Breaking News
light_mode

MIDO, Lebih dari Satu Abad Menjaga Presisi, Inovasi, dan Warisan Arsitektur Dunia

  • account_circle Ray
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Berawal dari visi Georges Schaeren di Swiss, MIDO tumbuh menjadi salah satu produsen jam tangan paling berpengaruh dengan inovasi teknis, desain abadi, dan hubungan kuat dengan dunia arsitektur serta olahraga ekstrem.

DENPASAR – Nama MIDO telah menjadi salah satu ikon dalam industri jam tangan Swiss selama lebih dari satu abad. Berdiri pada 11 November 1918, merek ini tidak hanya dikenal karena kualitas mekanikalnya, tetapi juga karena filosofi desain yang terinspirasi dari berbagai mahakarya arsitektur dunia.

Didirikan oleh Georges Schaeren, seorang pembuat jam asal Swiss, MIDO sejak awal mengusung semangat inovasi. Nama “MIDO” sendiri berasal dari bahasa Spanyol “Yo Mido” yang berarti “Saya mengukur”, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap presisi dan ketepatan waktu.
Awal Perjalanan, Menyatu dengan Dunia Otomotif.

Pada dekade 1920-an, MIDO mulai mencuri perhatian melalui jam tangan bergaya elegan untuk pria dan wanita. Keunikan lainnya, perusahaan juga memproduksi jam tangan berbentuk grille radiator yang terinspirasi dari mobil-mobil mewah seperti Bugatti, Buick, Fiat, Ford, hingga Hispano-Suiza, sebuah inovasi yang saat itu belum pernah dilakukan produsen lain.

Pelopor Teknologi Jam Tahan Air
Memasuki tahun 1930-an, MIDO memperkenalkan sistem penyegelan mahkota Aquadura, teknologi revolusioner yang meningkatkan ketahanan air pada jam tangan ketika fitur tersebut masih tergolong langka di industri.

Tonggak penting lainnya hadir pada 1934 melalui peluncuran Multifort, salah satu jam tangan otomatis pertama di dunia yang menggabungkan kemampuan antimagnetik, tahan air, serta tahan guncangan dalam satu produk.

Robot “Robi” Menjadi Simbol Kemajuan
Pada 1939, MIDO memperkenalkan karakter robot bernama Robi sebagai simbol inovasi dan ketangguhan. Hingga kini, ikon tersebut masih dikenal di berbagai pasar internasional sebagai bagian dari identitas merek.

Inovasi Berlanjut di Era Modern
Perjalanan inovasi terus berlanjut melalui berbagai pencapaian penting.
Pada 1954, MIDO memperkenalkan sistem Powerwind yang menyederhanakan mekanisme otomatis sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus keandalannya.

Lima tahun kemudian, lahirlah Ocean Star dengan desain casing monocoque yang meningkatkan kemampuan tahan air secara signifikan.

Pada 1967, perusahaan kembali mencetak sejarah dengan menghadirkan jam tangan otomatis wanita terkecil yang diproduksi secara massal.

Sementara pada era 1990-an, MIDO memperluas inovasinya melalui model Bodyguard yang dilengkapi alarm keamanan lebih dari 100 desibel serta Worldtimer, jam analog yang mampu menampilkan zona waktu dunia secara praktis.

Arsitektur Menjadi DNA MIDO
Memasuki abad ke-21, MIDO semakin menegaskan identitasnya sebagai produsen jam tangan yang mengambil inspirasi dari arsitektur dunia.

Koleksi All Dial yang diperkenalkan pada 2002 mengambil inspirasi dari kemegahan Colosseum di Roma.

Disusul koleksi Baroncelli, Belluna, hingga Great Wall yang mengadopsi keindahan Tembok Besar China.

Pada 2014, MIDO menjalin kemitraan resmi dengan International Union of Architects (UIA) yang menaungi lebih dari satu juta arsitek di seluruh dunia.

Setahun kemudian, MIDO menggelar kompetisi desain jam tangan internasional bertema Big Ben London, mempertegas hubungan erat antara dunia horologi dan arsitektur.

Teknologi Silicon hingga Commander Big Date

Momentum penting kembali terjadi pada 2016 ketika MIDO menghadirkan mesin jam bersertifikat kronometer dengan silicon balance spring, teknologi yang sebelumnya hanya digunakan pada jam tangan kelas haute horlogerie.

Saat merayakan usia 100 tahun pada 2018, MIDO meluncurkan Commander Big Date yang dibekali Calibre 80 dengan fitur tanggal besar sebagai penghormatan terhadap pendirinya, Georges Schaeren.

Sejak saat itu, slogan “Inspired by Architecture” semakin melekat pada identitas perusahaan, termasuk melalui kampanye global yang menjadikan Museum Solomon R. Guggenheim di New York sebagai inspirasi desain salah satu koleksinya.

Selain dunia horologi, MIDO juga aktif mendukung berbagai ajang olahraga internasional, termasuk menjadi mitra dalam Red Bull Cliff Diving World Series, yang dinilai memiliki kesamaan nilai berupa presisi tinggi, performa ekstrem, serta keindahan estetika.

Pernyataan Resmi MIDO

Dalam sejarah resminya, MIDO menegaskan filosofi yang menjadi fondasi perusahaan.

“Sejak 1918, MIDO berkomitmen menghadirkan perpaduan desain yang tak lekang oleh waktu, inovasi teknis, material berkualitas tinggi, dan inspirasi dari arsitektur paling ikonik di dunia.” (Pernyataan resmi MIDO).

Lebih dari satu abad setelah didirikan, MIDO tetap mempertahankan reputasinya sebagai salah satu produsen jam tangan Swiss yang mengedepankan presisi, daya tahan, serta desain klasik yang mampu melintasi zaman.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPMB Masih Sisakan Banyak Siswa Tercecer, Salah Sistem atau Kurang Sosialisasi?

    SPMB Masih Sisakan Banyak Siswa Tercecer, Salah Sistem atau Kurang Sosialisasi?

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Klungkung – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Suwirta, S.Pd., MM, menyoroti masih banyaknya siswa yang tercecer dalam proses penerimaan peserta didik baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 untuk jenjang SMA/SMK negeri di Kabupaten Klungkung. Saat turun langsung memantau proses pengumuman, Suwirta menemukan bahwa sejumlah sekolah negeri masih kekurangan jumlah siswa yang diterima. Misalnya, […]

  • Dana Pungutan Wisatawan Asing Disorot, Arah Pemanfaatan Dinilai Mulai Bergeser

    Dana Pungutan Wisatawan Asing Disorot, Arah Pemanfaatan Dinilai Mulai Bergeser

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Denpasar, Bali — Pemanfaatan Dana Pungutan Wisatawan Asing (PWA) di Bali mulai menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai arah kebijakan penggunaan dana tersebut berpotensi bergeser dari tujuan awalnya sebagai instrumen strategis untuk menjaga kualitas pariwisata Pulau Dewata. PWA sebelumnya dirancang sebagai sumber pendanaan khusus yang berasal dari kontribusi wisatawan mancanegara. Dana ini diharapkan dapat dikembalikan langsung […]

  • Made Supartha Tegaskan Peran Pansus TRAP dalam Pengawasan Pelanggaran Pembangunan di Bali

    Made Supartha Tegaskan Peran Pansus TRAP dalam Pengawasan Pelanggaran Pembangunan di Bali

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 8Komentar

    Denpasar — Menanggapi pernyataan influencer Benny Subawa melalui unggahan di akun Instagram @bennysubawa yang mengomentari kinerja Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, menegaskan bahwa keberadaan pansus tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap pembangunan di Bali. Made Supartha menjelaskan bahwa dalam […]

  • Dugaan Dapat Memperkaya Diri, Pengelolaan Sesari Pura Melanting Tidak Transparan

    Dugaan Dapat Memperkaya Diri, Pengelolaan Sesari Pura Melanting Tidak Transparan

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR – Uang akan selalu menjadi polemik ketidakadilan bila tidak dikelola secara transparan atau terbuka bila menyangkut milik umum atau bersama. “Tuhan Yang Maha Esa akan mengambil kekayaan mereka yang suka memeras bawahan dan orang-orang disekitarnya. Demikian pula mereka yang tidak membagikan kekayaannya kepada pekerja-pekerja yang ulet membanting tulang”. (Rg.Veda V42.9) Laporan yang bergulir di […]

  • Ritual Ceng Beng di Carangsari Dimeriahkan Piodalan, Hiburan dan Inovasi Kesehatan

    Ritual Ceng Beng di Carangsari Dimeriahkan Piodalan, Hiburan dan Inovasi Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    BADUNG – Perkumpulan Suka Duka Sari Semadhi Carangsari ikut serta memeriahkan tradisi Ceng Beng (atau Cheng Beng/Qingming), kegiatan ini adalah tradisi ziarah kubur tahunan masyarakat Tionghoa untuk menghormati leluhur, yang jatuh setiap tanggal 4 atau 5 April, di Perkuburan China, di Wilayah Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Jumat, 3 April 2026. Ritual ini melibatkan […]

  • Lima Tipe Pribadi Berenergi Negatif yang Perlu Dibatasi, Demi Kesehatan Mental

    Lima Tipe Pribadi Berenergi Negatif yang Perlu Dibatasi, Demi Kesehatan Mental

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, para pemerhati psikologi sosial mengingatkan pentingnya mengenali lingkungan pergaulan. Interaksi yang tidak sehat dinilai dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang secara signifikan, bahkan menghambat pertumbuhan pribadi. Sejumlah karakter dengan pola perilaku tertentu disebut kerap membawa energi negatif dalam hubungan sosial. Meski tidak untuk dimusuhi, tipe-tipe […]

expand_less