Bagian dari Pelestarian Seni Budaya, Rektor UPMI Bali dan Mahasiswa Ngayah
- account_circle Budi Susilawarsa
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian seni dan budaya melalui kegiatan “ngayah” yang dikemas dalam pementasan seni di Pura Dalem Sagening, Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Sendratasik yang berkolaborasi menampilkan pementasan Calonarang, sebuah seni pertunjukan sakral yang sarat nilai tradisi dan spiritualitas Bali.
Suasana semakin istimewa ketika pimpinan kampus turut ambil bagian dalam pementasan tersebut. Rektor UPMI Bali, I Made Suarta, bersama Wakil Rektor I I Wayan Sudiarsa, tampil sebagai penari bersama sejumlah dosen, di antaranya I Ketut Muada, S.Sn., M.Sn. (Joblar) dan I Wayan Sugama, S.Sn., M.Sn. (Codet).
Sementara itu, iringan gamelan atau penabuh sepenuhnya dipercayakan kepada mahasiswa, yang turut menunjukkan kemampuan dan dedikasi mereka dalam menjaga warisan budaya Bali.
Rektor menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pementasan, melainkan bentuk nyata pengabdian kampus kepada masyarakat sekaligus upaya menjaga eksistensi seni budaya Bali.
“Kami kerap tampil ngayah dalam berbagai upacara di masyarakat, termasuk ngaturang sesolahan saat rombongan UPMI Bali tangkil ke Pura Besakih,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga secara pribadi menyerahkan bantuan berupa 20 paket sembako kepada Sekaa Santi Banjar Lantang Bejuh, Sesetan.
Selain itu, momentum kehadiran di tengah masyarakat dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi program kampus. Rektor memperkenalkan peluang kuliah gratis melalui program beasiswa SKSS sebagai bagian dari program Pemerintah Provinsi Bali.
Tak hanya itu, berbagai program pemerintah lainnya turut disosialisasikan, termasuk upaya penanganan sampah berbasis sumber yang saat ini terus digencarkan.
Kalau mau, saya bisa buatkan versi yang lebih “tajam” ala headline media online atau versi feature yang lebih naratif.
Bud

Saat ini belum ada komentar