Breaking News
light_mode

Menghadapi Kematian, Buddha Tekankan Kemandirian Spiritual sebagai Kunci Keselamatan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, 8 April 2026 — Ajaran tentang kematian dalam tradisi Buddhis kembali menjadi refleksi penting di tengah kehidupan modern yang penuh ketidakpastian. Siddhartha Gautama atau yang dikenal sebagai Buddha, menegaskan bahwa dalam menghadapi kematian, tidak ada pihak lain yang dapat benar-benar menolong seseorang selain dirinya sendiri.

Pernyataan tersebut mengandung makna mendalam tentang tanggung jawab individu terhadap perjalanan hidup dan kematian. Dalam ajaran Buddha, setiap manusia diyakini memikul konsekuensi dari perbuatannya sendiri, yang dikenal sebagai hukum karma. Oleh karena itu, kesiapan menghadapi kematian bukanlah sesuatu yang dapat diwakilkan atau diserahkan kepada orang lain.

Pengamat spiritual menilai, pesan ini relevan dalam konteks kehidupan saat ini, di mana banyak orang masih bergantung pada faktor eksternal untuk mencari keselamatan atau ketenangan batin. Padahal, ajaran Buddha menekankan pentingnya kesadaran diri, praktik kebajikan, serta pengendalian pikiran sebagai bekal utama menghadapi akhir kehidupan.

Selain itu, kematian dalam perspektif Buddhis bukanlah akhir, melainkan bagian dari siklus kelahiran kembali (samsara). Oleh sebab itu, kualitas batin seseorang saat hidup sangat menentukan kondisi setelah kematian.

Refleksi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kehidupan yang dijalani dengan penuh kesadaran, kebajikan, dan kebijaksanaan akan memberikan ketenangan saat menghadapi kematian. Sebaliknya, ketidaksiapan batin dapat menimbulkan penderitaan yang berkepanjangan.

Dengan demikian, ajaran Buddha tersebut mengajak setiap individu untuk lebih bertanggung jawab atas dirinya sendiri, tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam menghadapi momen paling hakiki dalam hidup: kematian.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harvard Tahan Rugi Rp665 Miliar dari ETF Bitcoin, Tetap Jadi Kampus Pemilik Aset Kripto Terbesar

    Harvard Tahan Rugi Rp665 Miliar dari ETF Bitcoin, Tetap Jadi Kampus Pemilik Aset Kripto Terbesar

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    DENPASAR – Harvard University tengah menjadi sorotan setelah portofolio investasinya mencatat kerugian belum terealisasi (unrealized loss) sebesar US$40 juta atau sekitar Rp665,8 miliar. Kerugian itu muncul dari anjloknya nilai exchange-traded fund (ETF) Bitcoin yang sempat turun 26% dari puncaknya di level US$126 ribu per BTC. Meski menghadapi penurunan tajam, Harvard tidak menunjukkan tanda-tanda melepas kepemilikan […]

  • Mercure Kuta Beach Bali Angkat Sejarah Pesisir Lewat Perayaan Tahun Baru “Kampung Nelayan”

    Mercure Kuta Beach Bali Angkat Sejarah Pesisir Lewat Perayaan Tahun Baru “Kampung Nelayan”

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    BADUNG – Menyambut pergantian Tahun Baru 2026, Mercure Kuta Beach Bali menghadirkan perayaan Malam Tahun Baru bertema “Kampung Nelayan”, sebuah konsep yang mengangkat kembali jejak sejarah Pantai Kuta sebagai kawasan pesisir yang dahulu dikenal sebagai kampung nelayan.   Menemui Pantri Arini selaku Hotel Manager Mercure Kuta Beach Bali, Menerangkan Tema “Kampung Nelayan” dihadirkan sebagai refleksi […]

  • Terbaring Lemas Diduga Keracunan Obat, Warga Batutua Tuntut Tanggung Jawab Puskesmas

    Terbaring Lemas Diduga Keracunan Obat, Warga Batutua Tuntut Tanggung Jawab Puskesmas

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 2Komentar

    Rote Ndao – Pelayanan pengobatan gratis yang diadakan oleh UPTD Puskesmas Batutua diduga menimbulkan dampak negatif bagi seorang warga Desa Batutua, Kecamatan Rote Barat Daya. Paulina Kiki, seorang ibu rumah tangga, mengalami kondisi kesehatan yang memburuk diduga setelah mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter puskesmas pada tanggal 26 Agustus 2025. Welhelmus Narang, suami korban, mengungkapkan […]

  • Taklukkan Bentang Jawa 1.500 Km, Yogi Sukma Finish Setelah 6,5 Hari Mengayuh

    Taklukkan Bentang Jawa 1.500 Km, Yogi Sukma Finish Setelah 6,5 Hari Mengayuh

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Dari 200 peserta yang tampil di Bentang Jawa 2026, Yogi Sukma menuntaskan tantangan ultra-cycling lintas Pulau Jawa dalam perjalanan sekitar enam setengah hari. BALI — Perjalanan ekstrem melintasi Pulau Jawa sejauh sekitar 1.500 kilometer berhasil dituntaskan Yogi Sukma, Project Development BTID, dalam ajang Bentang Jawa 2026. Ia mencatat waktu sekitar 6,5 hari sejak garis start […]

  • Bali Darurat Rabies: 1,16 Juta Anjing Menghantui, 12 Nyawa Melayang Sia-sia!

    Bali Darurat Rabies: 1,16 Juta Anjing Menghantui, 12 Nyawa Melayang Sia-sia!

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pulau Dewata sedang tidak baik-baik saja. Di balik keindahan pantainya, ancaman mematikan mengintai dari balik gonggongan anjing liar yang populasinya kini lepas kendali. Data terbaru menunjukkan Bali telah menjadi “bom waktu” rabies di Indonesia. Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), populasi anjing di Bali meledak hingga angka 1,16 juta ekor. Angka fantastis […]

  • Glamor Media Sosial Retak, Selebgram Diduga Jadi Bagian Jaringan Narkoba Jelang Konser Bali

    Glamor Media Sosial Retak, Selebgram Diduga Jadi Bagian Jaringan Narkoba Jelang Konser Bali

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    DENPASAR – Citra gemerlap media sosial kembali runtuh setelah selebgram Donna Fabiola ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan peredaran narkotika yang disiapkan menjelang konser musik internasional di Bali, Desember 2025. Penangkapan ini menegaskan bahwa peredaran narkoba tak mengenal kelas sosial dan mampu menyusup ke lingkaran figur publik dengan pengaruh besar. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim […]

expand_less