Jalan Tembus Tibubeneng-Umalas Dikebut, Pemkab Badung Siapkan Senjata Baru Lawan Macet Canggu
- account_circle Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Keterangan foto: Konsultan dan kontraktor meninjau pembangunan jalan tembus Canggu–Teuku Umar di kawasan Umalas. (Foto: DPUPR Badung
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Proyek senilai Rp74 miliar lebih ini disiapkan sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan Canggu, Berawa, hingga Umalas, sekaligus memperkuat konektivitas kawasan pariwisata Badung.
BADUNG – Kemacetan yang kerap mengunci pergerakan kendaraan di kawasan Canggu, Tibubeneng, Berawa hingga Umalas mendorong Pemerintah Kabupaten Badung mempercepat pembangunan infrastruktur jalan baru.
Salah satu langkah yang kini dikebut adalah pembangunan dan peningkatan jalan pada koridor Subak Sari atau Batu Bolong–Umalas–Jalan Semer. Proyek ini dirancang membuka konektivitas baru dari Tibubeneng menuju Umalas, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, I Nyoman R Karyasa, mengatakan proyek tersebut memiliki pagu anggaran lebih dari Rp74 miliar dan bersumber dari Pinjaman Daerah Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) Tahun Anggaran 2026.
“Kami melaksanakan pembangunan dan peningkatan jalan di koridor Subak Sari atau Batu Bolong, Umalas, hingga Jalan Semer. Pagu anggarannya mencapai Rp74 miliar lebih,” kata Karyasa.
Pekerjaan proyek telah dikontrak sejak 12 Mei 2026 dengan masa pelaksanaan 210 hari kalender. Di lapangan, pengerjaan antara lain difokuskan pada pemadatan lahan untuk trase jalan baru yang menghubungkan kawasan Subak Sari menuju Umalas.
Selain membuka jalur kendaraan baru, Pemkab Badung juga melakukan penataan fasilitas pejalan kaki di Jalan Umalas Klecung dengan panjang lebih dari 700 meter.
Karyasa menegaskan pengerjaan proyek terus dievaluasi agar pembangunan dapat berjalan sesuai target.
“Kontraknya sudah sejak 12 Mei 2026 lalu. Jangka waktu penyelesaian selama 210 hari kalender,” ujarnya.
Pembangunan jalan tersebut menjadi bagian dari strategi Badung mengatasi persoalan kemacetan yang dinilai dapat mengganggu mobilitas masyarakat sekaligus citra kawasan pariwisata.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa sebelumnya menegaskan pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu langkah strategis untuk menjawab persoalan kemacetan di kawasan pariwisata. Pemkab Badung menilai konektivitas yang lebih baik diperlukan untuk menjaga daya saing destinasi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Langkah tersebut juga diperluas melalui pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) serta Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat. Pemkab Badung menyebut kedua proyek strategis itu sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mengurangi tekanan lalu lintas di kawasan pariwisata.
Untuk koridor Canggu dan sekitarnya, jaringan jalan yang dirancang Pemkab Badung akan terhubung dalam koridor sepanjang sekitar 4,7 kilometer yang mengarah dari Canggu, Berawa, Umalas, Seminyak, Kedampang hingga Teuku Umar Barat.
Bupati Adi Arnawa kembali menyinggung solusi konektivitas sepanjang 4,7 kilometer tersebut saat menghadiri Porsenides Canggu pada 22 Agustus 2026.
Dengan pembangunan jaringan jalan baru ini, Pemkab Badung berharap beban lalu lintas di jalur-jalur yang selama ini menjadi titik kemacetan dapat terbagi. Namun, efektivitas proyek nantinya akan sangat bergantung pada konektivitas antarruas, pengaturan lalu lintas, serta kesiapan kawasan menerima peningkatan mobilitas kendaraan.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar