ARUN Bali Hadiri Dharma Santi Nyepi 1948, Gaungkan Semangat Persaudaraan Nusantara
- account_circle Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Perayaan Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata RI berlangsung khidmat di Gedung MICE Widyatula, Politeknik Pariwisata Bali, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan lintas elemen sekaligus meneguhkan arah pembangunan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Nusantara Harmoni di Hari Suci Nyepi, Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan untuk Indonesia Maju”, acara digelar secara hibrida dengan melibatkan sekitar 100 peserta luring dan 300 peserta daring. Peserta terdiri dari pegawai Hindu di lingkungan Kemenpar, mahasiswa Politeknik Pariwisata Bali, serta masyarakat umum.
Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, hadir langsung bersama delegasi dari berbagai unit kerja dan Politeknik Pariwisata se-Indonesia, seperti Bandung, Medan, Makassar, dan Lombok.
Laporan kegiatan disampaikan oleh Pembina Bina Rohani Hindu Kemenpar RI, Ni Made Ayu Marthini. Ia menekankan bahwa Dharma Santi bukan sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi spiritual untuk memperkuat nilai kebersamaan atau nyama braya di lingkungan kementerian.
Nuansa moderasi beragama turut mewarnai kegiatan ini. Hadir mendampingi jajaran Bina Rohani Hindu, Ketua Bina Rohani Islam Reza Fahlevi dan Ketua Bina Rohani Kristen Florida Pardosi, sebagai simbol keharmonisan antarumat beragama di lingkungan Kemenpar.

A.A. Gede Agung Aryawan, ST alias Gung De, selaku Sekretaris ARUN Bali (tengah).
Sementara itu, A.A. Gede Agung Aryawan, ST alias Gung De, turut menghadiri kegiatan tersebut mewakili organisasi masyarakat Advokasi Rakyat untuk Nusantara (ARUN) Provinsi Bali. Ia menyampaikan pentingnya menghidupkan nilai Vasudhaiva Kutumbakam, filosofi Hindu yang bermakna “seluruh dunia adalah satu keluarga”, sebagai landasan dalam menjaga persatuan dan toleransi.
Puncak acara diisi Dharma Wacana oleh Ida Pandita Agung Putra Nata Siliwangi Manuaba yang menekankan pentingnya nilai spiritual sebagai fondasi pembangunan, khususnya dalam sektor pariwisata nasional.
Selain rangkaian doa dan pembacaan sloka suci, kegiatan juga menghadirkan sesi interaktif serta melibatkan pelaku UMKM. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada destinasi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Ida Bagus Putu Puja, dalam penutupan acara menegaskan bahwa Dharma Santi merupakan puncak refleksi dari rangkaian Hari Raya Nyepi. Ia menilai nilai keseimbangan hidup dan spiritualitas dalam Nyepi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata spiritual dan wellness di Indonesia.
“Semangat Vasudhaiva Kutumbakam harus menjadi fondasi dalam membangun pariwisata yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga harmonis secara sosial dan lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan, meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga keharmonisan, ketulusan hati, serta komitmen bersama dalam mewujudkan pariwisata Indonesia yang damai dan berkelanjutan.
Editor – Ray

https://shorturl.fm/pZeSo
17 April 2026 1:13 PM