Breaking News
light_mode

Geger Isu Pajak Medsos! Ini Penjelasan Pegawai DJP

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Isu soal pengenaan pajak bagi pengguna media sosial kembali memicu kebingungan publik. Apalagi setelah mencuatnya kebijakan kontroversial dari Uganda, negara di Afrika Timur, yang sempat menerapkan pajak atas penggunaan media sosial. Namun, narasi ini perlu diluruskan dikutip dari artikel yang tayang di www.pajak.go.id

https://www.pajak.go.id/id/artikel/pengguna-media-sosial-dikenakan-pajak-sini-teliti-kembali

Pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP), I Gede Suryantara, dalam artikelnya menegaskan bahwa di Indonesia, pengguna media sosial tidak dikenai pajak hanya karena bermain atau mengakses platform seperti Instagram, TikTok, atau YouTube. Justru, yang dikenai pajak adalah pihak yang menghasilkan uang dari platform digital tersebut, bukan sekadar pemakai.

“Bukan penggunaan media sosial yang dikenakan pajak, melainkan penghasilan yang diperoleh dari pemanfaatan media sosial. Itu merupakan objek Pajak Penghasilan (PPh),” tegas Gede Suryantara.

Ia menjelaskan, istilah layanan Over The Top (OTT) seperti TikTok, Netflix, dan Instagram, memang menjadi sumber pendapatan besar melalui monetisasi seperti iklan, langganan, hingga transaksi digital.

“Jika sudah ada monetisasi, maka di situlah negara hadir untuk mengenakan pajak sesuai regulasi yang berlaku,” imbuhnya.

Gede juga mengungkap fakta mencengangkan, sepanjang tahun 2023, pendapatan pasar aplikasi di Indonesia mencapai Rp12,2 triliun, meningkat 20% dibanding tahun sebelumnya. TikTok menjadi pemain dominan dengan pendapatan tertinggi, mencapai Rp529 miliar, menyalip aplikasi game populer seperti Mobile Legends.

Sebagai perbandingan, Uganda pernah mencoba mengenakan pajak kepada warganya yang mengakses media sosial. Presiden Uganda saat itu, Yoweri Museveni, bahkan menyebutnya sebagai “pajak dosa”. Namun kebijakan itu gagal total. Penerimaan negara justru jeblok hingga 83% di tahun pertama, dan akhirnya kebijakan tersebut dicabut.

Melalui artikelnya, Gede Suryantara mengajak masyarakat Indonesia agar tidak terpancing isu menyesatkan. Pajak digital bukanlah bentuk pembatasan terhadap hak publik dalam mengakses internet, melainkan upaya adil untuk menarik pajak dari aktivitas ekonomi digital yang menghasilkan pendapatan nyata.

“Dengan kata lain, selama Anda tidak memonetisasi aktivitas di media sosial, Anda tidak dikenai pajak hanya karena bermain Instagram atau TikTok,” pungkasnya. (Tim)
……

Catatan: Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan representasi langsung dari instansi tempatnya bekerja.

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (12)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manfaat Madu Hutan Asal Kintamani, Emas Alami dari Lereng Gunung Batur

    Manfaat Madu Hutan Asal Kintamani, Emas Alami dari Lereng Gunung Batur

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    BANGLI – Madu hutan yang berasal dari kawasan Kintamani semakin dikenal sebagai salah satu produk alami unggulan dengan segudang manfaat kesehatan. Dihasilkan oleh lebah liar yang hidup di kawasan hutan sekitar Gunung Batur, madu ini disebut-sebut memiliki kualitas tinggi karena berasal dari lingkungan yang masih asri dan minim pencemaran. Dalam beberapa waktu terakhir, permintaan madu […]

  • Pungutan Wisatawan Asing Bali Rp369 Miliar! Target Rendah Dipertanyakan, Pengamat Minta Aparat Telusuri

    Pungutan Wisatawan Asing Bali Rp369 Miliar! Target Rendah Dipertanyakan, Pengamat Minta Aparat Telusuri

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 15Komentar

    DENPASAR, Jumat 13 Maret 2026 — Realisasi penerimaan dari kebijakan Pungutan Wisatawan Asing (PWA) di Bali sepanjang tahun 2025 mencapai Rp369 miliar. Angka ini melampaui target awal sebesar Rp325 miliar, namun masih berada di bawah target yang dipatok dalam APBD Perubahan sebesar Rp500 miliar. Data kunjungan menunjukkan, Bali menerima sebanyak 7.050.314 wisatawan mancanegara sepanjang 2025, […]

  • PT Augustea Intercrews Indonesia Bawa Harapan Baru Bagi Masyarakat Bali Untuk Berkarier di Internasional

    PT Augustea Intercrews Indonesia Bawa Harapan Baru Bagi Masyarakat Bali Untuk Berkarier di Internasional

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Seleksi 500 Kandidat, Talenta Bali Dibidik untuk Menembus Karier Global di Kapal Pesiar dan Industri Pelayaran.  DENPASAR – PT Augustea Intercrews Indonesia Cabang Bali menggelar proses seleksi peluang Karier bagi talenta Bali untuk bekerja di industri kapal Pesiar dan pelayaran dengan kerjasama dengan berbagai industri hospitality dari Royal Carribean International, Celebrity X Cruises, Silversea, TUI […]

  • Desa Penglipuran Bali Masuk 53 Desa Terindah Dunia, Ini Pesan Pengelola

    Desa Penglipuran Bali Masuk 53 Desa Terindah Dunia, Ini Pesan Pengelola

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Pengakuan Condé Nast Traveller menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya, hutan bambu, dan pariwisata regeneratif berbasis masyarakat adat. BANGLI – Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, masuk dalam daftar The 53 Most Beautiful Small Towns in the World yang diterbitkan majalah perjalanan internasional Condé Nast Traveller pada 31 Maret 2026. Pengakuan ini kembali menyoroti daya tarik […]

  • Target Pertumbuhan Ekonomi RI Meleset, Purbaya Salahkan Lonjakan Harga Minyak Dunia

    Target Pertumbuhan Ekonomi RI Meleset, Purbaya Salahkan Lonjakan Harga Minyak Dunia

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    Menteri Keuangan menyebut gejolak geopolitik Timur Tengah menekan laju ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026, namun optimistis pertumbuhan mampu menembus 6 persen pada semester kedua. JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut memang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun […]

  • Ironi Jeruk RI! Produksi Melimpah, Impor Tembus 208 Ribu Ton

    Ironi Jeruk RI! Produksi Melimpah, Impor Tembus 208 Ribu Ton

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Produksi Jeruk Indonesia Naik, tetapi Impor Masih Mendominasi dan Ekspor Tertinggal Jauh DENPASAR – Indonesia kembali mencatatkan peningkatan produksi jeruk pada 2025. Namun di balik capaian tersebut, neraca perdagangan komoditas hortikultura ini masih menyisakan ironi. Meski menjadi salah satu produsen jeruk terbesar di Asia Tenggara, Indonesia justru masih sangat bergantung pada pasokan jeruk dari luar […]

expand_less