Breaking News
light_mode

Tokoh Lingkungan Serangan Desak Kajian Ulang SKKL Proyek FSRU LNG di Pesisir Denpasar Selatan

  • account_circle Ray
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Polemik rencana pembangunan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Liquefied Natural Gas (LNG) di perairan Denpasar Selatan kian menguat. Tokoh pelestari lingkungan asal Desa Adat Serangan, I Wayan Patut, mendesak pemerintah melakukan kajian ulang terhadap Surat Keputusan Kesesuaian Lokasi (SKKL) Nomor 2832 Tahun 2025 tentang pembangunan dan pengoperasian terminal LNG berkapasitas 170 MMSCFD oleh PT DEB yang ditetapkan pada 31 Oktober 2025.

Menurut Wayan Patut, keputusan tersebut perlu ditelaah kembali secara komprehensif, termasuk mengkaji hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) BTID tahun 2001 yang saat itu diinisiasi Komisi IV DPRD Bali. Ia menilai, berbagai pertimbangan lama terkait tata ruang, lingkungan, dan keberlanjutan kawasan pesisir harus menjadi rujukan sebelum proyek dijalankan.

“Yang mesti dikaji atau diperdalam lagi adalah hasil kerja Pansus BTID 2001 dan kesesuaiannya dengan SKKL yang terbit 31 Oktober 2025. Ini menyangkut ruang hidup masyarakat pesisir,” tegasnya, Kamis (26/2/2026).

Ia mengungkapkan, dalam SKKL yang ditandatangani Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, tercantum koordinat jalur pipa gas bawah laut (subsea pipeline) serta pemanfaatan ruang laut masing-masing seluas 45,85 hektare dan 67,52 hektare berdasarkan dua Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Kawasan tersebut, kata dia, selama ini menjadi lokasi utama nelayan Serangan untuk memancing, mencari ikan dan umpan, sekaligus dimanfaatkan sebagai area wisata bahari seperti selancar. Jika dialihfungsikan menjadi alur pelayaran kapal LNG dan fasilitas tambat, dampaknya diperkirakan signifikan terhadap mata pencaharian warga.

“Sekitar 75 persen nelayan Serangan berpotensi terdampak langsung oleh proyek tersebut,” ujarnya.

Wayan Patut juga menyoroti persoalan tata ruang, khususnya terkait kawasan hutan mangrove dan Tahura yang menurutnya telah mengalami perubahan penyebutan menjadi Pantai Sidakarya. Ia mempertanyakan kesesuaian nomenklatur tersebut dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bali.

Sementara itu, Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha, menyampaikan keresahan serupa. Ia mengaku selama satu setengah tahun menjabat, tidak pernah ada komunikasi resmi terkait rencana proyek LNG tersebut.

“Selama satu setengah tahun saya menjabat bendesa, tidak pernah ada komunikasi. Tiba-tiba muncul rencana itu,” katanya.

Menurut Pariatha, minimnya sosialisasi membuat masyarakat adat merasa tidak dilibatkan sejak tahap awal perencanaan, padahal wilayah laut yang akan dimanfaatkan merupakan ruang hidup krama adat dan nelayan setempat. Informasi mengenai jarak proyek yang disebut cukup dekat dengan area aktivitas nelayan turut memicu kekhawatiran.

“Itu sangat menakutkan bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia menegaskan, masyarakat adat Serangan pada prinsipnya tidak menolak investasi. Namun, mereka meminta transparansi serta pelibatan aktif krama sejak awal proses perencanaan, khususnya menyangkut pemanfaatan ruang laut adat yang menjadi tumpuan ekonomi warga.

“Kami hanya ingin masyarakat dilibatkan dan tidak kaget dengan kebijakan yang menyangkut ruang hidup kami,” pungkasnya.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Siapkan 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Stabilisasi Gaza, Menlu Jelaskan Skema Pendanaan

    Indonesia Siapkan 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Stabilisasi Gaza, Menlu Jelaskan Skema Pendanaan

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan mengirimkan hingga 8.000 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk bergabung dalam misi stabilisasi internasional di Gaza. Keputusan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian dan kemanusiaan di wilayah konflik tersebut. Rencana pengiriman pasukan itu memunculkan pertanyaan publik, terutama terkait sumber pendanaan di […]

  • Rebut Paksa Gunakan Ormas, Pihak Jro Kepisah Tahan diri Akan Laporkan ke Polisi Play Button

    Rebut Paksa Gunakan Ormas, Pihak Jro Kepisah Tahan diri Akan Laporkan ke Polisi

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 16Komentar

    DENPASAR – Upaya paksa menguasai dari pihak Puri Jambe Suci terjadi kembali terhadap tanah waris yang sudah ditempati secara turun temurun oleh keluarga besar Puri Jro Gde Kepisah. Terlihat pihak Puri Jambe Suci merusak pagar yang telah dipasang dan menurunkan tanah puing untuk mengisi tanah yang awalnya sudah penuh dengan pohon pisang, Jumat 11/7/2025. Keesokan […]

  • Misteri Pasangan yang Hilang di Gurun Chihuahua! Rahasia Kelam yang Terungkap 13 Tahun Kemudian

    Misteri Pasangan yang Hilang di Gurun Chihuahua! Rahasia Kelam yang Terungkap 13 Tahun Kemudian

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Maret 1994, gurun Chihuahua di Meksiko menjadi saksi bisu lenyapnya sepasang suami istri asal Amerika, Ethan Morrison (54) dan Alice Patterson (46). Pasangan ini diketahui tengah melakukan perjalanan khusus untuk merayakan kabar kehamilan Alice, sebuah impian yang baru terwujud setelah bertahun-tahun menjalani perawatan. Ethan, seorang pensiunan insinyur asal Phoenix, dan Alice, seorang guru […]

  • Polemik Punia Sesari Umat Pura Melanting Mencuat! Warga Adat Tuntut Transparansi

    Polemik Punia Sesari Umat Pura Melanting Mencuat! Warga Adat Tuntut Transparansi

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    “Hendaknya mereka memperoleh kekayaan dengan kejujuran dan dapat memberikan kekayaannya itu dengan kemurahan hati, mereka tentunya akan dihargai oleh masyarakat. Semogalah mereka tekun bekerja dan meyakini kerja itu sebagai bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa”. (Rg.Veda 1.15.9). DENPASAR – Polemik dana punia (punya) sesari di Pura Melanting, Banjar Dinas Melanting, Dusun Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten […]

  • FKPEN Bali Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian, Tolak Isu SARA di Pulau Dewata

    FKPEN Bali Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian, Tolak Isu SARA di Pulau Dewata

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    DENPASAR | Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) Provinsi Bali mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi isu SARA menyusul kericuhan saat unjuk rasa di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu, 30 Agustus 2025. Ketua FKPEN Bali, A.A. Bagus Ngurah Agung, menegaskan bahwa penyampaian pendapat adalah hak setiap warga negara, namun harus dilakukan sesuai ketentuan […]

  • Dugaan Monopoli Pertambangan di Rote Ndao, Bupati Diminta Bertindak Tegas

    Dugaan Monopoli Pertambangan di Rote Ndao, Bupati Diminta Bertindak Tegas

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 0Komentar

    Rote Ndao – Muncul dugaan serius terkait praktik monopoli sektor pertambangan di Kabupaten Rote Ndao oleh oknum tertentu, yang disinyalir tanpa sepengetahuan Bupati. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan dampak negatif terhadap masyarakat dan tata kelola sumber daya alam daerah. CV-CV tertentu diduga kuat berupaya memonopoli seluruh aktivitas pertambangan di wilayah Kabupaten Rote Ndao. Ada indikasi […]

expand_less