Taklukkan Bentang Jawa 1.500 Km, Yogi Sukma Finish Setelah 6,5 Hari Mengayuh
- account_circle Admin
- calendar_month 22 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dari 200 peserta yang tampil di Bentang Jawa 2026, Yogi Sukma menuntaskan tantangan ultra-cycling lintas Pulau Jawa dalam perjalanan sekitar enam setengah hari.
BALI — Perjalanan ekstrem melintasi Pulau Jawa sejauh sekitar 1.500 kilometer berhasil dituntaskan Yogi Sukma, Project Development BTID, dalam ajang Bentang Jawa 2026. Ia mencatat waktu sekitar 6,5 hari sejak garis start hingga mencapai finis setelah melewati rangkaian medan berat dari barat menuju timur Pulau Jawa.

Bentang Jawa 2026 berlangsung pada 16–22 Agustus 2026 dengan rute utama dari Carita, Banten, menuju Banyuwangi, Jawa Timur. Penyelenggara menetapkan batas waktu maksimal 156 jam atau sekitar 6,5 hari untuk menyelesaikan perjalanan.
Ajang ini bukan balap sepeda konvensional. Bentang Jawa menggunakan konsep unsupported ultra cycling, sehingga peserta harus mengandalkan kemampuan sendiri selama perjalanan. Mulai dari navigasi, makanan dan hidrasi, istirahat, keselamatan, hingga penanganan kendala sepeda menjadi tanggung jawab masing-masing peserta.
Tantangan tersebut semakin berat karena rute Bentang Jawa memiliki total kenaikan elevasi sekitar 16.000 meter. Peserta melintasi beragam karakter medan, mulai kawasan pesisir, perbukitan, pegunungan hingga hutan, dengan perubahan kondisi cuaca dan temperatur yang ekstrem.
Pada edisi 2026, sebanyak 200 pesepeda terkonfirmasi mengikuti ajang tersebut. Mereka terdiri atas 146 peserta kategori Solo dan 54 peserta kategori Pair. Kompetisi juga mendapat perhatian internasional dengan kehadiran 29 pesepeda dari 13 negara.
Penyelenggara Bentang Jawa menjelaskan, konsep perlombaan memang dirancang untuk menguji daya tahan dan kemampuan peserta mengambil keputusan secara mandiri.
“Bentang Jawa is an unsupported ultra cycling race and self-navigation across Java Island,” demikian penjelasan resmi penyelenggara mengenai karakter utama ajang tersebut.

Dalam konteks tersebut, keberhasilan Yogi mencapai garis finis menjadi catatan tersendiri. Selama sekitar enam setengah hari, ia harus menjaga stamina sekaligus mengatur ritme perjalanan agar mampu bertahan menghadapi jarak panjang, tanjakan, perubahan cuaca, rasa lelah, serta tekanan mental yang muncul sepanjang perjalanan.
Perjalanan 1.500 kilometer juga menuntut peserta tidak sekadar memiliki kemampuan fisik. Strategi mengatur tenaga, menentukan waktu beristirahat, menjaga asupan energi dan cairan, membaca navigasi, hingga mengambil keputusan ketika menghadapi persoalan teknis menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan seorang peserta.
Bentang Jawa 2026 sendiri dimulai dari Carita pada 16 Agustus 2026 pukul 05.30 WIB. Garis finis berada di Banyuwangi dengan batas akhir pada 22 Agustus 2026 pukul 17.30 WIB.
Sejumlah peserta berhasil mencatat waktu jauh lebih cepat. Zidan Attala Nouval Hidayat menjadi finisher pertama kategori Solo Male setelah menyelesaikan sekitar 1.500 kilometer dalam 3 hari 9 jam 43 menit.
Namun, Bentang Jawa tidak hanya berbicara tentang siapa yang tercepat. Bagi peserta yang mampu bertahan hingga garis finis, perjalanan tersebut menjadi pembuktian atas daya tahan, kedisiplinan, strategi dan kemampuan melewati batas kemampuan diri.
Bagi Yogi Sukma, keberhasilan menyelesaikan Bentang Jawa 2026 menjadi sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa tantangan sepanjang 1.500 kilometer dapat ditaklukkan dengan persiapan, konsistensi dan mental pantang menyerah.
Enam setengah hari berada di atas sepeda bukan sekadar perjalanan dari titik barat ke timur Pulau Jawa. Setiap kilometer menjadi bagian dari ujian panjang untuk mempertahankan fokus ketika tubuh mulai kehilangan tenaga dan kondisi perjalanan semakin menuntut.
Dengan menuntaskan Bentang Jawa 2026, Yogi tidak hanya membawa pulang status sebagai finisher, tetapi juga sebuah pengalaman ultra-cycling yang mempertemukan ketahanan fisik, kekuatan mental dan keberanian untuk terus bergerak hingga garis akhir.
1.500 kilometer.
6,5 hari perjalanan.
Satu tekad untuk menaklukkan Pulau Jawa.
Bagi Yogi Sukma, garis finis bukan sekadar akhir perjalanan, melainkan penanda bahwa batas kemampuan dapat terus didorong ketika tekad untuk menyelesaikan tantangan tetap terjaga.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar