Breaking News
light_mode

Jalan Kelepasan! Melepas Keterikatan Duniawi, Bukan Berarti Menjauhi Kehidupan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Melepaskan bukan berarti kehilangan. Terkadang, melepaskan adalah cara untuk memberikan ruang bagi ketenangan, pertumbuhan, dan kehidupan yang baru.

DENPASAR – Jalan kelepasan dalam kehidupan spiritual dimaknai sebagai upaya membebaskan diri dari keterikatan terhadap kehidupan duniawi. Pandangan tersebut menekankan bahwa menjalani kehidupan secara baik tidak berarti seseorang harus meninggalkan kehidupan dunia atau hidup dalam kemiskinan.

Ia menjelaskan, inti dari kehidupan spiritual justru terletak pada kemampuan seseorang menjalani kehidupan secara penuh, tetapi tidak menggantungkan keberadaan dirinya pada hal-hal duniawi.

“Ajaran tertinggi di kehidupan ini adalah jalan kelepasan, yaitu melepas keterikatan dan tidak terikat pada duniawi. Maksudnya berspiritual bukan harus menjadi orang miskin atau tidak duniawi, tetapi mengerjakan hidup sebaik-baiknya tanpa keterikatan,” ujarnya.

Menurutnya, keterikatan menjadi persoalan ketika seseorang menjadikan sesuatu yang bersifat sementara sebagai bagian mutlak dari dirinya. Padahal, tubuh manusia pada akhirnya akan mengalami kematian dan manusia kehilangan kendali atas tubuh fisiknya.

“Sebab tubuh kita pun pasti mati dan kehilangan kendali atas tubuh ini. Namun, keterikatan pada dunia yang membuat roh terbelenggu memori hidup,” katanya.

Dalam pandangan spiritual yang disampaikannya, alam roh juga dipahami memiliki kondisi yang beragam. Ia menyebut adanya konsep Rwa Bhineda, yakni dua sisi yang berlawanan, termasuk gambaran alam roh yang baik dan buruk yang dalam pemahaman keagamaan dikenal sebagai surga dan neraka.

“Alam roh sendiri masih mengandung dua sisi Rwa Bhineda. Alam roh yang kondisinya lebih baik disebut sebagai sorga, sedangkan alam roh yang buruk dikenal sebagai neraka,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa tujuan tertinggi kehidupan spiritual bukan semata-mata mengejar surga atau menghindari neraka. Menurutnya, terdapat pemahaman mengenai penyatuan kembali dengan sumber kehidupan atau Paramaatman.

“Sedangkan yang satu dengan Tuhan, ketika matinya tubuh, pergi atau menyatu kembali kepada sumber cahaya. Itulah kenapa meditasi cahaya itu penting, karena sumber dari cahaya adalah asal mula kita yaitu Paramaatman,” tuturnya.

Dalam penjelasannya, alam roh ditempatkan sebagai bagian dari wilayah mistik yang berkaitan dengan kekuatan roh. Ia juga mengaitkan konsep tersebut dengan keberadaan dewa-dewa pembantu dalam kehidupan manusia.

“Alam roh adalah alam mistik. Kekuatan mistik atau kekuatan roh itulah yang bisa berwujud para dewa pembantu untuk memudahkan hidup kita saat di badan kasar,” jelasnya.

Ia membedakan antara badan kasar, roh atau badan halus, dan jiwa sebagai bagian dari pemahaman spiritual yang disampaikannya. Menurutnya, roh berperan sebagai perlengkapan kehidupan yang menopang keberadaan badan kasar, sedangkan jiwa menjadi unsur yang menghidupkan roh sekaligus berkaitan dengan kesadaran manusia.

“Roh itu sendiri perlengkapan hidup yang menopang kehidupan badan kasar, sedangkan jiwa adalah yang menghidupi roh atau badan halus. Jiwa inilah yang memiliki kesadaran hidup, yaitu kesadaran hidup masing-masing kita,” katanya.

Dalam kerangka pemikiran tersebut, ia menyebut jiwa sebagai Atman atau Sang Hidup yang diyakini bersumber dari Paramaatman atau Sang Maha Hidup.

“Jiwa penghidup roh maupun kesadaran itu sendiri tidak lain adalah Atman atau Sang Hidup yang asal mulanya Paramaatman, Sang Maha Hidup,” ujarnya.

Ia kemudian menekankan bahwa pemahaman tersebut tidak seharusnya menjadi sumber ketakutan terhadap kematian ataupun gambaran mengenai surga dan neraka. Menurutnya, manusia pada hakikatnya bukan hanya tubuh fisik maupun badan halus, melainkan kesadaran yang bersumber dari Atman.

“Itu saja kuncinya, tidak perlu takut bakal ke neraka atau sorga sekalipun. Sebab kita bukan badan kasar, bukan juga badan halus. Kita hanyalah sebatas kesadaran dari Sang Atman itu sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, penderitaan manusia dalam kehidupan sehari-hari dalam pandangan spiritual tersebut berkaitan dengan kemelekatan dan ketidaktahuan. Berbagai gejolak rasa yang muncul selama kehidupan kemudian dapat membuat seseorang terikat pada pengalaman, keadaan, maupun objek tertentu.

“Sebenarnya kesadaran dari Sang Atman inilah yang merasakan penderitaan hidup disebabkan oleh kemelekatan karena ketidaktahuan. Sehingga dirinya menderita oleh gejolak rasa hidup yang tidak lain hanyalah produk rasa selama masih berada di badan kasar maupun yang melekat di badan halus karena keterikatan,” pungkasnya

Pandangan tersebut menempatkan jalan kelepasan bukan sebagai penolakan terhadap kehidupan, melainkan sebagai proses memahami kehidupan tanpa menjadikan segala sesuatu yang bersifat sementara sebagai sumber keterikatan. Dengan demikian, menjalani kehidupan secara maksimal dan menjaga keseimbangan batin dipandang dapat berjalan beriringan dengan praktik spiritual.

Matahari Atlantis

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Deadlock Rekomendasi BTID, Pansus TRAP Diminta Konsisten dan Libatkan Masyarakat Lokal

    Deadlock Rekomendasi BTID, Pansus TRAP Diminta Konsisten dan Libatkan Masyarakat Lokal

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Polemik terkait rekomendasi Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali terhadap PT Bali Turtle Island Development (BTID) selaku pengelola KEK Kura-Kura Bali masih menemui jalan buntu. Rekomendasi yang sedianya disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (18/5), ditunda karena adanya perbedaan pandangan internal. Tokoh masyarakat Dr. I Nyoman […]

  • China Pasang Kubah Raksasa Anti Polusi di Jinan, Inovasi Ramah Lingkungan di Tengah Kota

    China Pasang Kubah Raksasa Anti Polusi di Jinan, Inovasi Ramah Lingkungan di Tengah Kota

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    Jinan, Tiongkok — Sebuah inovasi mengejutkan hadir dari kota Jinan, China, dengan pemasangan kubah tiup raksasa setinggi 50 meter di atas lokasi konstruksi untuk mengurangi polusi debu dan kebisingan. Struktur unik ini mencakup area sekitar 20.000 meter persegi dan dibuat dari bahan tahan cuaca yang kuat, menjadikannya salah satu solusi lingkungan paling inovatif dalam pengembangan […]

  • Gelombang Penolakan Masjid di Fujisawa Picu Perdebatan Toleransi dan Tata Ruang

    Gelombang Penolakan Masjid di Fujisawa Picu Perdebatan Toleransi dan Tata Ruang

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Fujisawa, Jepang — Rencana pembangunan sebuah masjid besar di Fujisawa memicu gelombang penolakan dari ribuan warga setempat. Aksi demonstrasi yang berlangsung pada akhir pekan itu menjadi sorotan publik karena menyoroti isu sensitif terkait toleransi beragama, identitas budaya, hingga tata ruang perkotaan di Jepang, pada Minggu (12/4). Massa aksi berkumpul di pusat kota dengan membawa spanduk […]

  • Rotasi Pejabat Kejati Diharapkan Hentikan ‘Bayang-Bayang Hibah’ yang Diduga Hambat Penegakan Hukum

    Rotasi Pejabat Kejati Diharapkan Hentikan ‘Bayang-Bayang Hibah’ yang Diduga Hambat Penegakan Hukum

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Ray
    • 12Komentar

    DENPASAR – Pergantian pejabat di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali memunculkan harapan baru bagi masyarakat. Banyak yang berharap perubahan ini tak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk mengembalikan marwah penegakan hukum yang bersih dari pengaruh dana hibah—yang selama ini diduga menjadi “tameng” bagi sejumlah kasus besar di Bali. Masyarakat menilai, hibah yang seharusnya menjadi hak […]

  • “TIDAK DIJUAL” Kuasa Hukum Hartono Peringatkan Publik Soal Transaksi SHM Bermasalah

    “TIDAK DIJUAL” Kuasa Hukum Hartono Peringatkan Publik Soal Transaksi SHM Bermasalah

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR — Konflik hukum terkait Sertifikat Hak Milik (SHM) di kawasan Padang Sambian Kelod, Denpasar Barat, kembali memanas. Kuasa hukum Hartono melayangkan bantahan keras atas klaim I Wayan Laya yang menyatakan dirinya sebagai pemegang cessie sekaligus berencana mengajukan lelang atas SHM dengan NIB 22.09.000034061.0 (dahulu SHM No. 2393). Dalam keterangan tertulis tertanggal 14 April 2026, […]

  • Eksodus Talenta Berlanjut, Desainer Kunci iPhone Air Tinggalkan Apple untuk Gabung Startup AI Misterius

    Eksodus Talenta Berlanjut, Desainer Kunci iPhone Air Tinggalkan Apple untuk Gabung Startup AI Misterius

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    CALIFORNIA – Arus hengkangnya talenta elite Apple kembali berlanjut. Kali ini, Abidur Rahman Chowdhury—desainer utama di balik konsep iPhone Air, perangkat futuristik yang belakangan ramai diperbincangkan—resmi meninggalkan perusahaan setelah bertahun-tahun menjadi bagian penting tim desain industri Apple. Kepergian Chowdhury memicu perhatian luas di industri teknologi global. Sosoknya dikenal sebagai desainer yang mendorong batas estetika dan […]

expand_less