Breaking News
light_mode

Bali Kesatuan Utuh, Gung De Aryawan Bersuara Keras: Jangan Monopoli Lapangan Kerja Pariwisata

  • account_circle Ray
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Pengamat Kebijakan Publik, A A Gede Agung Aryawan atau yang akrab disapa Gung De, melontarkan kritik tajam terhadap praktik monopoli lapangan kerja di sektor pariwisata Bali. Ia menegaskan, Bali adalah satu kesatuan wilayah yang tidak boleh terpecah oleh kepentingan egosektoral.

Dalam pernyataannya di Denpasar, Sabtu (11/1), Gung De yang juga merupakan Sekretaris Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Provinsi Bali, menyoroti pembangunan pariwisata yang selama ini terpusat di Bali Selatan, meliputi kawasan Canggu, Kuta, Legian, Jimbaran, Sanur, Nusa Dua, Ubud hingga Tanah Lot. Konsentrasi destinasi tersebut, menurutnya, memang membuka banyak peluang kerja bagi masyarakat lokal, termasuk keberadaan taksi pangkalan yang melayani hotel dan akomodasi wisata.

Namun, ia mengingatkan agar keberkahan ekonomi itu tidak berubah menjadi praktik eksklusif yang menutup akses masyarakat Bali di wilayah lain.

“Bali ini kesatuan utuh. Jangan ada egosektoral yang memonopoli lapangan kerja pariwisata,” tegasnya.

Daerah Penyangga Ikut Berkorban

Gung De menilai perkembangan pariwisata Bali tidak bisa dilepaskan dari peran daerah penyangga. Fasilitas vital seperti TPA sampah, IPAL limbah domestik, IPLT truk tinja hingga bendungan sumber air PDAM, menurutnya, tidak mungkin dibangun di pusat destinasi wisata.

Konsekuensinya, masyarakat di sekitar fasilitas tersebut harus menanggung dampak lingkungan, mulai dari bau tak sedap hingga risiko kesehatan. Ironisnya, kata dia, wilayah-wilayah ini tidak menikmati limpahan lapangan kerja seperti kawasan wisata utama.

Ia menyinggung keberadaan TPA Suwung sebagai tempat pembuangan regional Sarbagita yang sempat terbakar dan menjadi sorotan publik. Menurutnya, tidak mungkin kawasan sekitar TPA atau IPAL dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang memunculkan taksi pangkalan lokal.

“Kalau taksi online ditutup, itu sama saja memotong mata pencaharian masyarakat sekitar TPA atau IPAL yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai driver online,” ujarnya.

Gung De juga mengkritik aksi demonstrasi dengan spanduk penolakan taksi online yang dinilainya meresahkan dan berpotensi membenturkan sesama warga Bali. Ia mempertanyakan keadilan apabila wilayah tertentu menikmati “dollar pariwisata”, sementara limbah dan sampahnya dibebankan ke desa lain.

Tuntutan Pembatasan Taksi Online

Di sisi lain, ratusan massa yang tergabung dalam Forum Perjuangan Driver Pariwisata Bali (FPDPB) sebelumnya menggelar aksi ke Kantor DPRD Bali. Koordinator FPDPB, Gede Darmayasa, menyatakan aksi dilakukan untuk menuntut keadilan di tengah kondisi pariwisata yang dinilai lesu, terutama di sektor transportasi.

Mereka mendesak pembatasan kuota taksi online, penataan vendor angkutan sewa khusus, standarisasi tarif, hingga pembatasan rekrutmen driver hanya bagi pemilik KTP Bali.

Aspirasi tersebut diterima pimpinan DPRD Bali, termasuk Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayasa yang dikenal sebagai Dewa Jack, bersama jajaran pimpinan dan Komisi III.

Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nyoman Suyasa, menyatakan pembatasan kuota taksi online dapat dipertimbangkan melalui kajian komprehensif.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Bali, jumlah angkutan sewa khusus beraplikasi saat ini tercatat 10.854 unit, masih di bawah proyeksi kebutuhan 23.754 unit pada 2020.

Terkait pembatasan rekrutmen hanya bagi pemilik KTP Bali, DPRD menilai kebijakan tersebut tidak memungkinkan secara hukum karena KTP berlaku nasional. Namun, standarisasi kompetensi berbasis pemahaman budaya, bahasa, dan tata krama Bali dapat diterapkan melalui sertifikasi.

DPRD juga mendorong peningkatan Pergub Bali Nomor 40 Tahun 2019 tentang Layanan Angkutan Sewa Khusus menjadi Peraturan Daerah, serta penguatan sertifikasi dan pelabelan “Kreta Bali Smita” bagi angkutan pariwisata.

Seruan Bijak dan Adil

Di tengah dinamika tersebut, Gung De kembali menekankan pentingnya kebijakan yang adil dan tidak memicu konflik horizontal.

“Bayangkan jika kawasan wisata seperti Kuta, Sanur atau Canggu yang dibangun TPA atau IPAL. Apakah mereka mau? Ini harus disikapi bijak. Jangan sampai demi monopoli transportasi, sampah dan limbahnya dibuang ke desa lain,” ucapnya lantang.

Ia berharap pemerintah daerah mampu merumuskan tata kelola transportasi pariwisata yang berkeadilan, tanpa mengorbankan kelompok masyarakat tertentu.

Bagi Gung De, menjaga Bali sebagai satu kesatuan bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk memastikan manfaat dan beban pembangunan dibagi secara proporsional.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (11)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LBH FKPPI Bali Bantu Ratusan WNA yang Diduga Bermasalah Dengan Agen Visa Nakal 

    LBH FKPPI Bali Bantu Ratusan WNA yang Diduga Bermasalah Dengan Agen Visa Nakal 

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Ray
    • 6Komentar

    DENPASAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) KB (Keluarga Besar) FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Dan Putra Putri TNI POLRI) mengawal kasus dugaan penipuan, penyanderaan paspor, dan penggelapan yang dilakukan oleh inisial PT. MGI yang disinyalir menyediakan dukungan bisnis, layanan legal, solusi korporat, serta solusi visa dan ekspor-impor (sumber google). Korban bule yang sudah mencapai […]

  • Restorative Justice Gagal, Uang Rp150 Juta Ganti Rugi Kerusakan Properti 1 Juta Raib, WNA Spanyol Dilaporkan

    Restorative Justice Gagal, Uang Rp150 Juta Ganti Rugi Kerusakan Properti 1 Juta Raib, WNA Spanyol Dilaporkan

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Ray
    • 23Komentar

    DENPASAR — Upaya penyelesaian kasus secara Restorative Justice (RJ) antara April Jumadil Awal (Laura) Warga Negara Indonesia (WNI), dengan Warga Negara Spanyol bernama Gonzalo Antonio Sanzhez Villa, berakhir tanpa hasil. Padahal, Laura telah membayar uang ganti rugi sebesar Rp150 juta sebagai bagian dari kesepakatan damai yang disetujui bersama. Kuasa hukum Laura, Niran Nuang Ambo, SH., […]

  • Jennifer Coppen Resmi Dilamar Justin Hubner, Cinta Baru Berlabuh ke Jenjang Serius

    Jennifer Coppen Resmi Dilamar Justin Hubner, Cinta Baru Berlabuh ke Jenjang Serius

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Hubungan asmara artis Jennifer Coppen dengan pesepakbola Tim Nasional Indonesia, Justin Hubner, resmi melangkah ke fase yang lebih serius. Jennifer—yang akrab disapa Mamari—mengumumkan bahwa dirinya telah dilamar sang kekasih dalam sebuah momen romantis yang sarat emosi dan kebahagiaan. Kabar bahagia itu dibagikan Mamari melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Lamaran tersebut berlangsung saat […]

  • Dana Murah Jepang Mulai Surut, Ketergantungan Ekonomi Indonesia Dipertanyakan

    Dana Murah Jepang Mulai Surut, Ketergantungan Ekonomi Indonesia Dipertanyakan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Selama bertahun-tahun, stabilitas ekonomi Indonesia ternyata tidak sepenuhnya bertumpu pada kekuatan internal. Di balik relatif stabilnya nilai tukar rupiah dan ringannya beban utang, terdapat aliran dana murah dari Jepang melalui skema yen carry trade—sebuah praktik finansial global yang jarang dibicarakan secara terbuka. Dengan suku bunga Jepang yang selama lama berada di level sangat […]

  • Tiga Anggota “Gacor Laut” Ditemukan Selamat Usai Menyelam, Bawa Pulang Tangkapan Melimpah

    Tiga Anggota “Gacor Laut” Ditemukan Selamat Usai Menyelam, Bawa Pulang Tangkapan Melimpah

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 0Komentar

    ROTE NDAO, 14 September 2025 — Warga Dusun Fau, Desa Persiapan Fiafangga, Kecamatan Rote Barat Daya, sempat dibuat cemas setelah tiga anggota kelompok penyelam tradisional “Gacor Laut” dilaporkan menghilang di perairan Pulau Meting Loku, tepat di belakang Pangkalan Angkatan Laut Deranitan. Kekhawatiran muncul lantaran hingga beberapa jam mereka tidak kunjung kembali ke daratan, sementara kondisi […]

  • Pengeroyokan Wartawan di Minahasa Tenggara, Cermin Buram Penegakan Hukum dan Arogansi Mafia BBM

    Pengeroyokan Wartawan di Minahasa Tenggara, Cermin Buram Penegakan Hukum dan Arogansi Mafia BBM

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara – Kasus pengeroyokan terhadap wartawan berinisial O alias Onal di SPBU Tababo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, pada Selsasa, 03 Maret 2026, lalu kembali membuka luka lama tentang lemahnya penegakan hukum terhadap mafia BBM bersubsidi. Insiden ini terjadi ketika sang wartawan tengah melakukan pemantauan dugaan penyelewengan BBM di SPBU yang disebut-sebut […]

expand_less