Fenomena Sukma Ditahan dan Perjanjian Gaib, Ini Penjelasan Praktisi Spiritual
- account_circle Admin
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Praktisi spiritual mengungkapkan pandangannya mengenai fenomena “sukma yang ditahan” yang menurutnya berkaitan dengan adanya perjanjian tertentu yang dilakukan seseorang, baik secara sadar maupun tidak sadar.
Menurut penjelasannya, perjanjian tersebut ada yang dibuat langsung oleh individu yang bersangkutan, namun ada pula yang diyakini merupakan warisan atau turunan dari leluhur terdahulu.
“Sukma yang ditahan umumnya terjadi karena sudah ada perjanjian. Perjanjian itu ada yang dibuat sendiri, ada juga yang merupakan warisan dari moyangnya dulu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian orang melakukan perjanjian tersebut secara sadar, misalnya untuk memperoleh kemampuan tertentu. Namun ada pula yang tidak menyadarinya. Contohnya ketika seseorang mempelajari ilmu kewibawaan, ilmu kebal, atau meminta penjagaan secara spiritual.
Menurut keyakinan yang berkembang di kalangan tertentu, kemampuan tersebut tidak diperoleh secara cuma-cuma. Sebagai konsekuensinya, terdapat bagian dari sukma seseorang yang disebut menjadi “ruang kosong” dan kemudian diyakini dapat ditempati oleh makhluk gaib.
“Dalam pandangan spiritual tertentu, ruang kosong pada sukma itu kemudian diisi oleh jin. Karena itu, ada orang yang mengalami bisikan atau dorongan yang dianggap tidak biasa,” jelasnya.
Meski demikian, pandangan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan kajian spiritual yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Berbagai fenomena yang dialami seseorang juga dapat memiliki penjelasan berbeda, baik dari sudut pandang psikologi, kesehatan mental, maupun keyakinan agama masing-masing.
Praktisi spiritual tersebut mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mempelajari ilmu-ilmu yang menjanjikan kemampuan khusus tanpa memahami konsekuensi yang mungkin menyertainya, serta tetap mengedepankan pertimbangan rasional dan ajaran agama dalam menyikapi berbagai fenomena spiritual.
Editor – Ray

https://shorturl.fm/0omlp
20 Juni 2026 2:11 PMhttps://shorturl.fm/qd4Tq
20 Juni 2026 12:38 PM