Breaking News
light_mode

ITLS 2026 di Bali Satukan Pemimpin Pariwisata Global, Niang Soli Jadi Simbol Keberlanjutan Budaya

  • account_circle Admin
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah pembahasan AI, teknologi, dan pariwisata berkelanjutan, kisah Niang Soli sebagai penjaga Legong Bapang Saba menegaskan bahwa manusia dan warisan budaya tetap menjadi jiwa pariwisata Bali.

DENPASAR – International Tourism Leaders Summit (ITLS) 2026 yang digelar Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Bali pada 25–26 September 2026 di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Denpasar, Bali, mempertemukan lebih dari 500 profesional pariwisata dan hospitality dari Indonesia serta sejumlah negara.

Forum internasional yang memasuki penyelenggaraan kelima ini mengangkat tema “Cross-Border Tourism Leaders’ Perspectives: Balancing Sustainability, Technology, and Human Experience”. Tema tersebut menempatkan teknologi, keberlanjutan, dan pengalaman manusia sebagai tiga isu penting dalam menghadapi perubahan industri pariwisata global.

Namun, di tengah pembicaraan mengenai kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, strategi bisnis, dan masa depan hospitality, keberlanjutan pariwisata tidak hanya berbicara tentang teknologi. Bali juga memiliki kekayaan budaya yang diwariskan melalui manusia, salah satunya Gusti Ayu Soli atau yang akrab disapa Niang Soli, penjaga Tari Legong Bapang Saba dari Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.

Sosok Niang Soli menjadi gambaran bahwa keberlanjutan pariwisata juga memiliki dimensi budaya. Tradisi tidak cukup hanya ditampilkan sebagai atraksi wisata, tetapi harus dijaga melalui pengetahuan, pengalaman, dan regenerasi dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dari Panggung Soekarno hingga Legong Bapang Saba

Gusti Ayu Soli telah mengenal seni tari sejak usia belia. Dalam wawancara dengan detikBali pada 2023, Niang Soli mengisahkan bahwa dirinya telah menari sejak kecil. Ia bahkan pernah tampil di hadapan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, sekitar dekade 1940-an di Gianyar.

Gusti Ayu Soli

“Dihadapan Pak Karno saya menari Sisya dulu,” ujar Niang Soli ketika menceritakan pengalamannya tersebut.

Perjalanan panjangnya dalam dunia seni kemudian berlanjut pada Tari Legong Bapang Saba. Tarian tersebut dipelajarinya ketika masih remaja dari seorang seniman tari di Desa Saba bernama Anak Agung Alit.

Dr. Yoga Iswara

Saat itu, Niang Soli belajar bersama sejumlah penari lainnya. Seiring waktu, ia menjadi salah satu dari sedikit orang yang masih mengingat secara langsung gerak dan pakem tarian tersebut dari generasi terdahulu.

Jejak pengabdiannya kembali menjadi perhatian publik ketika Niang Soli tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV 2023 di Art Center Denpasar. Di tengah para penari muda, sosok Niang Soli tampil membawakan bagian Tari Legong Bapang Saba.

Dalam pemberitaan saat itu, Niang Soli mengaku tidak lagi mampu menari sepanjang pertunjukan. Dari durasi pementasan sekitar 10 menit, ia hanya menari sekitar tiga menit.

Namun, penampilannya tetap memperlihatkan keluwesan gerak tangan, kaki, dan ekspresi mata yang menjadi bagian penting dari tari Bali.

Milka Sitorus (Humas IHGMA) sematkan pin kepada tokoh penerima penghargaan.

Yang menarik, kisah Niang Soli bukan hanya mengenai usia dan kemampuannya bertahan di atas panggung. Ia juga menjadi mata rantai pengetahuan budaya yang menghubungkan generasi lama dengan generasi baru.

Dalam kesehariannya, kecintaan terhadap seni juga diwariskan kepada keluarga. Anak dan cicitnya disebut ikut belajar menari bersamanya.

Keterangan mengenai usia Niang Soli sendiri memiliki perbedaan. Dokumen KTP yang pernah diperlihatkan kepada media mencantumkan tanggal lahir 31 Desember 1935. Namun, Niang Soli menyebut kepada wartawan bahwa usianya telah lebih dari 100 tahun. Karena terdapat perbedaan antara dokumen identitas dan pengakuannya, penyebutan usia dalam pemberitaan perlu dilakukan secara hati-hati.

Dalam perkembangan berikutnya, Niang Soli tetap tampil bersama generasi muda. Pada Roadshow Kebudayaan 2025 di Denpasar, misalnya, ia kembali membawakan Legong Bapang Saba bersama penari muda dari Sanggar Seni Saba Sari. Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menceritakan perjalanan panjangnya sebagai penari.

“Saya dari kecil sudah bisa menari, sampai remaja berhenti setelah menikah. Kemudian setelah punya anak kembali menari,” ujar Niang Soli.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa keberlanjutan budaya tidak selalu lahir dari panggung besar atau teknologi canggih. Ada manusia yang selama puluhan tahun menyimpan ingatan tentang gerak, musik, ekspresi, nilai, dan makna sebuah kesenian.

Dalam konteks ITLS 2026, pengalaman Niang Soli menjadi relevan dengan pembahasan mengenai human experience. Ketika industri hospitality semakin mengadopsi AI dan teknologi digital, karakter Bali justru bertumpu pada pengalaman manusia, budaya, keramahan, dan identitas lokal.

Ketua IHGMA DPD Bali, Ratu Agung Bagus Ngurah Putra, menegaskan teknologi harus menjadi instrumen untuk memperkuat industri tanpa menghilangkan nilai utama hospitality.

“Teknologi adalah alat, keberlanjutan adalah komitmen, tetapi sentuhan manusia (human experience) tetap menjadi inti dari hospitality,” ujar Bagus Ngurah Putra dalam penutupan ITLS 2026.

ITLS 2026 sendiri menghadirkan 20 pembicara internasional dalam lima sesi panel. Delegasi dan pembicara datang dari sejumlah negara, antara lain Australia, Singapura, Vietnam, Tiongkok, dan Malaysia.

Pembahasan mencakup perspektif akademis, teknologi, strategi finansial, dinamika industri, hingga praktik keberlanjutan. Forum juga diperkuat Hospitality Technology & Sustainability Expo yang menampilkan inovasi digital, pemanfaatan AI, solusi manajemen hospitality, serta berbagai praktik operasional berorientasi keberlanjutan.

Rangkaian ITLS 2026 juga mencakup pengukuhan lulusan General Manager Laboratory (GM LAB) 2026 dan pemberian sertifikasi CHA. Pada generasi ketiga, seluruh peserta disebut berhasil menyelesaikan program dan memperoleh gelar profesional Certified Hospitality Best Practice (CHBP).

IHGMA DPD Bali juga memberikan penghargaan “IHGMA Circle of Excellence” kepada 10 tokoh yang dinilai memberikan kontribusi terhadap perkembangan pariwisata Bali. Salah satu penerimanya adalah Ketua Yayasan Harmoni Tri Hita Karana, Ir. I Gusti Ngurah Wisnu Wardana.

Acara kemudian ditutup secara resmi oleh Bupati Badung.

Bagi Bali, pertemuan para pemimpin pariwisata dunia tersebut tidak hanya berbicara mengenai bagaimana industri menjadi semakin digital dan kompetitif. Ada pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana teknologi dan pertumbuhan pariwisata tetap berjalan tanpa kehilangan identitas budaya.

Niang Soli memberikan gambaran konkret mengenai jawaban tersebut. Selama puluhan tahun, ia tidak sekadar menarikan Legong Bapang Saba, tetapi membawa ingatan sebuah tradisi dari generasinya kepada generasi berikutnya.

Jika teknologi menjadi alat untuk membawa pariwisata Bali menuju masa depan, maka manusia dan kebudayaan tetap menjadi fondasi yang memberikan karakter pada perjalanan tersebut.

Karena itu, keberlanjutan pariwisata Bali pada akhirnya bukan hanya tentang menjaga lingkungan, meningkatkan teknologi, atau memperkuat ekonomi. Keberlanjutan juga berarti memastikan kisah, pengetahuan, seni, dan nilai budaya seperti yang diwariskan Niang Soli tidak berhenti pada satu generasi.

Ketua IHGMA DPD Bali, Ratu Agung Bagus Ngurah Putra

ITLS 2026 kemudian menjadi ruang untuk mempertemukan dua wajah tersebut: masa depan pariwisata yang semakin teknologi-driven dan warisan budaya yang tetap berpijak pada manusia.

Di antara pembicaraan tentang AI dan transformasi digital, kisah Niang Soli mengingatkan bahwa teknologi boleh berubah secepat apa pun, tetapi jiwa sebuah destinasi tetap berada pada manusia dan budayanya.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diplomasi RI Berbuah Hasil, Iran Izinkan Dua Kapal Pertamina Tinggalkan Selat Hormuz

    Diplomasi RI Berbuah Hasil, Iran Izinkan Dua Kapal Pertamina Tinggalkan Selat Hormuz

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Jakarta – Upaya diplomasi Pemerintah Indonesia akhirnya membuahkan hasil. Iran resmi memberikan izin kepada dua kapal tanker milik Indonesia untuk melintas dan keluar dari Selat Hormuz setelah sebelumnya tertahan akibat memanasnya konflik geopolitik di kawasan tersebut. Dua kapal yang dimaksud adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yang sebelumnya terhambat […]

  • Kolaborasi Kemanusiaan di Kintamani, PYP Group dan Relawan Bantu Anak Yatim serta Lansia

    Kolaborasi Kemanusiaan di Kintamani, PYP Group dan Relawan Bantu Anak Yatim serta Lansia

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Aksi sosial di Dusun Angansari menyasar tiga anak yatim piatu dan lima lansia, sekaligus mendorong perhatian lebih luas terhadap pendidikan anak kurang mampu di Sekolah Rakyat Tianyar. BANGLI – Kepedulian terhadap pendidikan anak dan kesejahteraan warga lanjut usia diwujudkan melalui aksi sosial bersama di Dusun Angansari, Desa Kutuh, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Minggu (30/8/2026). […]

  • Dokter Spesialis Kebidanan RSAD Kodam IX Udayana, Zakaria Adam, Resmi Tutup Kejuaraan Tenis Martabak Cup 1

    Dokter Spesialis Kebidanan RSAD Kodam IX Udayana, Zakaria Adam, Resmi Tutup Kejuaraan Tenis Martabak Cup 1

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 6Komentar

    DENPASAR – Turnamen tenis bertajuk Martabak Cup 1 resmi ditutup dengan suasana meriah di Lapangan Tenis Kompleks DPRD Renon, Selasa (19/8/2025). Penutupan ditandai dengan penyerahan piala dan hadiah kepada para juara oleh Dr. Zakaria Adam, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan RSAD Kodam IX Udayana sekaligus tokoh olahraga yang kini disebut-sebut sebagai calon kuat Ketua Umum Pengurus […]

  • Bareskrim Tetapkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro Tersangka Kasus Narkotika

    Bareskrim Tetapkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro Tersangka Kasus Narkotika

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri resmi menetapkan mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotika. Penetapan status hukum tersebut dilakukan setelah penyidik menggelar perkara pada Jumat, 13 Februari 2026. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, menyampaikan bahwa hasil gelar perkara menyimpulkan perkara […]

  • Sorotan Media Gatra Dewata! Investigasi Netti Herawati Bongkar Nestapa Ribuan WNI di Kamboja

    Sorotan Media Gatra Dewata! Investigasi Netti Herawati Bongkar Nestapa Ribuan WNI di Kamboja

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Denpasar, 21 April 2026 — Sorotan tajam mengarah pada kiprah jurnalis investigasi Netti Herawati yang dinilai berperan besar dalam mengungkap penderitaan ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak dalam jaringan penipuan daring (scam center) di Kamboja. Liputan mendalam yang dilakukan sejak awal 2026 membuka fakta serius terkait praktik eksploitasi manusia lintas negara. Dalam investigasinya, Netti […]

  • Dibalik Normalisasi Tukad Ngenjung, Diduga Ada Jalan Rahasia Menuju Kawasan Industri Baru di Hutan Mangrove? 

    Dibalik Normalisasi Tukad Ngenjung, Diduga Ada Jalan Rahasia Menuju Kawasan Industri Baru di Hutan Mangrove? 

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Ray
    • 17Komentar

    DENPASAR – Proyek Normalisasi Sungai Tukad Ngenjung yang didasari dari permohonan Desa Adat Sidakarya guna menanggulangi bencana banjir, yang kemudian dibuatkan kerjasama antara Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH)  Provinsi Bali dengan Desa Adat Sidakarya menuai polemik. Memang hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P 85 tahun 2014 co. Peraturan Menteri Kehutanan dan […]

expand_less