Breaking News
light_mode

Bandara Bali Utara, Dari Kontroversi Partai Politik atau Menuju Prioritas Nasional

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Pembangunan Bandara Bali Utara kembali menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan percepatan realisasi proyek strategis nasional tersebut.

Kebijakan itu sekaligus menghidupkan kembali perbedaan pandangan yang sebelumnya sempat muncul dengan sikap Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, yang pernah menyatakan penolakannya terhadap pembangunan bandara baru di Bali.

Bandara Bali Utara sejak lama diproyeksikan sebagai proyek strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan di Pulau Dewata.

Kehadiran bandara ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan aktivitas ekonomi yang selama ini terpusat di Bali Selatan sekaligus membuka pusat pertumbuhan baru di wilayah utara.

Pada 16 Januari 2023, Megawati Soekarnoputri secara terbuka menyampaikan keberatannya terhadap pembangunan Bandara Bali Utara saat menghadiri kegiatan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati meminta agar pembangunan bandara baru tidak dipaksakan.

“Jangan dipaksakan membangun bandara baru,” ujar Megawati Soekarnoputri saat menghadiri kegiatan di KEK Sanur pada 16 Januari 2023.

Megawati beralasan pembangunan bandara baru berpotensi memicu spekulasi tanah, memperbesar dominasi kepentingan investor, serta menimbulkan dampak terhadap budaya, lingkungan, dan nilai-nilai spiritual Bali.

Selain itu, menurutnya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai masih dinilai mampu melayani kebutuhan transportasi udara sehingga pembangunan lebih baik difokuskan pada peningkatan konektivitas darat menuju Bali Utara.

Namun, arah kebijakan berubah setelah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menetapkan Bandara Bali Utara sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Pada Juli 2026, Presiden Prabowo kembali memberikan arahan agar proyek tersebut dipercepat sebagai bagian dari strategi pemerataan pembangunan nasional.

“Pembangunan Bandara Bali Utara harus dipercepat sebagai bagian dari pemerataan pembangunan, peningkatan konektivitas, dan penguatan pertumbuhan ekonomi nasional,” demikian arahan Presiden Prabowo Subianto sebagaimana disampaikan pemerintah.

Pemerintah menjelaskan, pembangunan Bandara Bali Utara memiliki empat sasaran utama, yakni mengurangi kepadatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, mempercepat pemerataan pembangunan Bali, memperkuat konektivitas internasional, serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan utara.

Pemerintah juga menegaskan proyek tersebut menggunakan skema investasi swasta sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sementara itu, PT BIBU Panji Sakti selaku pemrakarsa menyatakan berbagai persiapan teknis dan pendanaan terus berjalan. Nilai investasi proyek diperkirakan mencapai sekitar Rp50 triliun yang seluruhnya berasal dari investasi swasta.

Selain investor utama dari Tiongkok, perusahaan juga menyebut adanya penjajakan kerja sama dengan investor dari Qatar, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Australia untuk mendukung pengembangan kawasan bandara beserta ekosistem logistik dan aerotropolis.

Secara teknis, Bandara Bali Utara dirancang memiliki dua landasan pacu sepanjang 3.600 meter yang mampu melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 dan Airbus A380. Kapasitas awal diproyeksikan mencapai sekitar 20 juta penumpang per tahun dengan potensi pengembangan hingga 50 juta penumpang.

Konsep pembangunan juga mengusung desain offshore atau lepas pantai untuk meminimalkan penggunaan lahan daratan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi penggusuran masyarakat, menjaga lahan produktif, serta melindungi kawasan suci dan pura yang menjadi bagian dari identitas budaya Bali.

Dukungan terhadap proyek juga datang dari sejumlah tokoh adat dan kerajaan di Bali Utara yang berharap pembangunan bandara mampu mengurangi kesenjangan ekonomi antara wilayah utara dan selatan Pulau Bali.

Pengamat menilai perbedaan pandangan politik terhadap proyek strategis merupakan hal yang lazim dalam sistem demokrasi. Namun, setelah Bandara Bali Utara masuk dalam RPJMN 2025–2029 dan menjadi kebijakan resmi pemerintah, fokus pembangunan kini diarahkan pada percepatan realisasi dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan, budaya, tata kelola, serta kepentingan masyarakat.

Apabila terealisasi sesuai rencana, Bandara Bali Utara diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur terbesar di Indonesia yang berpotensi memperkuat sektor pariwisata, logistik, perdagangan, pertanian, perikanan, hingga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Bali secara lebih merata.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai BBTF 2026, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Bidik Wisatawan Eropa Lewat Kunjungan Agen Perjalanan Slovakia

    Usai BBTF 2026, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Bidik Wisatawan Eropa Lewat Kunjungan Agen Perjalanan Slovakia

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Ray
    • 37Komentar

    YOGYAKARTA – Partisipasi dalam ajang Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 mulai membuahkan hasil bagi Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Hotel heritage luxury yang menjadi ikon pariwisata Yogyakarta itu menerima kunjungan sejumlah agen perjalanan (travel agent) asal Slovakia dalam rangkaian program familiarization trip guna memperkenalkan potensi wisata dan layanan hospitality Indonesia kepada pasar Eropa Tengah. Kunjungan […]

  • Anak Dibawa Tanpa Izin, LBH Ansor Bali Bantu Avril Dapatkan Kembali Anak Kandungnya

    Anak Dibawa Tanpa Izin, LBH Ansor Bali Bantu Avril Dapatkan Kembali Anak Kandungnya

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Ray
    • 13Komentar

    DENPASAR – Sungguh malang seorang ibu yang berjuang mencari buah hatinya yang diduga dilarikan oleh seorang ibu tiri dari Avril Waloeyo. Anak laki – laki yang berumur 3,5 tahun ini kini tinggal dengan nenek tanpa izin dari ibunya yakni Avril Waloeyo. Kisah ini berawal dari pihak korban Avril Waloeyo yang meninggalkan tempat tinggalnya bersama ibu […]

  • Posko THR–BHR 2026 Dibuka, Aliansi HAPERA Bali Perluas Advokasi hingga Ojol dan Pekerja Informal

    Posko THR–BHR 2026 Dibuka, Aliansi HAPERA Bali Perluas Advokasi hingga Ojol dan Pekerja Informal

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    DENPASAR – Aliansi Hak Pekerja Sejahtera (HAPERA) Bali membuka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bantuan Hari Raya (BHR) Nyepi serta Idul Fitri 2026. Posko ini disiapkan sebagai ruang advokasi bagi pekerja yang mengalami pelanggaran hak, sekaligus memperluas jangkauan pengaduan hingga pekerja sektor informal seperti pengemudi dan kurir online. Posko yang mulai dibuka pada […]

  • Banjir Bali, Cermin Retaknya Harmoni Manusia Dengan Alam

    Banjir Bali, Cermin Retaknya Harmoni Manusia Dengan Alam

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    Oleh : Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. DENPASAR – Banjir yang kerap melanda Bali tidak lagi bisa dianggap sekadar fenomena alam musiman. Lebih jauh, banjir adalah cermin retaknya hubungan manusia dengan alam, sebuah tanda inharmoni yang semakin nyata. Dalam filsafat Tri Hita Karana, keseimbangan antara manusia dengan Tuhan (parhyangan), manusia dengan sesama (pawongan), dan […]

  • Koster Gandeng KSAD dan Investor, PSEL Pesanggaran Dipacu Jadi Solusi Krisis Sampah Bali

    Koster Gandeng KSAD dan Investor, PSEL Pesanggaran Dipacu Jadi Solusi Krisis Sampah Bali

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali mulai mempercepat realisasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Pesanggaran, Denpasar Selatan. Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Maruli Simanjuntak, turun langsung meninjau lokasi pembangunan proyek strategis tersebut. Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan pembangunan sekaligus mempercepat tahapan realisasi proyek […]

  • Komisi I DPRD Rote Ndao Desak Bupati Nonaktifkan 42 Kepala Desa Terkait Penyelewengan Dana Desa

    Komisi I DPRD Rote Ndao Desak Bupati Nonaktifkan 42 Kepala Desa Terkait Penyelewengan Dana Desa

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 80Komentar

    ROTE NDAO – Komisi I DPRD Rote Ndao mendesak Bupati Paulus Henuk untuk segera menonaktifkan sebanyak 42 kepala desa yang terindikasi melakukan penyelewengan anggaran desa. Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Rote Ndao, Mesak Lona, usai melakukan investigasi lapangan dan menemukan adanya bukti penyalahgunaan dana desa di berbagai wilayah. Berdasarkan hasil audit […]

expand_less