Breaking News
light_mode

Diplomasi Moralitas, Wilson Lalengke Serahkan Buku “Ijazah Jokowi” kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Sebuah momen diplomasi kebudayaan yang unik dan sarat pesan moral mendalam terjadi di Kediaman Resmi Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 24 Juni 2026. Usai menggelar sesi press briefing resmi mengenai berbagai isu geopolitik global dan perkembangan dunia terkini di hadapan puluhan awak media nasional serta internasional, Duta Besar Rusia, Mr. Sergey Tolchenov, menerima sebuah cendera mata khusus dari Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke.

Cendera mata yang diserahkan tersebut berupa buku karya Wilson Lalengke yang berjudul “IJAZAH JOKOWI: Pertaruhan Moralitas Bangsa dan Refleksi Kejujuran (Sebuah Renungan Filosofis)”. Sebagai penulis, tokoh pers nasional itu menyatakan rasa bahagia dan terhormat karena dapat menyerahkan buah pikirannya secara langsung kepada representasi diplomatik tertinggi Rusia di Indonesia.

Dalam penjelasannya, Wilson Lalengke menegaskan bahwa penyerahan buku ini tidak bertujuan untuk masuk ke dalam pusaran perdebatan teknis mengenai otentisitas dokumen yang belakangan ini mengguncang dinamika politik di dalam negeri. Sebaliknya, esensi utama dari buku tersebut terletak pada pesan moral yang jauh lebih universal.

“Buku ini tidak dirancang untuk sekadar membahas asli atau palsunya selembar ijazah,” ujar Wilson Lalengke di hadapan media.

Fokus fundamental dari karya ini, lanjutnya, adalah menggarisbawahi urgensi karakter yang jujur, integritas tanpa kompromi, dan nilai-nilai moralitas yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Nilai-nilai ini mengikat siapa saja – baik mereka yang menduduki takhta kepemimpinan tertinggi negara maupun masyarakat biasa.

“Buku ini juga bukan hanya untuk warga negara Indonesia, melainkan kewajiban etis bagi setiap insan di muka bumi,” terangnya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya sang tuan rumah, Wilson Lalengke memperlihatkan bahwa pada halaman pertama buku yang dihadiahkan tersebut, ia secara khusus menuliskan sebuah kutipan dari pepatah klasik Rusia yang sangat termasyhur.

“One honest word is worth more than the whole world” (Satu kata yang jujur lebih bernilai daripada seluruh dunia).

Mendapat persembahan literatur yang menyitir kearifan lokal negerinya, Duta Besar Sergey Tolchenov mengekspresikan rasa sukacita serta apresiasi yang tinggi. Dirinya menyampaikan terima kasih atas inisiatif intelektual tersebut yang dinilai mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) kedua negara. Selain kepada Dubes Tolchenov, Wilson Lalengke juga memberikan buku yang sama kepada Mr. Alexander Tumayikin selaku Kepala Biro Humas dan Media Kedutaan Besar Rusia.

Peristiwa penyerahan buku ini membawa refleksi yang mendalam jika ditinjau dari sudut pandang filsafat moral barat. Penekanan Wilson Lalengke pada “karakter jujur dan integritas” sangat selaras dengan konsep Etika Deontologi yang dicetuskan oleh filsuf Jerman, Immanuel Kant (1724-1804).

Dalam pandangan Kant, kejujuran bukanlah sebuah instrumen yang digunakan demi mencapai tujuan politik atau pencitraan tertentu, melainkan sebuah Categorical Imperative (perintah mutlak). Bagi Kant, berkata jujur adalah kewajiban moral fundamental yang tidak dapat ditawar oleh situasi apa pun. Ketika seorang pemimpin atau individu berkompromi dengan ketidakjujuran, ia tidak hanya membohongi publik, tetapi juga meruntuhkan martabat kemanusiaannya sendiri.

Selain itu, filsuf Yunani Klasik, Martin Heidegger (1889-1976), sering membahas esensi kebenaran sebagai Aletheia, yaitu sebuah kondisi keterbukaan atau penyingkapan dari kabut ketidakpastian. Pepatah Rusia yang dikutip oleh Wilson Lalengke menegaskan bahwa satu kata jujur yang menyingkap kebenaran memiliki bobot ontologis yang lebih besar daripada kemegahan material duniawi. Pertemuan di Kuningan ini menjadi pengingat bahwa di era modern yang penuh dengan disinformasi, kejujuran tetap menjadi mata uang universal dalam diplomasi kemanusiaan. (TIM/Red)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Media GATRA DEWATA Terima Penghargaan Dari Kerajaan Maroko

    Media GATRA DEWATA Terima Penghargaan Dari Kerajaan Maroko

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    JAKARTA – Melalui Duta besar kerajaan Maroko untuk Indonesia, Mr. Quadia Benabdellah, berkenan menganugerahkan sertifikat penghargaan kepada Media Gatra Dewata dan 217 Media Massa lainnya se-Indonesia atas partisipasi dan kerjasama dalam pemberitaan yang dilakukan selama ini, khususnya memberitakan tentang pengakuan Amerika Serikat terhadap kedaulatan Kerajaan Maroko atas wilayah Sahara Barat. Acara tersebut dilakukan di di […]

  • Muhammadiyah Bali Dinilai Jadi Teladan Toleransi, Takbiran Idulfitri Dilakukan Lirih Saat Nyepi

    Muhammadiyah Bali Dinilai Jadi Teladan Toleransi, Takbiran Idulfitri Dilakukan Lirih Saat Nyepi

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengapresiasi langkah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali dalam menjaga harmoni saat perayaan Idulfitri yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Menurut Haedar, kebijakan PWM Bali yang mengacu pada kesepakatan bersama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menunjukkan praktik toleransi yang patut dijadikan contoh di tingkat nasional. […]

  • CommFest 2026 LSPR Bali Tampilkan Proyek Komunikasi Mahasiswa yang Berdampak Nyata bagi Masyarakat

    CommFest 2026 LSPR Bali Tampilkan Proyek Komunikasi Mahasiswa yang Berdampak Nyata bagi Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 260Komentar

    Denpasar – LSPR Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan komunikasi yang berbasis praktik melalui penyelenggaraan LSPR Communication Festival (CommFest) 2026 bertajuk Wave of Communication. Kegiatan yang digelar di Auditorium LSPR Bali, Jumat (3/7), menjadi ajang bagi mahasiswa Public Relations dan Marketing Communication Batch 5 mempresentasikan berbagai proyek komunikasi yang telah memberikan manfaat langsung kepada […]

  • FOTO Bali Festival 2026 Dibuka di Nuanu, Hadirkan Seniman dari 24 Negara dan Perkuat Jejaring Fotografi Asia Tenggara

    FOTO Bali Festival 2026 Dibuka di Nuanu, Hadirkan Seniman dari 24 Negara dan Perkuat Jejaring Fotografi Asia Tenggara

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR – FOTO Bali Festival 2026 resmi dibuka di Nuanu Creative City, Bali, Rabu (3/6), menandai dimulainya penyelenggaraan edisi kedua festival fotografi internasional yang akan berlangsung hingga 12 Juli 2026. Mengusung tema Afterimage, festival ini menghadirkan 36 seniman dari 24 negara melalui berbagai program pameran, diskusi, lokakarya, proyeksi karya, hingga kegiatan publik yang berlangsung selama […]

  • FOX Hotel Jimbaran Beach Bali Hadirkan Pengalaman Menginap Mewah dengan Sentuhan Budaya Lokal

    FOX Hotel Jimbaran Beach Bali Hadirkan Pengalaman Menginap Mewah dengan Sentuhan Budaya Lokal

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 78Komentar

    Badung, 14 Juli 2025 — Menyatu dalam keindahan alam dan budaya Bali, FOX Hotel Jimbaran Beach Bali mempersembahkan pengalaman menginap yang menggabungkan kenyamanan modern dengan kehangatan khas Pulau Dewata. Terletak strategis di kawasan Jimbaran yang dikenal dengan pantai eksotis dan kuliner lautnya, hotel ini menjadi pilihan sempurna bagi wisatawan yang menginginkan relaksasi, petualangan, maupun perjalanan […]

  • Benarkah Santet Bekerja? Praktisi Pengembangan Diri Soroti Peran Pikiran dan Keyakinan dalam Membentuk Realitas

    Benarkah Santet Bekerja? Praktisi Pengembangan Diri Soroti Peran Pikiran dan Keyakinan dalam Membentuk Realitas

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    DENPASAR – Kepercayaan terhadap santet, pelet, dan berbagai bentuk ilmu gaib masih hidup di tengah masyarakat Indonesia. Tidak sedikit orang yang meyakini bahwa niat buruk seseorang dapat memengaruhi kesehatan, keberuntungan, bahkan perjalanan hidup orang lain. Namun, pandangan berbeda disampaikan sejumlah praktisi pengembangan diri yang mengaitkan fenomena tersebut dengan cara kerja pikiran bawah sadar dan sistem […]

expand_less