MIDO, Lebih dari Satu Abad Menjaga Presisi, Inovasi, dan Warisan Arsitektur Dunia
- account_circle Ray
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Model I Made Richy Ardhana Yasa (Ray) dengan jam MIDO tahun 1962.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Berawal dari visi Georges Schaeren di Swiss, MIDO tumbuh menjadi salah satu produsen jam tangan paling berpengaruh dengan inovasi teknis, desain abadi, dan hubungan kuat dengan dunia arsitektur serta olahraga ekstrem.
DENPASAR – Nama MIDO telah menjadi salah satu ikon dalam industri jam tangan Swiss selama lebih dari satu abad. Berdiri pada 11 November 1918, merek ini tidak hanya dikenal karena kualitas mekanikalnya, tetapi juga karena filosofi desain yang terinspirasi dari berbagai mahakarya arsitektur dunia.
Didirikan oleh Georges Schaeren, seorang pembuat jam asal Swiss, MIDO sejak awal mengusung semangat inovasi. Nama “MIDO” sendiri berasal dari bahasa Spanyol “Yo Mido” yang berarti “Saya mengukur”, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap presisi dan ketepatan waktu.
Awal Perjalanan, Menyatu dengan Dunia Otomotif.
Pada dekade 1920-an, MIDO mulai mencuri perhatian melalui jam tangan bergaya elegan untuk pria dan wanita. Keunikan lainnya, perusahaan juga memproduksi jam tangan berbentuk grille radiator yang terinspirasi dari mobil-mobil mewah seperti Bugatti, Buick, Fiat, Ford, hingga Hispano-Suiza, sebuah inovasi yang saat itu belum pernah dilakukan produsen lain.
Pelopor Teknologi Jam Tahan Air
Memasuki tahun 1930-an, MIDO memperkenalkan sistem penyegelan mahkota Aquadura, teknologi revolusioner yang meningkatkan ketahanan air pada jam tangan ketika fitur tersebut masih tergolong langka di industri.
Tonggak penting lainnya hadir pada 1934 melalui peluncuran Multifort, salah satu jam tangan otomatis pertama di dunia yang menggabungkan kemampuan antimagnetik, tahan air, serta tahan guncangan dalam satu produk.
Robot “Robi” Menjadi Simbol Kemajuan
Pada 1939, MIDO memperkenalkan karakter robot bernama Robi sebagai simbol inovasi dan ketangguhan. Hingga kini, ikon tersebut masih dikenal di berbagai pasar internasional sebagai bagian dari identitas merek.
Inovasi Berlanjut di Era Modern
Perjalanan inovasi terus berlanjut melalui berbagai pencapaian penting.
Pada 1954, MIDO memperkenalkan sistem Powerwind yang menyederhanakan mekanisme otomatis sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus keandalannya.
Lima tahun kemudian, lahirlah Ocean Star dengan desain casing monocoque yang meningkatkan kemampuan tahan air secara signifikan.
Pada 1967, perusahaan kembali mencetak sejarah dengan menghadirkan jam tangan otomatis wanita terkecil yang diproduksi secara massal.
Sementara pada era 1990-an, MIDO memperluas inovasinya melalui model Bodyguard yang dilengkapi alarm keamanan lebih dari 100 desibel serta Worldtimer, jam analog yang mampu menampilkan zona waktu dunia secara praktis.
Arsitektur Menjadi DNA MIDO
Memasuki abad ke-21, MIDO semakin menegaskan identitasnya sebagai produsen jam tangan yang mengambil inspirasi dari arsitektur dunia.
Koleksi All Dial yang diperkenalkan pada 2002 mengambil inspirasi dari kemegahan Colosseum di Roma.
Disusul koleksi Baroncelli, Belluna, hingga Great Wall yang mengadopsi keindahan Tembok Besar China.
Pada 2014, MIDO menjalin kemitraan resmi dengan International Union of Architects (UIA) yang menaungi lebih dari satu juta arsitek di seluruh dunia.
Setahun kemudian, MIDO menggelar kompetisi desain jam tangan internasional bertema Big Ben London, mempertegas hubungan erat antara dunia horologi dan arsitektur.
Teknologi Silicon hingga Commander Big Date
Momentum penting kembali terjadi pada 2016 ketika MIDO menghadirkan mesin jam bersertifikat kronometer dengan silicon balance spring, teknologi yang sebelumnya hanya digunakan pada jam tangan kelas haute horlogerie.
Saat merayakan usia 100 tahun pada 2018, MIDO meluncurkan Commander Big Date yang dibekali Calibre 80 dengan fitur tanggal besar sebagai penghormatan terhadap pendirinya, Georges Schaeren.
Sejak saat itu, slogan “Inspired by Architecture” semakin melekat pada identitas perusahaan, termasuk melalui kampanye global yang menjadikan Museum Solomon R. Guggenheim di New York sebagai inspirasi desain salah satu koleksinya.
Selain dunia horologi, MIDO juga aktif mendukung berbagai ajang olahraga internasional, termasuk menjadi mitra dalam Red Bull Cliff Diving World Series, yang dinilai memiliki kesamaan nilai berupa presisi tinggi, performa ekstrem, serta keindahan estetika.
Pernyataan Resmi MIDO
Dalam sejarah resminya, MIDO menegaskan filosofi yang menjadi fondasi perusahaan.
“Sejak 1918, MIDO berkomitmen menghadirkan perpaduan desain yang tak lekang oleh waktu, inovasi teknis, material berkualitas tinggi, dan inspirasi dari arsitektur paling ikonik di dunia.” (Pernyataan resmi MIDO).
Lebih dari satu abad setelah didirikan, MIDO tetap mempertahankan reputasinya sebagai salah satu produsen jam tangan Swiss yang mengedepankan presisi, daya tahan, serta desain klasik yang mampu melintasi zaman.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar