Breaking News
light_mode

Advokat Made Somya Desak Copot Kapolres Tabanan dan Kapolsek Baturiti Usai Amuk Massa

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN – Peristiwa amuk massa yang terjadi di wilayah Baturiti, Kabupaten Tabanan, memantik kritik keras dari Advokat I Made Somya Putra, SH., MH. Ia menilai insiden tersebut bukan sekadar luapan emosi masyarakat, melainkan cerminan menurunnya kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Made Somya secara tegas meminta Kapolres Tabanan dan Kapolsek Baturiti dicopot dari jabatannya. Menurutnya, aparat kepolisian gagal menjalankan fungsi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk dalam memberantas praktik perjudian tajen ilegal serta menangani kasus pencurian ayam aduan yang disebut menjadi pemicu terjadinya aksi main hakim sendiri.

“Amuk massa hari ini di Baturiti adalah buah dari sikap mafia di kepolisian yang membiarkan adanya tajen ilegal, yang membuat ayam aduan menjadi komoditas penting,” tegas Made Somya.

Miris! Maling ayam diamuk massa, lantaran begitu pentingnya ayam untuk sebuah sabung ayam.

Ia berpendapat, lambannya penanganan kasus pencurian ayam aduan membuat masyarakat kehilangan kepercayaan kepada aparat hingga memilih bertindak sendiri.

“Hanya karena pencurian ayam aduan yang tidak tertangani secara cepat, masyarakat berubah menjadi lebih buas daripada binatang. Bagi saya, Kapolsek Baturiti sampai Kapolres Tabanan harus mundur dari jabatannya sebagai polisi,” ujarnya.

Menurut Somya, kepolisian dinilai gagal dalam beberapa aspek sekaligus, mulai dari pemberantasan praktik tajen ilegal, perlindungan terhadap masyarakat dari tindak pidana pencurian, hingga mencegah terjadinya aksi penganiayaan yang berujung pada kematian di hadapan publik.

“Kepolisian tidak bisa membasmi praktik tajen ilegal, tidak bisa melindungi warga dari pencuri ayam, sehingga masyarakat diberi peluang menangkap pencurinya sendiri tanpa kerja konkret dari kepolisian. Kepolisian juga tidak bisa menjaga peri kemanusiaan ketika seseorang dianiaya hingga meninggal di depan umum,” katanya.

Lebih lanjut, ia meminta agar kasus tersebut tidak dipandang sebagai kemarahan spontan masyarakat semata. Menurutnya, terdapat persoalan yang lebih mendasar berupa hilangnya kepercayaan terhadap penegakan hukum.

“Kasus ini jangan disederhanakan dan dianggap kemarahan masyarakat biasa. Ketika masyarakat sudah tidak percaya kepada penegak hukum karena pencuri ayam saja tidak mampu ditangkap, maka masyarakat akan membentuk hukumnya sendiri berupa aksi main hakim sendiri,” ujar Somya.

Ia juga mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran kepolisian di wilayah tersebut.

“Copot seluruh pejabat kepolisian mulai dari Bhabinkamtibmas, Kapolsek hingga Kapolres Tabanan. Audit pula pejabat-pejabat di Polda Bali apabila ada dugaan menerima uang haram dari praktik judi tajen ilegal,” katanya.

Selain mendesak evaluasi terhadap aparat penegak hukum, Somya juga mendorong DPRD dan pemerintah daerah menyusun regulasi yang mengatur atraksi budaya sambung ayam agar tidak lagi dimanfaatkan sebagai praktik perjudian.

“Legislatif harus segera merancang Peraturan Daerah tentang atraksi budaya sehingga sambung ayam kembali pada nilai spiritual dan budaya, sekaligus dapat memberikan manfaat bagi pendapatan daerah, bukan menjadi lahan subur bagi premanisme dan mafia judi,” pungkasnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Polres Tabanan maupun Polda Bali terkait pernyataan dan desakan yang disampaikan Advokat I Made Somya Putra tersebut.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atiwa-tiwa Desa Adat Kemenuh Upacarai 54 Sawa, Libatkan Kelompok Serati untuk Efisiensi Waktu dan Biaya

    Atiwa-tiwa Desa Adat Kemenuh Upacarai 54 Sawa, Libatkan Kelompok Serati untuk Efisiensi Waktu dan Biaya

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    GIANYAR – Sebagai rutinitas 3 tahunan, Desa Adat Kemenuh di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, kembali menyelenggarakan Atiwa-tiwa Masa Kinembulan. Rangkaian upacara diawali dengan mapakeling pada 19 Juni 2025, sedangkan puncak ngaben pada Kamis, 26 Juni 2025. Karya Atiwa-tiwa Desa Adat Kemenuh tahun 2025 mengupacarai sebanyak 54 sawa. Pelaksanaan upacara ini melibatkan tiga banjar adat yang […]

  • Upah Rp700 Ribu per Kg Disorot, Istana: Akan Kami Cek

    Upah Rp700 Ribu per Kg Disorot, Istana: Akan Kami Cek

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Mensesneg Prasetyo Hadi mengaku belum mengetahui detail angka upah buruh pengupas bawang yang disebut Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan. Istana akan mengecek kembali data tersebut. JAKARTA — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah seorang buruh harian pengupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogram menjadi sorotan publik. Istana Kepresidenan menyatakan masih akan memeriksa kembali informasi […]

  • FISIP Warmadewa–University of Zagreb Bahas AI dan Propaganda di Era Digital

    FISIP Warmadewa–University of Zagreb Bahas AI dan Propaganda di Era Digital

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    Denpasar – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Warmadewa menjalin kolaborasi dengan University of Zagreb, Kroasia, dalam penyelenggaraan Seminar Internasional bertema “Digital Media, AI, and Propaganda: Perspectives from the Global South”, Senin (13/10/2025), di Auditorium Sri Ajnadewi, Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa.   Acara ini menghadirkan para akademisi dari kedua institusi, di […]

  • PERANG 12 HARI BERAKHIR! Iran dan Israel Capai Gencatan Senjata, Dunia Tarik Napas Lega

    PERANG 12 HARI BERAKHIR! Iran dan Israel Capai Gencatan Senjata, Dunia Tarik Napas Lega

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    Konflik mematikan antara Iran dan Israel yang menewaskan ratusan nyawa resmi dihentikan. Dunia menyambut babak baru di Timur Tengah. TEHERAN/JERUSALEM – Dunia akhirnya bisa menarik napas lega. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara resmi mengumumkan berakhirnya perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Rabu (25/6/2025). Pernyataan tersebut menandai berakhirnya babak paling mematikan di Timur Tengah […]

  • Hadiri Peringatan WRD 2026, Tutik Dorong Kolaborasi Semua Pihak Entaskan Rabies di Bali

    Hadiri Peringatan WRD 2026, Tutik Dorong Kolaborasi Semua Pihak Entaskan Rabies di Bali

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 4Komentar

    PDHI Bali mencatat tujuh orang meninggal dunia akibat suspek rabies sepanjang Januari–Agustus 2026, sementara vaksinasi dan sterilisasi HPR digencarkan menuju target Bali bebas rabies 2028. DENPASAR – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, SE., MM., M.Kes., menghadiri peringatan World Rabies Day (WRD) 2026 yang diselenggarakan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia […]

  • Dari Hening ke Kanvas! “Vernal Artistic” Hidupkan Musim Semi Kreativitas di Santrian Gallery

    Dari Hening ke Kanvas! “Vernal Artistic” Hidupkan Musim Semi Kreativitas di Santrian Gallery

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Setelah melewati fase perenungan dan pengendapan gagasan, empat perupa Bali kembali menampilkan denyut kreativitas mereka melalui pameran seni rupa bertajuk “Vernal Artistic” di Santrian Gallery, Sanur, Denpasar. Pameran yang berlangsung mulai 8 Mei hingga 26 Juni 2026 itu menghadirkan karya-karya terbaru dari Putu Edi Asparanggi, I Gede Sugiada “Anduk”, Ida Bagus Suryantara “Cooh”, […]

expand_less