Masuk KEN Kemenpar, Jatiluwih Festival VII 2026 Siap Gaungkan Sport Tourism Lewat Run 5K Bersama ASITA
- account_circle Admin
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TABANAN, BALI – Kawasan warisan budaya dunia UNESCO, Jatiluwih, bersiap menggelar pesta budaya dan olahraga terbesar tahun ini melalui Jatiluwih Festival VII yang akan berlangsung pada 20–21 Juni 2026 di Desa Wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.
Tahun ini menjadi momentum istimewa bagi festival tersebut karena untuk pertama kalinya berhasil lolos kurasi dan masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Masuknya Jatiluwih Festival ke dalam program KEN menjadi bentuk pengakuan nasional atas konsistensi kawasan Jatiluwih dalam menjaga kelestarian alam melalui konsep eco-tourism, pelestarian budaya sistem Subak, serta kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan UMKM lokal.
Tidak hanya menampilkan kekayaan budaya, festival tahun ini juga menghadirkan gebrakan baru melalui kolaborasi bersama Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau ASITA. Pada hari kedua festival, Minggu (21/6/2026), akan digelar ajang olahraga lari Run 5K yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di kawasan Jatiluwih.
Ajang lari tersebut diinisiasi ASITA sebagai bagian dari peringatan 100 Tahun Pariwisata Bali sekaligus mendorong pengembangan sport tourism di Pulau Dewata. Event ini ditargetkan mampu menghadirkan sedikitnya 2.000 pelari dari berbagai komunitas lari di seluruh Bali.
Para peserta nantinya akan menikmati pengalaman unik berlari di tengah udara pegunungan yang sejuk dengan panorama sawah terasering khas Jatiluwih yang mendunia.
Manager Manajemen Operasional DTW Jatiluwih, John Ketut Purna, mengaku bangga atas pencapaian dan kolaborasi besar yang terjalin pada festival tahun ini.
“Jatiluwih Festival VII bukan sekadar selebrasi budaya, melainkan simbol kebangkitan pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan. Masuknya festival ini ke dalam KEN Kemenpar serta kolaborasi bersama ASITA melalui Run 5K adalah bukti nyata bahwa alam, olahraga, dan budaya bisa berjalan beriringan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran ribuan pelari diyakini akan memberikan multiplier effect bagi ekosistem pariwisata lokal, mulai dari peningkatan okupansi homestay, kunjungan ke warung lokal, hingga promosi produk unggulan Jatiluwih seperti beras merah dan kopi lokal.
Selama dua hari pelaksanaan festival, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai aktivitas autentik, mulai dari pertunjukan seni dan budaya Bali di ruang terbuka, pameran UMKM dan kuliner khas Tabanan, hingga edukasi sistem pertanian Subak yang menjadi identitas utama Jatiluwih.
Panitia saat ini juga telah membuka pendaftaran Run 5K secara daring. Masyarakat lokal, wisatawan domestik, maupun mancanegara diundang untuk turut ambil bagian dalam momen bersejarah Jatiluwih Festival VII 2026.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar