Breaking News
light_mode

Jeritan Kecewa Nasabah LPD Mambal, Kaum Cendikiawan Bungkam Tanpa Solusi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Korban dari kesalahan kelola Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Mambal membuat banyak nasabah mengalami kesulitan tarik dana dan ada dugaan hilangnya dana nasabah yang digunakan secara serampangan. Wayan Nardi mengalami kerugian terkait tabungan Rp120 juta yang 11 tahun ia kumpulkan dan tidak bisa ditarik di LPD Desa Adat Mambal.

Kepercayaan Wayan Nardi terhadap Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai lembaga keuangan milik desa adat di Bali yang berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat, khususnya warga desa adat serta dikelola berdasarkan hukum adat, awig-awig (aturan), dan asas kekeluargaan plus merupakan salah satu pilar penting penggerak perekonomian desa adat

Kini ia sangat menyesal, bekerja serabutan dan hidup super hemat agar bisa menabung, ia mempercayakan masa depan keluarganya kepada LPD Desa Adat Mambal.

“Pada saat melakukan penarikan sebesar Rp1.000.000, saya hanya menerima Rp200.000 dari kasir LPD Mambal”

Saat itu dirinya sangat marah. Sampai sekarang uang tabungan itu tidak didapatkannya, buruh serabutan asli Banjar Selat, Sebudi, Karangasem yang ngekos di Banjar Uma Anyar, Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal, Badung ini berharap uang tabungan yang ia kumpulkan 11 tahun dikembalikan.

Made Sukadana yang juga mengalami hal yang sama, jumlah kerugian yang dideritanya mencapai 5 Milyar rupiah, tabungan itu ia kumpulkan sejak 10 tahun lalu. Sedikit demi sedikit dirinya menabung dan menggunakan bunga depositonya itu juga untuk usaha dan dikembalikan lagi ke LPD untuk ditabung.

“Uang itu saya gunakan rencananya untuk kehidupan, kesehatan dan anak – anak sekolah, ” Ujarnya Kamis, 24 Maret 2026, disalah satu kedai makan dibilangan Denpasar.

Dirinya menyebutkan gak nyangka akan masalah yang dihadapinya, sejak awal Covid 19 melanda negeri itu dirinya mendengar banyak masyarakat yang hendak menarik dananya diberitakan tidak ada dana.

“Karena berita itu banyak yang mencoba untuk menarik tabungan, ternyata tidak ada dananya dan kolapslah LPD- nya, saya tidak menyangka begini, ” Tekannya.

Keinginan dirinya tentu uang yang ia miliki bisa balik kembali, ia juga mendengar banyak nasabah pinjaman yang tidak menjaminkan sesuai dengan pinjaman yang mereka dapatkan.

“Kredit fiktif banyak karena keterlibatan orang dalam, disana tentu adalah itikad tidak baik disana, ” Ujarnya.

Tutupnya LPD ini juga mengidentifikasikan bahwa tidak ada niat untuk bertanggung jawab, semisal ada yang akan bayar hutang tentu juga tidak bisa dilakukan karena kondisi LPD Mambal yang sudah tutup.

Beredar kabar Ironisnya sejumlah nasabah yang menuntut keadilan dikabarkan sudah banyak yang berpulang alias meninggal dunia.

Sayangnya, bertahun-tahun bergulir dan sempat disidik Tipikor Satreskrim Polres Badung plus ada wacana penetapan tersangka tinggal menunggu waktu, faktanya hingga saat ini kasus tersebut tak kunjung “terang”.

Wayan Setiawan, Pegiat Media Sosial.

Menemui Wayan Setiawan seorang pegiat media sosial menekankan bahwa kasus ini merupakan tanggung jawab sosial kita semua sebagai Nak Bali (Orang Bali). Ia menyebutkan bahwa telah melakukan mediasi dengan Desa Adat Mambal, ketua LPD bahkan telah melayangkan gugatan perdata.

Seperti kebiasaannya, Wayan Setiawan menyentil para cendikiawan yang tidak banyak bersuara tentang banyaknya peristiwa hilangnya dana nasabah dibanyak LPD di Bali.

“Anggota DPD Rai Mantra yang lulusan Doktor dengan disertasi tentang LPD kemana suaranya tentang kondisi banyaknya LPD bangkrut di Bali saat ini, ” Sebutnya.

Mana nih suaranya untuk masyarakat Bali, seperti universitas Unud dan rektornya, apakah mereka tidak perduli terhadap kondisi LPD Bali saat ini.

“Mereka orang – orang pintar, bagaimana solusinya untuk Bali, Rektor bagaimana itu mengapa mereka bungkam seribu bahasa, ” Ungkapnya keras.

Ia juga menekankan kepada anggota dewan yang bungkam, pemerintah terutama Gubernur bagaimana penyelesaiannya terhadap kondisi keuangan masyarakat Bali ini.

Selama ini kata Wayan Setiawan, tidak adanya audit eksternal yang mengaudit LPD Bali, selama ini hanya ada audit secara internal yang keadilannya masih diragukan.

“Banyak aset milik Desa Adat yang masih bisa digunakan sebagai ganti dana masyarakat yang lenyap, itu terlepas dari rusaknya pengurus ya, tetapi itu bentuk pertanghung jawaban yang nyata kepada masyarakat, ” Pungkasnya.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (4)

  • Clyde

    I hasve bedn exploring forr a bit ffor aany high quuality articlrs or bog postss
    inn this kkind off arsa .Exploring iin Yahoo I eventuallyy stumble upon thiss site.
    Reqding this inmformation So i’m haopy tto show that I’ve ann incredibbly excelloent uncann feeling I cme uon jist what I needed.
    I sich a lott foor surre wiill ake sre tto don?t overlook this sitfe and ggive itt a glance on a cohtinuing
    basis.

    My homepazge :: roloxxx.com

    Balas25 Mei 2026 10:21 AM
  • 💰 Get the transfer of 36,824.11 US Dollars. Next ➴ graph.org/Transfer-04-14-3?hs=0ab84b3bc5ab6187725cbc5a2fb87c94& 💰

    po3u1a

    Balas25 April 2026 5:27 PM
  • 🤑 + 36,824.44 $ → graph.org/Coinbase-04-13?hs=0ab84b3bc5ab6187725cbc5a2fb87c94& 🤑

    e2d76a

    Balas25 April 2026 10:08 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geger Isu Pajak Medsos! Ini Penjelasan Pegawai DJP

    Geger Isu Pajak Medsos! Ini Penjelasan Pegawai DJP

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 12Komentar

    DENPASAR – Isu soal pengenaan pajak bagi pengguna media sosial kembali memicu kebingungan publik. Apalagi setelah mencuatnya kebijakan kontroversial dari Uganda, negara di Afrika Timur, yang sempat menerapkan pajak atas penggunaan media sosial. Namun, narasi ini perlu diluruskan dikutip dari artikel yang tayang di www.pajak.go.id https://www.pajak.go.id/id/artikel/pengguna-media-sosial-dikenakan-pajak-sini-teliti-kembali Pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP), I Gede Suryantara, dalam […]

  • Misteri Pipa Baigong di Cina, Jejak Peradaban Kuno atau Fenomena Alam?

    Misteri Pipa Baigong di Cina, Jejak Peradaban Kuno atau Fenomena Alam?

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 29Komentar

    CINA – Di dekat Gunung Baigong, sebuah formasi batu berusia sekitar 150.000 tahun menyimpan salah satu teka-teki arkeologi paling membingungkan: Pipa Baigong. Struktur berbentuk pipa logam berwarna karat itu menonjol dari dinding gua dan memanjang hingga ke danau air asin di sekitarnya, dengan beberapa bagian bahkan terkubur jauh di dalam batu. Tata letaknya yang geometris […]

  • Jet Tempur F-16 Ukraina Dilaporkan Jatuh, Taktik Hanud Rusia Jadi Sorotan

    Jet Tempur F-16 Ukraina Dilaporkan Jatuh, Taktik Hanud Rusia Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR – Langit Ukraina kembali diwarnai eskalasi serius konflik udara. Sebuah jet tempur F-16 Fighting Falcon yang dioperasikan Angkatan Udara Ukraina dilaporkan jatuh dalam sebuah insiden yang langsung menarik perhatian komunitas militer internasional, termasuk negara-negara anggota NATO. Berbagai laporan dan analisis awal menyebutkan, pesawat tempur buatan Barat tersebut diduga ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara […]

  • Polemik Surat Keputusan Bupati Buton Tengah dan Kriminalisasi Aparatur Sipil Negara

    Polemik Surat Keputusan Bupati Buton Tengah dan Kriminalisasi Aparatur Sipil Negara

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Buton Tengah – Keputusan Bupati Buton Tengah Nomor 116 Tahun 2026 tentang pembentukan Tim Pemeriksa Pelanggaran Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) seharusnya menjadi instrumen hukum yang menjamin tegaknya disiplin birokrasi. Namun, keputusan ini justru menimbulkan kontroversi karena dianggap sarat kepentingan pribadi dan berpotensi mengkriminalisasi Sekretaris Daerah Buton Tengah, H. Konstantinus Bukide, S.H., M.Si. Dalam konteks […]

  • Nuanu Cultural Week Semarakkan Libur Lebaran, Ribuan Pengunjung Nikmati Harmoni Budaya di Bali

    Nuanu Cultural Week Semarakkan Libur Lebaran, Ribuan Pengunjung Nikmati Harmoni Budaya di Bali

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    TABANAN – Nuanu Cultural Week sukses digelar selama sepuluh hari, mulai 20 hingga 29 Maret 2026, di kawasan Nuanu Creative City, Bali. Perhelatan ini menjadi magnet bagi ribuan pengunjung dari dalam dan luar negeri yang ingin menikmati pengalaman budaya dalam suasana libur Lebaran. Beragam program disajikan secara terbuka dan partisipatif, mulai dari pertunjukan seni hingga […]

  • Notaris Jelaskan Polemik Pansus Trap – BTID, Produk Hukum Lama Tak Bisa Diadili dengan Aturan Baru

    Notaris Jelaskan Polemik Pansus Trap – BTID, Produk Hukum Lama Tak Bisa Diadili dengan Aturan Baru

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    KARANGASEM – Polemik tukar guling lahan antara PT Bali Turtle Island Development (BTID) dengan Kementerian Kehutanan kembali memunculkan perdebatan terkait legalitas proses pelepasan hak dan administrasi pertanahan yang dilakukan puluhan tahun lalu. Notaris Ida Bagus Mantara, SH, menilai penilaian terhadap proses pertukaran lahan tersebut harus merujuk pada regulasi yang berlaku saat transaksi dilakukan, bukan menggunakan […]

expand_less