Siswi Bali Raih 4 Medali di Kompetisi Sains Nasional, Stephanie Tembus 4 Bidang
- account_circle Ray
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Stephanie Yuki Samantha, siswi kelas 1 SMAS Kristen Harapan Denpasar, meraih dua emas dan dua perak dalam empat bidang studi berbeda.
JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Bali di ajang kompetisi sains tingkat nasional. Stephanie Yuki Samantha, siswi kelas 1 SMAS Kristen Harapan Denpasar, berhasil membawa pulang empat medali dari empat bidang studi berbeda dalam Jenius National Sains Competition (JNSC).
Prestasi tersebut diraih Stephanie setelah mengikuti tahapan kompetisi tingkat regional/provinsi Bali. Hasil tersebut sekaligus mengantarkannya ke babak akhir JNSC di Jakarta untuk berhadapan dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Stephanie mencatatkan prestasi dengan meraih dua medali emas masing-masing pada bidang studi Ekonomi dan Bahasa Indonesia. Sementara itu, dua medali perak berhasil diraihnya pada bidang Sejarah dan Pengetahuan Umum.
Capaian tersebut terbilang istimewa karena Stephanie mengaku tidak melakukan persiapan khusus sebelum mengikuti kompetisi. Ia justru mengandalkan kebiasaannya membaca buku sebagai salah satu modal dalam menghadapi perlombaan.
“Senang sekali dan tidak menyangka bisa meraih hasil ini, karena tidak persiapan khusus, serta saya hanya lebih memilih banyak membaca buku saja sesuai hobi,” ujar Stephanie saat diwawancarai media.
Bagi Stephanie, keikutsertaannya dalam JNSC bukan semata-mata untuk mengejar prestasi. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi juara nasional dalam kompetisi menulis tingkat SMP. Pengalaman tersebut membuatnya kembali mengikuti kompetisi untuk memperluas pengalaman sekaligus mengukur kemampuan dirinya.
Keberhasilan Stephanie meraih empat medali di empat bidang berbeda juga mendapat apresiasi dari keluarga. Firdaus, ayah Stephanie, mengaku bangga sekaligus terkejut mengetahui prestasi yang diraih putrinya.

“Jujur saya bangga dan terkejut mendengar kabar ini dan semoga ini bisa menular ke adiknya kelak,” kata Firdaus.
Prestasi Stephanie menjadi bukti bahwa kebiasaan membaca dan kemauan untuk terus mencoba berbagai bidang dapat menjadi modal penting bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus berkompetisi di tingkat nasional.
Kini, Stephanie bersiap melanjutkan perjuangannya di tahap akhir kompetisi di Jakarta dengan membawa nama Bali dan SMAS Kristen Harapan Denpasar.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar