Breaking News
light_mode

Jalan Kelepasan! Melepas Keterikatan Duniawi, Bukan Berarti Menjauhi Kehidupan

  • account_circle Admin
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Melepaskan bukan berarti kehilangan. Terkadang, melepaskan adalah cara untuk memberikan ruang bagi ketenangan, pertumbuhan, dan kehidupan yang baru.

DENPASAR – Jalan kelepasan dalam kehidupan spiritual dimaknai sebagai upaya membebaskan diri dari keterikatan terhadap kehidupan duniawi. Pandangan tersebut menekankan bahwa menjalani kehidupan secara baik tidak berarti seseorang harus meninggalkan kehidupan dunia atau hidup dalam kemiskinan.

Ia menjelaskan, inti dari kehidupan spiritual justru terletak pada kemampuan seseorang menjalani kehidupan secara penuh, tetapi tidak menggantungkan keberadaan dirinya pada hal-hal duniawi.

“Ajaran tertinggi di kehidupan ini adalah jalan kelepasan, yaitu melepas keterikatan dan tidak terikat pada duniawi. Maksudnya berspiritual bukan harus menjadi orang miskin atau tidak duniawi, tetapi mengerjakan hidup sebaik-baiknya tanpa keterikatan,” ujarnya.

Menurutnya, keterikatan menjadi persoalan ketika seseorang menjadikan sesuatu yang bersifat sementara sebagai bagian mutlak dari dirinya. Padahal, tubuh manusia pada akhirnya akan mengalami kematian dan manusia kehilangan kendali atas tubuh fisiknya.

“Sebab tubuh kita pun pasti mati dan kehilangan kendali atas tubuh ini. Namun, keterikatan pada dunia yang membuat roh terbelenggu memori hidup,” katanya.

Dalam pandangan spiritual yang disampaikannya, alam roh juga dipahami memiliki kondisi yang beragam. Ia menyebut adanya konsep Rwa Bhineda, yakni dua sisi yang berlawanan, termasuk gambaran alam roh yang baik dan buruk yang dalam pemahaman keagamaan dikenal sebagai surga dan neraka.

“Alam roh sendiri masih mengandung dua sisi Rwa Bhineda. Alam roh yang kondisinya lebih baik disebut sebagai sorga, sedangkan alam roh yang buruk dikenal sebagai neraka,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa tujuan tertinggi kehidupan spiritual bukan semata-mata mengejar surga atau menghindari neraka. Menurutnya, terdapat pemahaman mengenai penyatuan kembali dengan sumber kehidupan atau Paramaatman.

“Sedangkan yang satu dengan Tuhan, ketika matinya tubuh, pergi atau menyatu kembali kepada sumber cahaya. Itulah kenapa meditasi cahaya itu penting, karena sumber dari cahaya adalah asal mula kita yaitu Paramaatman,” tuturnya.

Dalam penjelasannya, alam roh ditempatkan sebagai bagian dari wilayah mistik yang berkaitan dengan kekuatan roh. Ia juga mengaitkan konsep tersebut dengan keberadaan dewa-dewa pembantu dalam kehidupan manusia.

“Alam roh adalah alam mistik. Kekuatan mistik atau kekuatan roh itulah yang bisa berwujud para dewa pembantu untuk memudahkan hidup kita saat di badan kasar,” jelasnya.

Ia membedakan antara badan kasar, roh atau badan halus, dan jiwa sebagai bagian dari pemahaman spiritual yang disampaikannya. Menurutnya, roh berperan sebagai perlengkapan kehidupan yang menopang keberadaan badan kasar, sedangkan jiwa menjadi unsur yang menghidupkan roh sekaligus berkaitan dengan kesadaran manusia.

“Roh itu sendiri perlengkapan hidup yang menopang kehidupan badan kasar, sedangkan jiwa adalah yang menghidupi roh atau badan halus. Jiwa inilah yang memiliki kesadaran hidup, yaitu kesadaran hidup masing-masing kita,” katanya.

Dalam kerangka pemikiran tersebut, ia menyebut jiwa sebagai Atman atau Sang Hidup yang diyakini bersumber dari Paramaatman atau Sang Maha Hidup.

“Jiwa penghidup roh maupun kesadaran itu sendiri tidak lain adalah Atman atau Sang Hidup yang asal mulanya Paramaatman, Sang Maha Hidup,” ujarnya.

Ia kemudian menekankan bahwa pemahaman tersebut tidak seharusnya menjadi sumber ketakutan terhadap kematian ataupun gambaran mengenai surga dan neraka. Menurutnya, manusia pada hakikatnya bukan hanya tubuh fisik maupun badan halus, melainkan kesadaran yang bersumber dari Atman.

“Itu saja kuncinya, tidak perlu takut bakal ke neraka atau sorga sekalipun. Sebab kita bukan badan kasar, bukan juga badan halus. Kita hanyalah sebatas kesadaran dari Sang Atman itu sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, penderitaan manusia dalam kehidupan sehari-hari dalam pandangan spiritual tersebut berkaitan dengan kemelekatan dan ketidaktahuan. Berbagai gejolak rasa yang muncul selama kehidupan kemudian dapat membuat seseorang terikat pada pengalaman, keadaan, maupun objek tertentu.

“Sebenarnya kesadaran dari Sang Atman inilah yang merasakan penderitaan hidup disebabkan oleh kemelekatan karena ketidaktahuan. Sehingga dirinya menderita oleh gejolak rasa hidup yang tidak lain hanyalah produk rasa selama masih berada di badan kasar maupun yang melekat di badan halus karena keterikatan,” pungkasnya

Pandangan tersebut menempatkan jalan kelepasan bukan sebagai penolakan terhadap kehidupan, melainkan sebagai proses memahami kehidupan tanpa menjadikan segala sesuatu yang bersifat sementara sebagai sumber keterikatan. Dengan demikian, menjalani kehidupan secara maksimal dan menjaga keseimbangan batin dipandang dapat berjalan beriringan dengan praktik spiritual.

Matahari Atlantis

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terjerat Kasus TPPO, Anggota Ditpolairud Polda Bali Diusulkan Dipecat dari Polri

    Terjerat Kasus TPPO, Anggota Ditpolairud Polda Bali Diusulkan Dipecat dari Polri

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar – Seorang anggota Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bali berinisial I Putu S (32) diusulkan untuk diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) atau dipecat dari institusi Polri setelah terbukti bersalah dalam perkara tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Usulan PTDH tersebut diajukan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Bali kepada Mabes Polri menyusul […]

  • China Diduga Meniru Teknologi F-35 AS Lewat Peretasan dan Celah Rantai Pasokan

    China Diduga Meniru Teknologi F-35 AS Lewat Peretasan dan Celah Rantai Pasokan

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    DENPASAR – China kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa Negeri Tirai Bambu berhasil mengakses dan meniru sebagian teknologi pesawat siluman F-35 milik Amerika Serikat. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Beijing memiliki beberapa jalur potensial yang memungkinkan pemahaman mendalam terhadap sistem canggih pesawat tempur generasi kelima tersebut. Salah satu dugaan utama adalah aksi spionase siber. Peretas […]

  • Makna Spiritual Kalajengking! Simbol Transformasi, Perlindungan, atau Pertanda Bahaya?

    Makna Spiritual Kalajengking! Simbol Transformasi, Perlindungan, atau Pertanda Bahaya?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Samantha Maffucci DENPASAR – Kalajengking selama ribuan tahun dikenal sebagai salah satu hewan yang paling ditakuti karena sengatannya yang mematikan. Namun, di balik citra menyeramkan tersebut, berbagai tradisi dan kepercayaan di dunia justru menempatkan kalajengking sebagai simbol spiritual yang sarat makna, mulai dari transformasi hidup, perlindungan diri, hingga kelahiran kembali. Dalam kajian simbolisme, kalajengking tidak […]

  • Moonstone Beach Lounge Marks Its First Anniversary with “Wonderful Night” Celebration

    Moonstone Beach Lounge Marks Its First Anniversary with “Wonderful Night” Celebration

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 8667Komentar

    GIANYAR – Bali’s beach lifestyle scene is set to shine even brighter as Moonstone Beach Lounge, one of the island’s rising icons, celebrates its 1st anniversary with a spectacular event themed “Wonderful Night” on Saturday, September 6, 2025. Since opening in 2024 on the shores of Purnama Beach, Moonstone has become a favorite destination for […]

  • Noel Singgung Partai Tiga Huruf dalam Kasus Pemerasan Sertifikat K3 Kemenaker

    Noel Singgung Partai Tiga Huruf dalam Kasus Pemerasan Sertifikat K3 Kemenaker

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    JAKARTA — Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel, kembali menyinggung dugaan keterlibatan partai politik dalam kasus pemerasan pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan. Namun, Noel masih enggan mengungkap identitas partai yang dimaksud secara terbuka. Dalam sidang lanjutan perkara tersebut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (9/2/2026), Noel […]

  • AWDI Kawal Pengesahan dan Pengukuhan Legalitas PP-PPKRI 2026

    AWDI Kawal Pengesahan dan Pengukuhan Legalitas PP-PPKRI 2026

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    PP-PPKRI menata kembali kepengurusan dan legalitas organisasi, sementara AWDI mendorong pelestarian nilai perjuangan, persatuan, serta edukasi masyarakat di tengah arus informasi digital. JAKARTA – Pengurus Pusat Pejuang Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PP-PPKRI) menggelar agenda pengesahan badan hukum sekaligus pembacaan struktur kepengurusan baru di Resto Kaje Pakage, Jalan Cipinang Cempedak I/17, Jakarta Timur, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan […]

expand_less