Breaking News
light_mode

Pengeroyokan Wartawan di Minahasa Tenggara, Cermin Buram Penegakan Hukum dan Arogansi Mafia BBM

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara – Kasus pengeroyokan terhadap wartawan berinisial O alias Onal di SPBU Tababo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, pada Selsasa, 03 Maret 2026, lalu kembali membuka luka lama tentang lemahnya penegakan hukum terhadap mafia BBM bersubsidi. Insiden ini terjadi ketika sang wartawan tengah melakukan pemantauan dugaan penyelewengan BBM di SPBU yang disebut-sebut milik Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli.

Bukannya mendapat perlindungan, wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik justru menjadi korban kekerasan. Hingga kini, Polsek Belang dan Polres Minahasa Tenggara dinilai belum menunjukkan langkah tegas terhadap para pelaku pengeroyokan maupun jaringan mafia BBM yang diduga beroperasi di lokasi tersebut. Publik pun bertanya-tanya: mengapa aparat penegak hukum seolah tutup mata?

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa SPBU Tababo kerap beroperasi di luar jam resmi. Modus ini diduga digunakan untuk melayani mafia BBM yang membeli dalam jumlah besar menggunakan kendaraan modifikasi. Dugaan keterlibatan orang dekat pemilik SPBU, VR alias Vanda Rantung, semakin memperkeruh suasana.

Alih-alih menunjukkan empati atas kekerasan yang dialami wartawan, Vanda justru melontarkan pernyataan menantang terhadap Onal. “Silakan diberitakan. Saya tidak takut kalau ini diangkat ke media,” ucap Vanda menunjukkan kesombongannya. Bahkan ia sempat meremehkan dengan ucapan bernada sinis, seolah menegaskan bahwa mafia BBM merasa kebal hukum.

Pernyataan ini memicu kemarahan publik. Banyak pihak menilai ada arogansi yang berakar dari dugaan perlindungan politik dan lemahnya aparat penegak hukum.

Kritik Keras terhadap Aparat Kepolisian

Ketua Lidikkrimsus RI Sulawesi Utara, Hendra Tololiu, melontarkan kritik pedas. Menurutnya, jika Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Minahasa Tenggara tidak mampu menindak mafia BBM, lebih baik mundur dari jabatan. Ia bahkan menantang Kapolda Sulut dan Propam Polda Sulut untuk mengevaluasi dan mencopot pejabat yang lalai.

Hendra juga meminta Presiden RI, Kapolri, Kapolda Sulut, dan BPH Migas turun tangan langsung membongkar jaringan mafia BBM. Penyelewengan BBM bersubsidi bukan hanya merugikan negara, tetapi juga merampas hak masyarakat kecil yang seharusnya menikmati subsidi.

Senada dengan Hendra, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, memberikan komentar keras atas pengadiayaan wartawan Onal oleh pihak SPBU tersebut. Menurutnya, pengeroyokan terhadap wartawan Onal adalah bukti nyata bahwa mafia BBM merasa dilindungi dan kebal hukum.

“Ini bukan sekadar kasus kekerasan, tetapi bentuk kriminalisasi terhadap jurnalis yang menjalankan tugas mulia membongkar kejahatan. Saya mengecam keras aparat kepolisian yang lamban dan terkesan menutup mata. Jika polisi tidak berani menindak mafia BBM, maka mereka telah mengkhianati rakyat dan konstitusi,” tegas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Wilson Lalengke menegaskan bahwa wartawan adalah garda terdepan dalam mengungkap kebenaran. Menghancurkan mereka sama saja dengan menghancurkan demokrasi. Ia menyerukan agar aparat penegak hukum segera bertindak, bukan hanya demi keadilan bagi korban, tetapi juga demi menjaga marwah negara.

Refleksi Filosofis tentang Keadilan dan Kekuasaan

Kasus ini mengingatkan kita pada pandangan para filsuf tentang keadilan dan kekuasaan. Plato (428–347 SM) menekankan bahwa keadilan adalah harmoni dalam masyarakat. Ketika aparat membiarkan mafia berkuasa, harmoni itu runtuh. Aristoteles (384-322 SM) menyatakan bahwa hukum harus menjadi “akal tanpa nafsu.” Namun, ketika hukum tunduk pada kepentingan politik dan ekonomi, ia berubah menjadi alat tirani.

Sementara itu, Immanuel Kant (1724-1804) menegaskan bahwa manusia harus diperlakukan sebagai tujuan, bukan alat. Wartawan yang dipukuli karena mengungkap kebenaran jelas diperlakukan sebagai objek yang harus dibungkam, bukan sebagai manusia bermartabat. John Locke (1632-1794) menekankan kontrak sosial: pemerintah ada untuk melindungi hak hidup dan kebebasan. Ketika aparat gagal melindungi wartawan, kontrak sosial itu dilanggar.

Mahatma Gandhi (1869-1948) mengingatkan bahwa keberanian moral lebih kuat daripada kekerasan. Wartawan seperti Onal adalah teladan keberanian moral, dan masyarakat harus berdiri membelanya.

Seruan dan Harapan

Kasus pengeroyokan wartawan ini bukan hanya soal individu, tetapi soal kepercayaan publik terhadap hukum. Jika aparat tidak bertindak, masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada institusi negara. Mafia BBM akan semakin merajalela, sementara rakyat kecil terus dirugikan.

Lebih jauh, kasus ini menunjukkan bagaimana kekuasaan ekonomi dan politik dapat melahirkan arogansi yang berbahaya. Ketika SPBU yang diduga milik pejabat daerah menjadi sarang mafia, maka demokrasi lokal sedang sakit parah.

Pengeroyokan wartawan Onal di SPBU Tababo adalah alarm keras bagi bangsa ini. Wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik tidak boleh menjadi korban kekerasan. Aparat kepolisian harus segera bertindak tegas, membongkar jaringan mafia BBM, dan menindak pelaku pengeroyokan.

Wilson Lalengke, dengan suara lantang, menegaskan bahwa membiarkan mafia BBM berkuasa sama dengan mengkhianati rakyat. Pandangan para filsuf menegaskan bahwa keadilan, moralitas, dan kontrak sosial telah dilanggar.

Kini saatnya negara membuktikan keberpihakannya pada rakyat dan kebenaran. Jika tidak, maka demokrasi akan terus terkikis oleh kekuasaan gelap yang bersembunyi di balik mafia BBM. (TIM/Red)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (15)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inklusivitas versus Filter Finansial! Bali Menguji Arah Baru Tata Kelola Pariwisata

    Inklusivitas versus Filter Finansial! Bali Menguji Arah Baru Tata Kelola Pariwisata

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Dr.(H.C.) Cipto Aji Gunawan DENPASAR – Wacana penerapan syarat minimal saldo rekening atau bukti solvabilitas bagi wisatawan mancanegara yang hendak masuk ke Bali menandai babak baru dalam arah kebijakan pariwisata Indonesia. Gagasan ini mencuat sebagai respons atas meningkatnya persoalan sosial dan keamanan yang belakangan kerap mencoreng citra Pulau Dewata, mulai dari fenomena wisatawan kehabisan bekal […]

  • Tetap Jaga Keajegan Bali, JMW Terus Dukung Semangat Profesionalisme Pecalang

    Tetap Jaga Keajegan Bali, JMW Terus Dukung Semangat Profesionalisme Pecalang

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 15Komentar

    Denpasar – Ketua MDA Kota Denpasar, Jro Mangku Wisna (JMW), seusai pelantikan Manggala Utama Pecalang Bali menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan langkah strategis untuk membangkitkan semangat dan profesionalisme pecalang se-Bali. Menurut JMW, sosok Manggala Utama yang baru dilantik, Brigjen Pol (Purn) Drs. Dewa Made Suharya, diyakini mampu memberikan dukungan moral sekaligus penguatan kapasitas bagi pecalang […]

  • Racun Lebah Berpotensi Jadi Terobosan Pengobatan Kanker

    Racun Lebah Berpotensi Jadi Terobosan Pengobatan Kanker

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 10Komentar

    PERTH, AUSTRALIA – Siapa sangka, sengatan lebah yang biasanya ditakuti manusia justru menyimpan harapan baru dalam dunia medis. Peneliti dari Harry Perkins Institute of Medical Research menemukan senyawa utama dalam racun lebah, yaitu melittin, mampu menghancurkan sel kanker payudara agresif hanya dalam waktu 60 menit, tanpa merusak sel sehat. Dalam uji laboratorium, melittin juga menunjukkan […]

  • Bandara Internasional Bali Utara, Simbol Pemerataan Pembangunan Era Prabowo

    Bandara Internasional Bali Utara, Simbol Pemerataan Pembangunan Era Prabowo

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 9Komentar

    BULELENG – Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (North Bali International Airport) di Kubutambahan, Buleleng, kini memasuki tahap penting setelah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Payung hukum pembangunannya telah dituangkan dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 10 Februari 2025. Komitmen itu sejatinya […]

  • Dari Wangsit Menjadi Karya, Made Wiradana Tuangkan Pengalaman Spiritual dalam Pameran “KACATRI” di Sanur

    Dari Wangsit Menjadi Karya, Made Wiradana Tuangkan Pengalaman Spiritual dalam Pameran “KACATRI” di Sanur

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Terinspirasi mimpi bertemu orang tua yang telah wafat, 20 lukisan terbaru Made Wiradana mengangkat simbol spiritual, rerajahan, dan tradisi Bali dalam balutan seni kontemporer. DENPASAR – Pengalaman spiritual yang mendalam menjadi titik awal lahirnya pameran tunggal “KACATRI” karya perupa Bali, Made Wiradana. Digelar di Satrian Art Gallery, Jalan Danau Tamblingan Nomor 47, Sanur, pameran yang […]

  • Tamparan Realita di UGM, Museum Koruptor Indonesia Bongkar Wajah Para Penjarah Negeri!

    Tamparan Realita di UGM, Museum Koruptor Indonesia Bongkar Wajah Para Penjarah Negeri!

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) bikin gebrakan yang mengguncang publik lewat acara Sound of Justice yang digelar Fakultas Hukum. Dalam rangkaian acara tersebut, hadir sebuah pameran kontroversial namun menggugah: Museum Koruptor Indonesia, yang disebut-sebut sebagai yang pertama di Indonesia. Booth museum ini sontak menjadi pusat perhatian mahasiswa dan pengunjung. Tak seperti pameran biasa, museum […]

expand_less