Mayjen I Wayan Suarjana, Putra Karangasem di Bursa Pangdam IX/Udayana
- account_circle Admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jejak Letting 1992 dari Bali: dari penugasan teritorial hingga posisi strategis sebagai Aspers Kasad
DENPASAR/JAKARTA – Nama Mayjen TNI I Wayan Suarjana, S.E., M.M., kembali menjadi perhatian di tengah dinamika pergantian jabatan perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Putra Karangasem, Bali, yang kini menjabat Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat (Aspers Kasad) itu disebut-sebut dalam pembicaraan mengenai sosok yang berpeluang mengisi posisi Pangdam IX/Udayana.
Namun, hingga saat ini belum terdapat pengumuman resmi dari TNI AD yang menetapkan I Wayan Suarjana sebagai Pangdam IX/Udayana. Data resmi TNI AD masih mencatat Suarjana sebagai Aspers Kasad.

Sementara itu, posisi Pangdam IX/Udayana saat ini masih dijabat Mayjen TNI Piek Budyakto. Dalam sejumlah kegiatan resmi Kodam IX/Udayana pada 2026, Piek Budyakto masih tercatat sebagai Pangdam IX/Udayana.
Meski demikian, rekam jejak Suarjana membuat namanya memiliki keterkaitan kuat dengan pembahasan mengenai kepemimpinan di wilayah Kodam IX/Udayana. Ia merupakan perwira lulusan Akmil 1992 dan telah menempati sejumlah jabatan strategis dalam perjalanan karier militernya. Data alumni pendidikan Lemhannas yang terpublikasi juga mencatat I Wayan Suarjana sebagai perwira TNI AD lulusan Akmil 1992.
Karier Suarjana kemudian berkembang dari berbagai penugasan hingga ke lingkungan strategis TNI AD. Pada 2025, ia tercatat sebagai Brigjen TNI sebelum kemudian menyandang pangkat Mayjen TNI dan menjabat Aspers Kasad. Situs resmi TNI AD saat ini mencantumkan lengkap namanya sebagai Mayjen TNI I Wayan Suarjana, S.E., M.M., Aspers Kasad.

Posisi Aspers Kasad menempatkan Suarjana pada bidang yang berkaitan erat dengan pembinaan personel TNI AD. Dalam sejumlah kegiatan resmi, ia menyampaikan arahan mengenai disiplin, integritas, pembinaan personel hingga proses penerimaan prajurit.
Salah satu penekanannya terlihat dalam kegiatan pembinaan Kowad jajaran Kodam II/Sriwijaya pada Desember 2025. Dalam kegiatan tersebut, Suarjana menekankan pentingnya menjaga integritas dan sikap dalam kehidupan kedinasan maupun sehari-hari.
“Jaga lisan, jaga gestur, dan jaga sikap,” demikian arahan Suarjana yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pengalaman Suarjana juga tidak hanya berada di lingkungan Mabesad. Penugasan di berbagai wilayah menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebagai perwira TNI AD. Pengalaman tersebut menjadi salah satu aspek yang membuat profilnya diperhitungkan ketika pembicaraan mengenai rotasi jabatan strategis di tubuh TNI AD mencuat.
Kedekatan Suarjana dengan Bali juga terlihat ketika dirinya berada di Karangasem pada Agustus 2025. Saat itu, Brigjen TNI I Wayan Suarjana melaksanakan kegiatan keagamaan di Pura Lempuyang Luhur dan Pura Agung Besakih dengan didampingi jajaran Kodim 1623/Karangasem.
Hubungannya dengan Bali juga kembali terlihat dalam pelaksanaan TMMD ke-126 di Kabupaten Badung pada Oktober 2025. Ketika itu, Suarjana yang masih menjabat Aspers Kasad meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap sinergi TNI, pemerintah daerah dan masyarakat yang terlibat dalam program TMMD.
“Kami mewakili pimpinan Angkatan Darat menyampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh personel dan masyarakat. Harapan kami, kegiatan ini dapat berjalan dengan aman, lancar dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Suarjana.

Kehadiran Suarjana dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sebagai pejabat personel di tingkat pusat, ia tetap memiliki keterlibatan dalam kegiatan pembinaan teritorial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Bagi Bali, keberadaan seorang putra daerah di posisi strategis TNI AD tentu memiliki dimensi tersendiri. Namun, penempatan seorang perwira tinggi pada jabatan Pangdam merupakan keputusan institusional TNI AD yang ditentukan melalui mekanisme dan pertimbangan organisasi.
Karena itu, penyebutan nama Suarjana dalam bursa Pangdam IX/Udayana sejauh ini lebih tepat ditempatkan sebagai dinamika pembicaraan mengenai rotasi jabatan, bukan sebagai keputusan yang telah ditetapkan.
Rekam jejaknya sebagai perwira Akmil 1992, pengalaman penugasan di sejumlah wilayah, serta posisi strategis sebagai Aspers Kasad menjadi bagian penting dari profil yang melekat pada dirinya.
Jika nantinya terjadi rotasi kepemimpinan di Kodam IX/Udayana dan nama Suarjana masuk dalam keputusan resmi TNI AD, latar belakangnya sebagai putra Bali akan menjadi salah satu aspek menarik dalam perjalanan kariernya. Namun, sampai keputusan resmi diumumkan, seluruh nama yang disebut dalam bursa Pangdam tetap berada pada ranah dinamika mutasi dan promosi perwira tinggi TNI AD.
Dengan demikian, perjalanan karier Mayjen TNI I Wayan Suarjana saat ini menunjukkan satu hal yang telah terkonfirmasi: putra Karangasem tersebut telah mencapai posisi strategis sebagai Aspers Kasad dan masih menjalankan tugas tersebut dalam struktur TNI AD.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar