa langsung menghubungi sekretariat kami. Selain itu, kami juga akan aktif melakukan sosialisasi melalui media sosial agar Savate lebih cepat dikenal masyarakat,” katanya.

Anggela menjelaskan, Savate merupakan seni bela diri asal Prancis yang berkembang sejak akhir abad ke-18. Olahraga ini memadukan teknik pukulan tangan dan tendangan, namun memiliki ciri khas penggunaan sepatu khusus saat bertanding.

“Savate adalah kombinasi olahraga pukulan tangan dan teknik tarung tendang. Yang membedakan dengan olahraga tarung lainnya adalah penggunaan sepatu khusus. Teknik tendangan dalam Savate juga sangat dominan,” terangnya.

Melalui momentum audiensi tersebut, Pengkab Savate Tabanan berharap Savate dapat menjadi wadah baru bagi generasi muda yang menyukai olahraga tantangan dan bela diri modern.

“Kami ingin hadir dan berkembang bersama masyarakat Tabanan. Bagi yang suka olahraga kontak tangan tetapi ingin belajar teknik kaki, atau sebaliknya, Savate bisa menjadi pilihan. Kami sangat terbuka untuk berkembang bersama,” pungkas Anggela.

Bagi masyarakat yang berminat bergabung, latihan Savate Tabanan dipusatkan di Griya Jadi Asri No.123, Banjar Dinas Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Informasi pendaftaran dapat menghubungi I Nyoman Ngurah Wisnawa di nomor 0821-3142-307.

(INN.W)

Ngurah Wisnawa

Penulis

Jadilah Terang Di Hati dan Di Jiwa. SehatBugarWaras

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Hening ke Kanvas! “Vernal Artistic” Hidupkan Musim Semi Kreativitas di Santrian Gallery

    Dari Hening ke Kanvas! “Vernal Artistic” Hidupkan Musim Semi Kreativitas di Santrian Gallery

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Setelah melewati fase perenungan dan pengendapan gagasan, empat perupa Bali kembali menampilkan denyut kreativitas mereka melalui pameran seni rupa bertajuk “Vernal Artistic” di Santrian Gallery, Sanur, Denpasar. Pameran yang berlangsung mulai 8 Mei hingga 26 Juni 2026 itu menghadirkan karya-karya terbaru dari Putu Edi Asparanggi, I Gede Sugiada “Anduk”, Ida Bagus Suryantara “Cooh”, […]

  • SEREM! Pemko Medan Terbitkan Edaran, Penjualan Daging Non-Halal Wajib di Lokasi Tertutup

    SEREM! Pemko Medan Terbitkan Edaran, Penjualan Daging Non-Halal Wajib di Lokasi Tertutup

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Medan – Pemerintah Kota (Pemko) Medan resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan Nomor 500.7.1/1540 tentang penataan lokasi serta pengelolaan limbah penjualan daging non-halal di wilayah Kota Medan. Kebijakan ini dikeluarkan menyusul meningkatnya laporan masyarakat terkait aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di fasilitas umum, terutama menjelang bulan Ramadan. Penerbitan edaran tersebut juga […]

  • Kepengurusan Baru PAMKI Bali Dikukuhkan, Peran Penting Penjaga Bali dari Penyakit Infeksi

    Kepengurusan Baru PAMKI Bali Dikukuhkan, Peran Penting Penjaga Bali dari Penyakit Infeksi

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    DENPASAR – Dalam acara Pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) Cabang Bali Masa Bakti 2025 -2028, mengesahkan Dr. dr. I Wayan Agus Gede Manik Saputra, M.Ked.Klin., Sp.MK., masa bakti 2025 – 2028, yang menggantikan Prof. Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK(K)., masa bakti 2022-2025, pada Denpasar, 13 Desember 2025. Dalam sambutannya […]

  • Rakerda Demokrat Bali Soroti Empati Rakyat dan Solusi Banjir Denpasar

    Rakerda Demokrat Bali Soroti Empati Rakyat dan Solusi Banjir Denpasar

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Bali yang dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tak hanya membutuhkan keindahan dan ketertiban, namun juga perhatian serius terhadap kesejahteraan masyarakatnya. Hal itulah yang mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali yang digelar di Four Star by Trans Hotel, Renon, Denpasar, Selasa (16/9/2025). Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, […]

  • “Kurawa dan Prabu Salya” di Bali, Hibah Pemda kepada Penegak Hukum Dinilai Rawan Ganggu Independensi

    “Kurawa dan Prabu Salya” di Bali, Hibah Pemda kepada Penegak Hukum Dinilai Rawan Ganggu Independensi

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR — Kisah klasik dalam epos Mahabharata tentang hubungan Kurawa dan Prabu Salya dinilai masih relevan untuk membaca dinamika kekuasaan modern, termasuk relasi antara pemerintah daerah dan instansi penegak hukum di Indonesia (Instansi vertikal) Prabu Salya sebenarnya memiliki kedekatan dengan Pandawa. Namun sebelum perang Bharatayuda dimulai, ia lebih dahulu menerima jamuan dan penghormatan dari pihak […]

  • Sengketa Subak Petulu Andong, Ketika Sertifikat Negara Diuji oleh Klaim Pajak

    Sengketa Subak Petulu Andong, Ketika Sertifikat Negara Diuji oleh Klaim Pajak

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    GIANYAR – Di balik ketenangan hamparan sawah Subak Petulu Andong, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, tersimpan sengketa tanah yang mengusik sendi paling dasar kepastian hukum agraria. Kasus ini tidak sekadar konflik kepemilikan, melainkan membuka tabir rapuhnya perlindungan negara terhadap tanah bersertifikat, bahkan ketika bukti hukum telah terbit secara sah. Ironisnya, korban dugaan praktik mafia tanah kali […]

expand_less