Breaking News
light_mode

Retak Kecil di Tubuh PHDI Denpasar, Pasca Banyak Kembalinya Umat ke Hindu, Ujian Transparansi dan Pelayanan

  • account_circle Ray
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang merupakan majelis atau organisasi tertinggi umat Hindu di Indonesia, yang diharapkan dapat menuntaskan segala permasalahan yang ada di Umat Hindu.

Belakangan ini fenomena akan kembalinya umat sedharma (Hindu) menjadi ramai, bukan hanya untuk Warga Negara Asing (WNA) bahkan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) juga tak kalah ramai. Tentu kondisi ini membuat peran PHDI, sebuah organisasi yang didirikan pada 23 Februari 1959 di Denpasar, Bali, menjadi sangat penting.

Ketua Harian PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, S.Pd., M.Pd.

Menemui Ketua Harian PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, S.Pd., M.Pd., yang terpilih kembali secara aklamasi dalam Lokasabha V PHDI Kota Denpasar yang diselenggarakan pada Mei 2024 untuk masa bakti lima tahun, Rabu, 11 Maret 2026 di kantor PHDI Kota Denpasar.

Untuk melaksanakan itu ada sebuah ritual khusus yakni Sudhi Wadani yakni upakara penyucian diri dan pengukuhan janji suci dalam agama Hindu bagi seseorang yang memutuskan untuk memeluk agama Hindu atas kesadaran sendiri atau karena suatu pernikahan.

“Untuk menjawab semua permasalahan yang ada sesuai keputusan pandita seluruh Bali pada Desember 2022 harus dilaksanakan di kantor PHDI setempat, ” Ungkapnya.

Penekanan ini lantaran banyaknya permasalahan yang terjadi belakangan ini, seperti tidak adanya bukti kapan mereka melakukan upacara tetapi pihak PHDI harus mengesahkan mereka, dan kondisi lainnya.

Disaat dirinya menjabat, telah terlaksana upacara Sudhi Wadani sebanyak 891 kali dan terus akan bertambah. Ia juga menyebutkan bahwa banyak umat melaksanakan di rumahnya sendiri, Griya, di Puri bahkan di Villa dan bila di PHDI Kota Denpasar dinyatakannya bahwa dirinya tidak berbisnis.

“Pilihan di kita ada Kanista, Madya dan Utama, tentu disaksikan pihak PHDI karena secara sekala kitalah saksinya yang mengeluarkan piagam sedangkan secara niskala adalah Jro Mangku yang melaksanakan upakaranya, ” Sebutnya.

UU No. 1 Tahun 1974 yang dirubah menjadi UU No. 16 Tahun 2019, telah menjadikan patokan bahwa perkawinan akan sah bila dilaksanakan menurut hukum agama. Daripada itulah pihak PHDI harus memastikan para pihak sudah mengerti bahwa mereka akan memeluk agama Hindu.

Isu di Masyarakat

Menelusuri kondisi yang ada di masyarakat, walaupun telah dibantah secara langsung oleh Ketua PHDI Kota Denpasar, ada juga yang menyudutkan bahwa PHDI hanya fokus “jualan” Upakara Sudhi Wadani, Pernikahan dan Metatah, yang dikatakan telah diorganisir oleh anggota PHDI yang dilaksanakan di kantor PHDI.

Beberapa pihak mempertanyakan soal transparansi keuangan lantaran semua upakara yg dilakukan oleh PHDI Denpasar ini berbayar/tidak gratis belum lagi hibah yang diterima selama ini dari Pemerimtahan Kota Denpasar.

Banyak juga kasak kusuk diluaran sana yang menyebutkan bahwa mahalnya melaksanakan upakara tersebut. Di kalangan masyarakat yang hendak pindah agama itu memang biasanya tidak memahami kebutuhan bebantenan dan alat upacara yang wajib digunakan dalam melaksanakan upakara dalam agama Hindu Bali.

Dan banyak aspirasi yang muncul di masyarakat agar pelaksanaannya tidak harus selalu dilakukan di kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), melainkan dapat dipuput di griya atau tempat lain selama memenuhi ketentuan dan disertai bukti dokumentasi.

“Itu penting, agar keinginan umat untuk kembali ke jalan Dharma tidak terhambat persoalan biaya maupun administrasi, ” Pungkas Udin asal Jawa Timur, Jumat, 13 Maret 2026.

PHDI cukup mengesahkan saja, tempat upakaranya dibebaskan. Jangan sampai umat yang ingin kembali ke jalan dharma mengurungkan niatnya karena merasa terbebani.

“PHDI itu seharusnya fokus ke pembinaan umat saja, khususnya bagi yang baru mengesahkan dirinya kembali menempuh jalan Dharma ini”

“Agar mereka nyaman menjalankan ajaran Dharma tanpa perlu mengkhawatirkan berita yang banyak beredar di masyarakat bahwa Hindu khususnya di Bali itu ribet dan mahal, ” Ucapnya.

Kemudian keterangan dari pihak lainnya, lokasi upacara jika dilaksanakan di kantor PHDI terlihat kurang memadai, dimana Hindu mengusung konsep Tri Hita Karana (parahiangan, pawongan dan pelamahan) dimana jika dilakukan di meja kantor tidak sepenuhnya menjalankan ajaran ini karena dimeja kantor khususnya di PHDI, umat datang berbagai keperluan atau masalah.

“Masyarakat berharap upakara Sudhi Wadani, Metatah, Pernikahan dapat dilaksanakan dengan biaya lebih ringan, bahkan bila memungkinkan tanpa pungutan, dengan menggunakan dana Hibah dari pemerintah daerah, atau punia dari masyarakat, ” Ujarnya, dengan menuding praktik pembinaan keagamaan seperti itu dijalankan di beberapa komunitas agama lain yang ditanggung lembaga secara sukarela.

Menuntut transparansi

Dalam isu internal beredar pula pembicaraan mengenai transparansi pengelolaan dana kegiatan keagamaan. Banyak pihak mempertanyakan rincian penggunaan dana yang berasal dari hibah pemerintah, punia umat maupun kegiatan keagamaan tertentu.

Di klarifikasi mengenai hal tersebut, Ketua PHDI Kota Denpasar Made Arka telah mengakui adanya hibah dari pihak pemerintahan namun tidak menyebutkan nominal. Ia menekankan bahwa hibah tersebut untuk biaya kantor dan lainnya tidak cukup untuk biaya operasional.

Bahkan Made Arka menyebutkan cukup sering dirinya menggunakan dana pribadi untuk menalangi kekurangan operasional.

Pada saat awak media berkunjung kesana, pihak PHDI sedang sibuk melaksanakan Upakara Sudhi Wadani untuk WNA yang sepertinya menikah dengan WNI.

Sikap Bendahara PHDI Kota Denpasar

Doktor I Wayan K Sugita, selaku Bendahara PHDI Kota Denpasar.

Setelah selesai mengunjungi kantor PHDI, awak media Gatra Dewata Group mencoba menghubungi I Wayan K Sugita selaku Bendahara PHDI Kota Denpasar. Dalam keterangannya seolah ada perpecahan internal antara keduanya.

“Saya saat ini sibuk dengan kegiatan lain, jadi tidak terlalu aktif di PHDI Denpasar, ” Ujarnya singkat.

Lalu awak media berusaha mengejar fungsi jabatan yang diembannya, dirinya menjawab semua keuangan diurus oleh Ketua PHDI Denpasar jawabnya. Ia juga mengatakan bahwa dirinya juga membantu di PHDI Bali.

Tentu ini menjadi pertanyaan serius, belum waktu yang lama perpecahan di tubuh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat sempat terjadi antara hasil Mahasabha XII (kepengurusan Wisnu Bawa Tenaya) dan PHDI hasil Mahasabha Luar Biasa (MLB) 2021. Kemudian ada kembali retak – retak dalam tubuh PHDI Kota Denpasar.

Tidak mau terlambat, awak media menanyakan mengapa? Dirinya enggan menjawab. Yang malah disampaikannya bahwa dia dan tim Hotel Mercure sedang menggalang bantuan untuk warga yg terkena bencana banjir bandang di Singaraja.

Media mendapatkan informasi bahwa I Wayan K Sugita baru saja tanggal 13 Maret 2026 Wisuda S3/Doktoral Ilmu Agama Hindu di Universitas Negeri Hindu I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

Wayan Kantha Adnyana, S.H., selaku Ketua Yayasan Jaringan Hindu Nusantara (YJHN) yang merupakan juga pengamat sosial keagamaan.

Wayan Kantha Adnyana, S.H., selaku Ketua Yayasan Jaringan Hindu Nusantara (YJHN) yang merupakan juga pengamat sosial keagamaan dalam pandangannya saat ditanyain melalui sambungan ponsel oleh salah satu awak media, Senin 9 Maret 2026. Menyebutkan bahwa polemik ini sebaiknya disikapi dengan dialog terbuka agar tidak menimbulkan salah persepsi di masyarakat.

“Terlebih menyangkut tentang uang. Upakara sebaiknya di lakukan oleh lembaga netral dapat berupa yayasan dan lainnya, PHDI fokus sebagai perpanjangan tangan dari Pinandita, karena beliau sudah ‘meraga putus’, dan fokus lainnya adalah melakukan pembinaan kepada umat ditengah polemik dan dinamika umat yang semakin beragam, ” Ungkapnya.

Semangat PHDI dalam pelayanan umat, juga menjaga kesucian upakara sangat di perlukan. Selain itu komunikasi, transparansi juga penting supaya tidak ada kecurigaan oleh umat.

“Tentu masyarakat berharap solusi terbaik dapat ditemukan sehingga pelaksanaan Sudhi Wadani dan upakara lainnya agar tetap sakral, mudah diakses, dan membawa kedamaian bagi seluruh umat, ” Pungkasnya.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (3)

  • Nelle

    I was curious if you ever considered changing the structure of your blog?
    Its very well written; I love what youve got to say.
    But maybe you could a little more in the way of content so people could connect with it better.
    Youve got an awful lot of text for only having one or
    2 pictures. Maybe you could space it out better?

    My website; https://zomclub.news

    Balas20 Agustus 2026 2:58 AM
  • Aaron

    Explore Kaizenaire.сom for curated shopping promotions ɑnd
    special Singapore deals.

    Promotions ɑrе ɑ staple іn Singapore’s shopping paradise, loved Ƅy іts wise residents.

    Singaporeans relish weekend brunches ɑt trendy restaurants ɑrоund community, and bear іn mind to remаin upgraded οn Singapore’s newеst promotions and shopping deals.

    Mmerci Еncore ρrovides tidy charm ɑnd skin care items, valued
    bʏ wellness-oriented Singaporeans for their natural ingredients.

    PSA manages port procedures ɑnd logistics sіɑ,
    valued by Singaporeans fߋr helping wіtһ
    worldwide profession аnd efficient supply chains lah.

    Chope books tables аt leading restaurants, loved Ƅу foodies for easy reservations аnd special deals.

    Maintain coming ⲟne, to Kaizenaire.com fοr tһe
    very best deals siɑ.

    Balas14 Agustus 2026 12:46 PM
  • Glen

    My family always say that I am wasting my time here at net, except I know I am
    getting knowledge every day by reading such pleasant articles.

    Also visit my web site; f168

    Balas29 Juni 2026 5:51 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Lamongan Ungkap Luka Lama Pelayanan Polisi: Lapor Sepeda Hilang, Empati Justru Absen Play Button

    Kapolres Lamongan Ungkap Luka Lama Pelayanan Polisi: Lapor Sepeda Hilang, Empati Justru Absen

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    LAMONGAN — Pengakuan jujur Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman membuka kembali diskusi publik soal wajah pelayanan kepolisian di akar rumput. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Arif menceritakan pengalaman pahit saat melaporkan kehilangan sepeda ke kantor polisi ketika masih berpakaian sederhana. Alih-alih mendapat empati, ia justru merasa diperlakukan dingin dan diremehkan. Dalam video yang diunggah, […]

  • “Negara Seolah Atur Margin Untung Perusahaan,” Ina Liem Bongkar Kejanggalan Kasus Nadiem Chromebook

    “Negara Seolah Atur Margin Untung Perusahaan,” Ina Liem Bongkar Kejanggalan Kasus Nadiem Chromebook

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Ray
    • 8Komentar

    DENPASAR – Komentar pegiat teknologi dan influencer media sosial, Ina Liem, terkait perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook menuai perhatian publik. Ia menilai cara menghitung kerugian negara dalam kasus tersebut berpotensi menimbulkan persoalan serius terhadap logika bisnis, kepastian hukum, hingga iklim investasi di Indonesia. Menurut Ina Liem, penentuan kerugian negara semestinya menggunakan pendekatan harga pasar dan […]

  • Aparat Polda Bali Disorot Keras! Mangkir Sidang Praperadilan, Tim Hukum Nilai Tak Hormati Pengadilan

    Aparat Polda Bali Disorot Keras! Mangkir Sidang Praperadilan, Tim Hukum Nilai Tak Hormati Pengadilan

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Sikap aparat Polda Bali dalam perkara praperadilan yang diajukan Made Daging, Kepala Kantor Wilayah BPN Bali yang telah ditetapkan sebagai tersangka, menuai kritik tajam. Tim kuasa hukum menilai ketidakhadiran aparat kepolisian dalam sidang praperadilan sebagai bentuk nyata ketidakpatuhan terhadap proses hukum dan pelecehan terhadap institusi peradilan. Pernyataan keras itu disampaikan Ariel Suardana, SH, […]

  • Alfamart dan Cussons Baby Perluas Layanan Posyandu, Sasar 2.800 Ibu dan Anak pada Juli 2026

    Alfamart dan Cussons Baby Perluas Layanan Posyandu, Sasar 2.800 Ibu dan Anak pada Juli 2026

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Alfamart kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung kesehatan ibu dan anak dengan menggandeng Cussons Baby melalui program Alfamart Sahabat Posyandu. Sepanjang Juli 2026, program ini digelar di 28 lokasi di berbagai daerah di Indonesia dengan target menjangkau lebih dari 2.800 ibu dan anak. Program tersebut merupakan bagian dari target besar Alfamart untuk memberikan manfaat […]

  • Sira Village KEK Kura Kura Bali Buka Ruang Komunitas, Pilates for Charity Galang Bantuan Medis

    Sira Village KEK Kura Kura Bali Buka Ruang Komunitas, Pilates for Charity Galang Bantuan Medis

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Kolaborasi Kelas Rawat Diri dan Sira Village menghadirkan aktivitas kebugaran sekaligus aksi sosial untuk membantu fasilitas kesehatan di NTT. DENPASAR, BALI – Sira Village Grand Outlet Bali di kawasan KEK Kura Kura Bali terus memperluas perannya sebagai ruang publik yang tidak hanya menawarkan aktivitas belanja dan gaya hidup, tetapi juga menjadi tempat bertemunya berbagai komunitas […]

  • China Larang Sekolah Wajib Berorientasi Laba, Pendidikan Bukan Ladang Bisnis

    China Larang Sekolah Wajib Berorientasi Laba, Pendidikan Bukan Ladang Bisnis

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    China Tegaskan Pendidikan Wajib Harus Nirlaba, Ribuan Sekolah Swasta Terdampak BEIJING – Pemerintah China kembali mengambil langkah tegas dalam reformasi sektor pendidikan dengan melarang sekolah swasta yang menyelenggarakan pendidikan wajib berorientasi pada keuntungan. Kebijakan ini berlaku untuk jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama yang mencakup usia 6 hingga 15 tahun. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah […]

expand_less