Breaking News
light_mode

Gagal Terbang ke Jepang, Owner Arisan Twins_SJ Dihadang Korban di Bandara, Dugaan Kerugian Belasan Miliar Menguak

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Upaya seorang perempuan berinisial NNS (31) alias Saska J, yang diduga sebagai pengelola arisan online Twins_SJ, untuk bepergian ke Jepang bersama suaminya berujung pencegahan dramatis di bandara. Sejumlah orang yang mengaku sebagai korban mendatangi lokasi dan menghadang keberangkatan tersebut setelah informasi perjalanan tersebar di kalangan anggota arisan.

Baca berita sebelumnya klik untuk link

Owner Diduga Keluar Grup, Nasib Dana Puluhan Anggota Arisan Twins_SJ Menggantung

Salah satu pelapor mengungkapkan bahwa dirinya menjadi pihak yang pertama kali melaporkan rencana keberangkatan tersebut. Namun, ia juga mengaku justru disudutkan dan dituding menyebarkan fitnah.

Terpergok hendak ke luar negeri meninggalkan beban permasalahan.

Di sisi lain, para korban sebelumnya telah mencurigai adanya upaya penyembunyian aset oleh terduga, sehingga keberangkatan ke luar negeri memicu kekhawatiran sebagai bentuk penghindaran tanggung jawab.

Situasi di bandara sempat memanas. Kericuhan tak terhindarkan ketika pihak terduga dan sejumlah anggota arisan terlibat adu mulut yang berujung aksi saling dorong hingga dugaan kekerasan fisik. Seorang anggota dilaporkan mengalami luka benjolan akibat insiden tersebut. Video perdebatan di lokasi juga beredar luas, memperlihatkan ketegangan antara kedua belah pihak.

Dalam rekaman itu, terduga disebut menyatakan belum ada laporan polisi, yang langsung memicu reaksi keras dari para korban.

Kasus ini merupakan puncak dari dugaan praktik arisan online bermasalah yang telah berjalan sejak 2024 hingga 2025. Saska, yang disebut berasal dari wilayah Mengwi, Badung, awalnya dikenal sebagai pengelola arisan yang dipercaya.

Ia menawarkan skema keuntungan cepat dengan nominal tinggi, bahkan mencapai puluhan juta rupiah, yang membuat banyak peserta tertarik bergabung.

Namun, seiring waktu, sejumlah anggota mulai mengeluhkan keterlambatan pencairan dana hingga dugaan penahanan pembayaran. Salah satu korban berinisial ND (28) mengaku mengalami kerugian hingga Rp300 juta setelah mengikuti arisan dan investasi tambahan yang ditawarkan di luar skema awal.

Ia menyebut, pada awalnya sistem berjalan lancar, namun kemudian pencairan dana terus diulur tanpa kejelasan.

Jumlah anggota dalam grup tersebut diperkirakan mencapai sekitar 150 orang, dengan sekitar 85 orang diduga menjadi korban. Total kerugian disebut-sebut berkisar antara Rp10 miliar hingga Rp18 miliar, meski angka pasti masih menunggu verifikasi lebih lanjut.

Tak hanya di Bali, aktivitas arisan ini juga dilaporkan meluas hingga Surabaya. Beberapa korban mengaku sempat tetap bertahan karena tergiur keuntungan di awal, sebelum akhirnya menyadari besarnya potensi kerugian. Selain itu, muncul dugaan adanya tekanan terhadap anggota yang mempertanyakan dana mereka.

Dalam operasionalnya, Saska diduga tidak bekerja sendiri. Ia disebut dibantu oleh suaminya berinisial WAEW, dengan penggunaan rekening pribadi untuk menampung dana para peserta. Korban lain berinisial S (26) mengaku mengalami kerugian meski dalam jumlah lebih kecil, setelah diminta menyetujui pemotongan hingga 50 persen demi percepatan pencairan yang pada akhirnya tak pernah terealisasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait status hukum kasus tersebut, termasuk apakah terduga telah diamankan atau masih berada di bandara.

Upaya konfirmasi kepada pihak pengelola arisan Twins_SJ melalui pesan dan panggilan juga belum mendapat respons.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan risiko arisan online dan investasi tidak transparan. Iming-iming keuntungan cepat tanpa dasar legalitas yang jelas kerap berujung pada kerugian besar, bahkan menyisakan konflik sosial di antara para korban.

Editor – Tim

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ternyata! Stand Workshop Island Bazzar Kura Kura Bali Ada Kerajinan Ubah Sampah Plastik Jadi Barang Serbaguna

    Ternyata! Stand Workshop Island Bazzar Kura Kura Bali Ada Kerajinan Ubah Sampah Plastik Jadi Barang Serbaguna

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Kepedulian BTID terlihat berkat kreativitas warga Serangan yang mengubah sampah plastik menjadi barang kerajinan yang berguna fungsi. Ini terlihat dalam Island Bazzar yang diadakan di kawasan Kura Kura Bali SEZ edisi kedua. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 2 sampai 3 Mei 2026, sebuah perayaan yang memadukan budaya, kreativitas, dan gaya hidup dalam satu […]

  • Program MBG Bali Nusra Capai 3,2 Juta Penerima Manfaat, Serap 60 Ribu Tenaga Kerja

    Program MBG Bali Nusra Capai 3,2 Juta Penerima Manfaat, Serap 60 Ribu Tenaga Kerja

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    BALI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (Balinusra) terus menunjukkan capaian signifikan. Hingga saat ini, total penerima manfaat telah mencapai 3.228.617 orang. Mereka terdiri atas anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui di seluruh wilayah Balinusra. Selain itu, program ini juga telah menghadirkan 1.289 […]

  • Ketika Burung Kecil Memicu Tragedi Besar, Kesalahan Fatal Mao Zedong yang Berujung Kelaparan Massal di China

    Ketika Burung Kecil Memicu Tragedi Besar, Kesalahan Fatal Mao Zedong yang Berujung Kelaparan Massal di China

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    TIONGKOK – Burung gereja (Passer montanus) selama ini dikenal sebagai satwa kecil yang akrab dengan kehidupan manusia, beterbangan di pemukiman, sawah, dan ruang-ruang kota. Namun siapa sangka, burung yang tampak sepele ini pernah menjadi pusat dari salah satu kesalahan kebijakan terbesar dalam sejarah modern yang berujung pada bencana kelaparan massal di China dan menewaskan puluhan […]

  • Aliansi Mahasiswa Bali Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera, Desak Pemerintah Lebih Sigap

    Aliansi Mahasiswa Bali Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera, Desak Pemerintah Lebih Sigap

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Solidaritas mahasiswa Bali kembali bergerak. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Denpasar bersama sejumlah organisasi mahasiswa lintas daerah menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir bandang di wilayah Sumatera, Minggu (7/12/2025). Aksi kemanusiaan bertajuk “Peduli Banjir Bandang Sumatera dan Sekitarnya” itu melibatkan Praga Institut, Himpunan Mahasiswa Kodi (HIMAK) Bali, Keluarga Mahasiswa Lamboya […]

  • Jejak Ferrari dari Lintasan Balap hingga Jadi Ikon Mobil Mewah Dunia

    Jejak Ferrari dari Lintasan Balap hingga Jadi Ikon Mobil Mewah Dunia

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    Italia — Nama Enzo Ferrari tidak bisa dipisahkan dari sejarah otomotif dunia. Sosok kelahiran 20 Februari 1898 itu berhasil membangun Ferrari menjadi salah satu merek mobil sport paling bergengsi dan ikonik hingga saat ini. Perjalanan Ferrari dimulai pada akhir 1929 saat Enzo Ferrari mendirikan Scuderia Ferrari sebagai tim pendukung pembalap amatir dalam berbagai ajang balapan. […]

  • Jejak Kelam Opium di Denpasar Tahun 1920, Antara Legalisasi dan Kerusakan Sosial

    Jejak Kelam Opium di Denpasar Tahun 1920, Antara Legalisasi dan Kerusakan Sosial

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar – Sebuah potret lawas dari tahun 1920 mengungkap sisi lain kehidupan masyarakat Bali pada masa kolonial. Dalam foto arsip milik Leiden University tersebut, tampak aktivitas mengisap opium atau yang dikenal dengan istilah “madat”, yang kala itu menjadi bagian dari keseharian sebagian masyarakat. Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, konsumsi opium tidak hanya terjadi […]

expand_less