Breaking News
light_mode

Embrio Kebencian yang Tak Terlihat, Refleksi Made Somya Putra tentang Luka yang Tumbuh Diam-Diam

  • account_circle Ray
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Made Somya Putra, SH., MH.

BANGLI – Pernahkah kita bertanya, mengapa sebuah pertengkaran bisa meledak begitu saja? Mengapa persahabatan yang telah terjalin bertahun-tahun dapat runtuh hanya karena satu peristiwa? Atau mengapa sebuah masyarakat tiba-tiba terbelah oleh rasa saling curiga?

Jawabannya mungkin bukan pada ledakan itu sendiri, melainkan pada sesuatu yang telah lama tumbuh tanpa disadari.
Made Somya Putra mengibaratkannya seperti embrio lalat. Kita jarang melihat lalat meletakkan telurnya di batang, daun, atau buah. Yang terlihat hanyalah ketika larva muncul, lalu berubah menjadi lalat yang beterbangan ke mana-mana.

Begitu pula dengan kebencian.
Ia hampir tidak pernah lahir dalam sekejap. Kebencian bertumbuh perlahan. Berawal dari prasangka, cerita yang belum tentu benar, kebiasaan membicarakan keburukan orang lain, atau rasa iri yang dibiarkan mengendap.

Semua itu menjadi benih yang diam-diam berkembang di dalam hati.
Hari demi hari berlalu tanpa terasa. Benih itu membesar, mengeras, lalu suatu ketika berubah menjadi kemarahan. Saat itulah pertengkaran muncul, hubungan retak, dan permusuhan seolah menjadi sesuatu yang wajar.

Ironisnya, banyak orang hanya melihat akibatnya, bukan proses panjang yang melahirkannya.

Dalam analoginya, Made Somya Putra juga menggambarkan bahwa banyaknya lalat sering dianggap sebagai tanda kesuburan karena buah dan sayuran melimpah. Namun di balik keramaian itu, terdapat embrio yang telah lebih dulu tertanam.

Begitu pula dalam kehidupan sosial. Keributan yang ramai diperbincangkan sering kali hanya menjadi permukaan. Di bawahnya terdapat kebencian yang telah lama dipelihara melalui prasangka, fitnah, atau informasi yang tidak pernah diuji kebenarannya.

Sebaliknya, ketika tidak ada ruang bagi kebencian, konflik kehilangan tempat untuk tumbuh. Tidak ada bahan bakar yang dapat membesarkan api permusuhan.

Karena itu, menurut Made Somya Putra, hal yang paling penting bukan sekadar memadamkan konflik ketika sudah terjadi, melainkan mengenali benih-benihnya sejak awal.

“Yang paling berbahaya adalah sesuatu yang tertanam tetapi tidak terasa, tidak terlihat, dan tidak diperhatikan,” ujarnya.

Refleksi tersebut menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki pilihan. Apakah akan membiarkan benih kebencian tumbuh menjadi permusuhan, atau menggantinya dengan empati, kebijaksanaan, dan kesediaan untuk memahami orang lain.

Sebab pada akhirnya, kedamaian bukan hanya lahir dari tidak adanya pertengkaran. Kedamaian lahir ketika hati mampu menjaga dirinya agar tidak menjadi tempat tumbuhnya embrio kebencian.

Versi ini menggunakan pendekatan feature human interest dengan alur naratif, bahasa yang lebih puitis dan reflektif, sehingga pembaca tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga diajak merenungkan pesan moral yang disampaikan oleh Made Somya Putra, SH., MH.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana PEN Untuk Pemulihan Rakyat Bali, Malah Buat Proyek PKB yang Sekarang Hamparan Kosong

    Dana PEN Untuk Pemulihan Rakyat Bali, Malah Buat Proyek PKB yang Sekarang Hamparan Kosong

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    DENPASAR — Sebuah video di akun TikTok Doktorhk yang menampilkan narasi dari Krisna Tara kembali memantik perdebatan publik soal penggunaan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Bali. Dalam video tersebut, Tara menyoroti proyek Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Kabupaten Klungkung yang disebut dibiayai dari dana PEN, dana yang sejatinya diperuntukkan bagi pemulihan ekonomi masyarakat usai […]

  • Mantan Presiden Tetap Dijaga, Ini Alasan Amerika Lindungi Barack Obama Seumur Hidup

    Mantan Presiden Tetap Dijaga, Ini Alasan Amerika Lindungi Barack Obama Seumur Hidup

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Washington D.C. – Banyak yang mengira perlindungan negara terhadap presiden berakhir saat masa jabatan usai. Namun di Amerika Serikat, aturan justru menetapkan hal sebaliknya. Mantan presiden, termasuk Barack Obama, tetap mendapatkan pengamanan ketat seumur hidup sebagai bagian dari sistem keamanan nasional. Pengamanan tersebut dijalankan oleh United States Secret Service, lembaga federal yang memiliki mandat melindungi […]

  • Wilson Lalengke Diundang Duta Besar Rusia untuk Buka Puasa Bersama di Kediaman Dubes

    Wilson Lalengke Diundang Duta Besar Rusia untuk Buka Puasa Bersama di Kediaman Dubes

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 21Komentar

    Jakarta – Kedutaan Besar Federasi Rusia di Indonesia mengundang tokoh pers dan aktivis kebangsaan, Wilson Lalengke, untuk menghadiri acara Friendly Dinner (Iftar – Buka Puasa) bersama Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Yang Mulia Mr. Sergei Tolchenov. Acara ini akan berlangsung di kediaman resmi Duta Besar Rusia di Jl. Karet Pedurenan No. 1, Kuningan, Jakarta Selatan, […]

  • Bijak Mengelola Keterikatan, Pesan Siddhartha Gautama tentang Luka Perpisahan

    Bijak Mengelola Keterikatan, Pesan Siddhartha Gautama tentang Luka Perpisahan

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR — Pesan kebijaksanaan kembali mengemuka dari ajaran Siddhartha Gautama yang mengingatkan manusia untuk tidak terlalu melekat pada apa pun. Dalam ajarannya, Buddha menegaskan bahwa segala bentuk keterikatan berpotensi menimbulkan penderitaan, terutama saat harus berpisah dengan sesuatu atau seseorang yang dicintai. Ungkapan tersebut relevan dengan realitas kehidupan sehari-hari, di mana manusia kerap menggantungkan kebahagiaan pada […]

  • Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Jadi Tersangka Korupsi Program MBG, Diduga Atur Pengadaan Food Tray

    Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Jadi Tersangka Korupsi Program MBG, Diduga Atur Pengadaan Food Tray

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Vaza Fernantha
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan seorang perwira tinggi Polri aktif berpangkat Brigadir Jenderal, Lalu Muhammad Iwan (LMI), sebagai tersangka baru dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025–2026. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan penetapan […]

  • Deva Dianjaya Rilis Album Perdana Pendevasaan Play Button

    Deva Dianjaya Rilis Album Perdana Pendevasaan

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Suguhkan Single “Dulu Kau Indah” Bertempo Upbeat Bertema Patah Hati   DENPASAR – Musisi dan penyanyi solo Deva Dianjaya resmi merilis album perdananya bertajuk Pendevasaan, dengan single utama dan video klip Dulu Kau Indah yang diluncurkan pada Jumat, 4 Juli 2025. Rilisan ini tersedia di kanal YouTube Deva, Spotify, serta seluruh platform digital streaming lainnya. […]

expand_less