Breaking News
light_mode

Baru 15 Persen Terbangun, KEK Kura Kura Bali Kejar Investasi Besar hingga 2029

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BTID mencatat investasi terealisasi Rp1,79 triliun hingga triwulan II 2026. Sebanyak 19 proyek disiapkan, mulai dari marina internasional, hunian, pendidikan hingga Knowledge District.

DENPASAR — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali masih memiliki ruang pengembangan yang sangat luas. Dari total kawasan mencapai 498 hektare, pembangunan fisik hingga kini baru mencakup sekitar 15 persen.

Kondisi tersebut membuka peluang investasi baru dalam skala besar. Pengelola KEK Kura Kura Bali, PT Bali Turtle Island Development (BTID), telah menyiapkan sejumlah proyek strategis dalam master plan investasi periode 2025–2029.

Hingga triwulan II 2026, investasi yang telah terealisasi tercatat mencapai Rp1.796,82 miliar. Investasi tersebut berasal dari tiga pelaku usaha dan telah menyerap sekitar 5.316 tenaga kerja.

Sementara nilai investasi pembangunan yang telah dikucurkan sejak proses pengusulan KEK hingga saat ini mencapai Rp2.850,58 miliar.

Presiden Direktur PT BTID Tuti Hadiputranto bersama Presiden Komisaris PT BTID Tantowi Yahya menyampaikan perkembangan tersebut saat menerima kunjungan kerja reses Komisi XII DPR RI di KEK Kura Kura Bali, Kamis (23/7/2026).

KEK Kura Kura Bali dikembangkan dengan fokus pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pengelola menargetkan pembangunan 19 proyek yang mencakup perdagangan, marina, hunian, pendidikan, fasilitas wisata hingga industri kreatif.

Outlet Mall Terbesar di Bali

Salah satu proyek yang menjadi prioritas adalah Sira Village Grand Outlet Bali (GOB), yang dikembangkan bersama Mitsubishi di atas lahan sekitar empat hektare.

Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi outlet mall berskala besar dan menjadi salah satu destinasi belanja baru di Bali. Soft opening dijadwalkan pada 31 Juli 2026.

Tuti mengatakan konsep outlet mall tersebut diharapkan dapat menarik wisatawan yang selama ini menjadikan aktivitas belanja sebagai bagian dari perjalanan ke luar negeri.

“Di Bali belum pernah ada fasilitas seperti ini. Ini merupakan satu-satunya outlet mall yang ada di Bali. Kebetulan, soft opening-nya akan dilaksanakan pada 31 Juli 2026,” kata Tuti Hadiputranto.

Marina Internasional Disiapkan

Pengembangan lain yang menjadi perhatian adalah proyek Marina Revetment dan Promenade. Proyek tersebut merupakan bagian dari rencana menghadirkan marina bertaraf internasional di KEK Kura Kura Bali.

Tahap awal dilakukan melalui pembangunan seawall atau penguatan garis pantai untuk mengantisipasi erosi. Setelah itu, kawasan akan dilengkapi promenade yang memungkinkan pengunjung berjalan di sepanjang area pesisir.

“Pembangunan dimulai dengan refitment atau seawall yang ada di sekeliling pantai agar tidak mengalami erosi. Kemudian, ada Promenade, yaitu jalan di samping pantai,” ujar Tuti.

Marina tersebut dirancang mampu menampung hingga 140 yacht. Area pendukungnya akan dilengkapi apartemen, retail, hotel, fasilitas hiburan serta berbagai fasilitas eksklusif.

Selain marina, BTID juga menyiapkan Azure Residence, kawasan hunian yang ditawarkan kepada pasar. Pengembang menargetkan show unit proyek tersebut rampung pada 2026.

Proyek Nursery juga masuk dalam agenda pengembangan kawasan.

Investasi Berbasis Lingkungan

BTID menyatakan pengembangan KEK Kura Kura Bali tidak semata mengejar pertumbuhan investasi, tetapi juga diarahkan pada prinsip keberlanjutan lingkungan.

Sejumlah fasilitas yang telah dan sedang dikembangkan antara lain Kura-Kura Cove, Eco Tent, UID Campus, Surf-Surf by the Waves dan Three Mountains yang mengusung konsep bangunan bambu.

Tuti menegaskan pendekatan pembangunan kawasan mengacu pada konsep Tri Hita Karana dengan memperhatikan hubungan manusia, lingkungan dan aspek spiritual.

“Kami berpegang pada Tri Hita Karana. Karena itu, kami juga menghormati alam. Semua bangunan mengacu pada sustainability dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Konsep tersebut juga diterapkan pada infrastruktur jalan melalui penggunaan permeable pavement. Material tersebut memungkinkan air hujan meresap kembali ke tanah.

“Kami meyakini bahwa air hujan nantinya dapat langsung masuk ke tanah. Jadi, kembali lagi, bagaimana kami memikirkan mengenai lingkungan,” tutur Tuti.

Di dalam kawasan juga terdapat kanal air yang menyerupai sungai serta tujuh danau yang berfungsi menampung air hujan. Air yang ditampung kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan penyiraman lanskap kawasan.

Utilitas Dibangun di Bawah Tanah

Dari sisi infrastruktur dasar, KEK Kura Kura Bali telah membangun jaringan dan gardu listrik dengan kapasitas 6,4 MW.

Jaringan internet 5G, telekomunikasi dan kelistrikan ditempatkan di bawah tanah untuk menjaga kualitas tata ruang kawasan sekaligus mengurangi keberadaan kabel udara.

“Bapak dan Ibu yang berkunjung ke sini tidak melihat kabel-kabel bergelantungan seperti yang banyak kita lihat di Jakarta,” kata Tuti.

Pengembang juga membangun sistem pengamanan kawasan pesisir melalui revetment atau struktur pelindung pantai.

Pendidikan Jadi Bagian Pengembangan SDM

Pengembangan kawasan turut menyentuh sektor pendidikan. BTID sebelumnya telah membangun ACS Bali sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Fasilitas tersebut akan dikembangkan secara bertahap dengan tambahan sarana olahraga dan ACS Dormitory.

“Kami membangun ini bukan hanya untuk menawarkan sekolah yang bermutu karena ACS merupakan sekolah swasta di Singapura yang sangat bagus,” ujar Tuti.

Knowledge District Mulai Dibangun 2027

Arah pengembangan KEK Kura Kura Bali juga mulai diperluas menuju kawasan ekonomi kreatif berbasis pengetahuan.

Salah satu proyek yang dipersiapkan adalah Knowledge District, yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.

Kawasan tersebut dirancang menjadi pusat kegiatan industri kreatif, termasuk perusahaan yang bergerak di bidang animasi, film, teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta berbagai aktivitas kreatif lainnya.

“Knowledge District itu nanti kami inginkan menjadi kawasan yang diisi kantor-kantor yang membuat animasi, film, serta berbagai kegiatan kreatif, termasuk yang berkaitan dengan AI dan sebagainya,” pungkas Tuti.

Dengan tingkat pembangunan fisik yang baru mencapai sekitar 15 persen dari total 498 hektare, KEK Kura Kura Bali masih memiliki ruang ekspansi yang besar.

Target investasi hingga 2029 diproyeksikan mendorong pertumbuhan kawasan melalui pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, perdagangan, pendidikan, hunian, marina dan industri berbasis pengetahuan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saling Fitnah Antar Shelter, Maria Tersenyum Ajak Kolaborasi dan Saling Bantu 

    Saling Fitnah Antar Shelter, Maria Tersenyum Ajak Kolaborasi dan Saling Bantu 

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    DENPASAR – Persaingan dalam mengurusi anjing liar terkadang tidak disangka – sangka menjadikan sebuah tantangan tersendiri, dari fitnah keji antara pemilik shelter dalam memperebutkan perhatian pendonor sampai tuduhan demi tuduhan soal penelantaran anjing dan yang tak berizin resmi. Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia melalui Maria Rini selaku pembina, menerangkan bahwa yayasannya tidak memiliki hubungan dengan […]

  • Puputang Ratu Betara Bila Pemerintah Bali Gagal Tangani Kemacetan

    Puputang Ratu Betara Bila Pemerintah Bali Gagal Tangani Kemacetan

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    Denpasar, 13 Juli 2025 — Sementara Gubernur Bali, Wayan Koster, mengancam akan “memohon pada Ratu Betara” untuk turun tangan jika para pemimpin desa gagal kelola sampah, masyarakat Bali justru menanti pemimpin yang bisa menyelesaikan masalah dunia nyata, kemacetan parah yang melumpuhkan kehidupan sehari-hari. Ironi mencolok terjadi di Bali. Ketika masalah kemacetan dari Canggu hingga Seminyak […]

  • Bukan Premanisme, ARUN Bali Mantapkan Jalur Advokasi dan Siapkan Event Gaungkan Tumpek Uye ke Dunia

    Bukan Premanisme, ARUN Bali Mantapkan Jalur Advokasi dan Siapkan Event Gaungkan Tumpek Uye ke Dunia

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Rapat koordinasi dan evaluasi akhir tahun Organisasi Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Provinsi Bali mengevaluasi kinerja satu tahun yang lalu. Dalam visi dan misi -nya ARUN Bali telah ditegaskan oleh ketua umum ARUN Pusat Bob Hasan, yang juga seorang Politikus Partai Gerindra sebagai Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI periode 2024-2029, yakni memberikan […]

  • Salurkan Bantuan Garda Law Office, Tim Creative MSP Sukawana Kembali Bagi Kursi Roda dan Sembako  

    Salurkan Bantuan Garda Law Office, Tim Creative MSP Sukawana Kembali Bagi Kursi Roda dan Sembako  

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    BANGLI – Untuk membantu sesama yang memiliki kekurangan terus diupayakan oleh Tim Creative MSP. Kali ini mereka bergerak menyusuri Banjar Kutadalem Dan Banjar Lateng Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani Bangli, pada Sabtu 14 Maret 2026 untuk menyalurkan sembako dan kebutuhan kursi roda. Tim creatif MSP (Menjadikan Sukawana Pratama) sebenarnya merupakan komunitas musik yang memiliki tim inti […]

  • Akad Massal 1.000 UMKM di Bali, Cak Imin Dorong Akses Permodalan dan Perlindungan Pelaku Usaha

    Akad Massal 1.000 UMKM di Bali, Cak Imin Dorong Akses Permodalan dan Perlindungan Pelaku Usaha

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    BADUNG – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali memperkuat komitmen pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kegiatan Akad Massal 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan yang digelar di Gedung Auditorium Widya Sabha, Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri UMKM Maman […]

  • Kasus Pencemaran Nama Baik Oleh Jurnalis Jembrana, Kadis PUPR Tegaskan Pembangunan SPBU Sesuai RTRW

    Kasus Pencemaran Nama Baik Oleh Jurnalis Jembrana, Kadis PUPR Tegaskan Pembangunan SPBU Sesuai RTRW

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    JEMBRANA – Sidang lanjutan kasus dugaan pencemaran nama baik yang menyeret jurnalis I Putu Suardana kembali digelar di Pengadilan Negeri Negara, Kamis (2/10/2025) sore. Agenda sidang kali ini menghadirkan tiga orang saksi, salah satunya Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR) Jembrana, I Wayan Sudiartha. Dalam keterangannya, Sudiartha menegaskan pembangunan SPBU […]

expand_less