Breaking News
light_mode

Niji No Kagayaki, Niji Ga Genki Ni Afurete Iru

  • account_circle Ray
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Dari Negeri Matahari Terbit, tempat hamparan subur bunga sakura, Dai Nippon (Jepang), saya mengawali coretan sederhana ini:

“Niji no kagayaki, niji ga genki ni afurete iru.”

“Pelangi yang berkilau, pelangi yang memberi semangat.”

Saya yakin, kebanyakan orang akan merasa senang ketika dapat melihat pelangi. Warna-warninya lembut, indah, dan memanjakan mata. Namun, pelangi tidak selalu mudah kita temui. Tanpa adanya hujan, sang pelangi tidak akan muncul. Bahkan setelah hujan turun sekalipun, ia belum tentu hadir menghiasi langit.

Dari situlah saya memetik sebuah pelajaran sederhana tentang kehidupan.

Hujan lebat sering kali menjadi masalah bagi kebanyakan orang. Rumah bocor, banjir, kemacetan, bahkan berbagai penyakit dapat muncul setelahnya. Namun, begitu melihat pelangi, seolah-olah seluruh perasaan resah, gelisah, dan gundah gulana itu tiba-tiba berubah menjadi rasa kagum dan takjub.

Hal yang sama terjadi dalam kehidupan kita. Ketika sedang dirundung berbagai persoalan, kita seolah tidak mampu melihat sesuatu yang baik di balik semua itu. Hati dipenuhi kecemasan, kegelisahan, keresahan, bahkan keluh kesah yang tak henti-hentinya keluar dari mulut kita dalam berbagai umpatan dan kekesalan.

Namun, ketika masalah tersebut akhirnya terlewati, perlahan kita mulai mampu melihat hikmah dari segala sesuatu yang telah terjadi. Kita dapat menoleh ke belakang, tersenyum, bahkan tertawa lepas mengingat masa-masa yang dahulu terasa begitu berat.

Perlu kita pahami bahwa masalah adalah sahabat dalam kehidupan. Tanpa masalah, kehidupan mungkin tidak akan benar-benar mengajarkan kita arti kehidupan. Setiap orang pasti memiliki jatah takdir untuk merasakan kebahagiaan, dan itu bukan hanya sekali. Namun, setiap orang juga memiliki “musim penghujan” dalam hidupnya, yakni masa ketika kita dihujani berbagai persoalan dan rintangan.

Masalah merupakan salah satu proses pendewasaan. Ia menjadi bagian dari perjalanan hidup yang mengajarkan kita untuk tumbuh, berkembang, menjadi lebih kuat, dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Maka, pesan saya kepada diri sendiri dan kepada siapa pun yang sedang menghadapi masalah: tetaplah berpikir tenang dan positif ketika persoalan menyapa kehidupan. Percayalah, segala sesuatu akan menemukan waktunya untuk berganti menjadi lebih baik, layaknya pelangi yang hadir setelah hujan turun sebagai anugerah dari Ida Hyang Widhi Wasa.

Sesungguhnya, setiap orang memiliki pelangi dalam kehidupannya. Karena itu, setiap orang juga pasti memiliki “musim penghujan” dalam hidupnya.

Maka, ketika badai datang menerpa kehidupan, ingatlah bahwa kita semua sedang menantikan pelangi yang kelak akan mewarnai hidup dengan keindahan. Sebuah keindahan yang mungkin selama ini belum mampu kita lihat karena kita masih berada di tengah derasnya hujan.

Jadikan setiap persoalan sebagai ruang untuk belajar dari kehidupan. Ambillah hikmah dari setiap kejadian. Bangun optimisme dalam diri, lalu bangkitlah kembali sebagai pribadi yang dipenuhi energi inspiratif, menjadi lebih tangguh dalam menjalani kehidupan, sekaligus belajar mensyukuri setiap nikmat dan perjuangan yang telah Tuhan berikan.

Di penghujung tulisan ini, saya mengutip judul lagu Latin lawas yang turut menginspirasi perjalanan hidup:

“Oye Como Va.”

Bagi saya, kalimat itu menjadi pengingat untuk terus melangkah, menikmati perjalanan, dan menjalani setiap jalan takdir yang telah digariskan Tuhan.

Sebab pada akhirnya, perjalanan hidup ini akan membawa kita menuju satu tujuan: kembali kepada Tuhan.

– Man Tayax –

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FOX Jimbaran Beach Bali Gandeng Bentuk Bali, Ajak Wisatawan Belajar Membatik

    FOX Jimbaran Beach Bali Gandeng Bentuk Bali, Ajak Wisatawan Belajar Membatik

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    Kolaborasi FOX Co-Lab menghadirkan pengalaman budaya yang memadukan seni batik, kreativitas, dan hospitality di Jimbaran. JIMBARAN, BALI – FOX Jimbaran Beach Bali memperkuat konsep pengalaman wisata berbasis budaya melalui program FOX Co-Lab bersama Bentuk Bali. Program kolaborasi tersebut mengajak peserta mengenal sekaligus mempraktikkan seni membatik dengan sentuhan motif yang terinspirasi dari kekayaan budaya Bali. Kegiatan […]

  • Deva Dianjaya Rilis Album Perdana Pendevasaan Play Button

    Deva Dianjaya Rilis Album Perdana Pendevasaan

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Suguhkan Single “Dulu Kau Indah” Bertempo Upbeat Bertema Patah Hati   DENPASAR – Musisi dan penyanyi solo Deva Dianjaya resmi merilis album perdananya bertajuk Pendevasaan, dengan single utama dan video klip Dulu Kau Indah yang diluncurkan pada Jumat, 4 Juli 2025. Rilisan ini tersedia di kanal YouTube Deva, Spotify, serta seluruh platform digital streaming lainnya. […]

  • Penutupan Konsulat AS di Medan Jadi Sinyal Strategis Geopolitik Baru bagi Indonesia

    Penutupan Konsulat AS di Medan Jadi Sinyal Strategis Geopolitik Baru bagi Indonesia

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Sumber berita: Nasional.Kompas.com, Dikutip dari,  Penulis : Sudiyatmiko Aribowo, Editor : Sandro Gatra,  Editor 2 : Ray AS Tutup Konsulat Medan, Sinyal Strategis untuk Indonesia? Peneliti: Efisiensi Anggaran Bisa Berujung pada Biaya Strategis JAKARTA – Rencana penutupan Konsulat Amerika Serikat (AS) di Medan memunculkan perhatian di tengah dinamika geopolitik kawasan Asia Tenggara. Meski Pemerintah AS […]

  • BI Bali Anugerahi PT Dirgahayu Valuta Prima sebagai KUPVA Terbaik 2025

    BI Bali Anugerahi PT Dirgahayu Valuta Prima sebagai KUPVA Terbaik 2025

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali kembali menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 dengan mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Saing”. Forum strategis tahunan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat optimisme pemulihan ekonomi sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor di Bali. Dalam agenda tersebut, BI […]

  • UTBK Mandiri Unud 2025 Diikuti 2.172 Peserta, Turun dari Tahun Lalu

    UTBK Mandiri Unud 2025 Diikuti 2.172 Peserta, Turun dari Tahun Lalu

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Jimbaran, 12 Juli 2025 — Universitas Udayana (Unud) kembali menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Mandiri untuk Program Diploma dan Sarjana Tahun 2025. Ujian ini berlangsung selama dua hari, pada 11 dan 12 Juli 2025, yang dibagi ke dalam dua sesi setiap harinya dan diikuti sebanyak 2.172 peserta. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun […]

  • Ketua LBH Wayan Swandi Sebut MDA Superbodi kolonialisasi struktural, Rusak Otonomi Desa Adat

    Ketua LBH Wayan Swandi Sebut MDA Superbodi kolonialisasi struktural, Rusak Otonomi Desa Adat

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Ketua LBH Cinta Lingkungan dan Pencari Keadilan (CL & PK) Provinsi Bali, I Wayan Swandi, S.H., melontarkan kritik tajam terhadap eksistensi Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali. Tokoh yang juga menjabat sebagai Penyarikan Desa Adat Gulinten periode 2023–2028 itu menilai bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) MDA telah keluar dari jalur […]

expand_less