Breaking News
light_mode

“Negara Seolah Atur Margin Untung Perusahaan,” Ina Liem Bongkar Kejanggalan Kasus Nadiem Chromebook

  • account_circle Ray
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Komentar pegiat teknologi dan influencer media sosial, Ina Liem, terkait perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook menuai perhatian publik. Ia menilai cara menghitung kerugian negara dalam kasus tersebut berpotensi menimbulkan persoalan serius terhadap logika bisnis, kepastian hukum, hingga iklim investasi di Indonesia.

Menurut Ina Liem, penentuan kerugian negara semestinya menggunakan pendekatan harga pasar dan perbandingan produk sejenis, bukan sekadar menghitung biaya produksi lalu menentukan sendiri margin keuntungan yang dianggap wajar.

Ia mencontohkan, dalam praktik bisnis, harga sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga mencakup berbagai unsur lain seperti riset, desain, distribusi, layanan purna jual, risiko usaha, hingga nilai keahlian.

“Kalau semua dihitung hanya dari biaya produksi, maka semua bisnis bisa dianggap terlalu mahal, bahkan bisa dituduh korupsi,” ujarnya dalam pernyataan yang beredar di media sosial, Kamis, 15 Mei 2026 yang terlihat oleh awak media.

Ina menilai logika seperti itu berbahaya karena membuat negara seolah ikut menentukan berapa persen keuntungan yang boleh diambil perusahaan. Padahal dalam dunia usaha, margin keuntungan dapat berbeda tergantung layanan, kualitas, jangkauan distribusi, dan nilai tambah yang diberikan kepada konsumen.

Ia kemudian mencontohkan produk kerajinan seperti tas tenun. Menurutnya, harga tas tidak bisa dinilai hanya dari harga kain yang digunakan.

“Saya membeli bukan hanya kainnya, tetapi juga menghargai keahlian penenun, waktu pengerjaan, nilai seni, dan craftsmanship-nya,” katanya.

Dalam konteks pengadaan laptop Chromebook, Ina menilai metode yang tepat adalah membandingkan harga produk yang sama di berbagai vendor atau toko, lalu melihat apakah terdapat selisih harga yang tidak wajar. Jika ada perbedaan harga, maka perlu dilihat pula faktor pendukung seperti garansi tambahan, lisensi perangkat lunak, layanan distribusi ke daerah terpencil, hingga sistem manajemen perangkat yang disediakan.

Ia juga menyinggung kasus lain seperti dugaan penilaian biaya desain yang dianggap bernilai nol rupiah. Menurutnya, pola pikir yang hanya menghitung barang secara fisik berpotensi mengabaikan nilai kreativitas dan keahlian profesional.

Lebih lanjut, Ina mengingatkan bahwa persoalan ini bukan sekadar menyangkut satu perkara hukum, melainkan menyentuh aspek kepastian hukum dan kepercayaan investor terhadap Indonesia.

“Investor akan melihat apakah Indonesia tempat yang aman untuk berbisnis. Kalau mekanisme harga bisa diintervensi dengan logika seperti ini, siapa yang berani masuk investasi?” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tetap penting dilakukan. Namun, menurutnya, metodologi perhitungan kerugian negara juga harus dilakukan secara objektif, profesional, dan sesuai mekanisme bisnis yang lazim agar tidak menimbulkan ketakutan di kalangan pelaku usaha.

Pernyataan Ina Liem tersebut kini ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan diskusi mengenai batas antara penegakan hukum tindak pidana korupsi dengan mekanisme penilaian bisnis dalam pengadaan barang dan jasa.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (8)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terduga Pelaku Pencabulan Berkeliaran, Polres Tabanan Belum Tangkap Pelaku

    Terduga Pelaku Pencabulan Berkeliaran, Polres Tabanan Belum Tangkap Pelaku

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TABANAN – Laporan dugaan kasus kekerasan seksual yang menimpa inisial Kadek TA (22) yang menyeret oknum crewing di lingkungan PT Sri Dewi Baruna, Tabanan, kembali berlanjut. Kadek TA (22) merupakan seorang peserta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Dewi Baruna Amerta Sari yang mendapat perlakuam tidak senonoh oleh inisial Kadek A dan sedang ditangani oleh Polres Tabanan, […]

  • Dari Bina Graha ke Kubutambahan, PT BIBU Panji Sakti Siapkan Langkah Teknis Pembangunan Bandara Bali Utara

    Dari Bina Graha ke Kubutambahan, PT BIBU Panji Sakti Siapkan Langkah Teknis Pembangunan Bandara Bali Utara

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 7Komentar

    JAKARTA – Rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara kembali memasuki pembahasan. PT BIBU Panji Sakti menyatakan kesiapan untuk melanjutkan proyek tersebut ke tahap pembangunan apabila pemerintah telah menetapkan keputusan dan Presiden Prabowo Subianto menyatakan dimulainya pembangunan. Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, seusai pertemuan dengan Kepala Staf Kepresidenan […]

  • Manfaat Madu Hutan Asal Kintamani, Emas Alami dari Lereng Gunung Batur

    Manfaat Madu Hutan Asal Kintamani, Emas Alami dari Lereng Gunung Batur

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    BANGLI – Madu hutan yang berasal dari kawasan Kintamani semakin dikenal sebagai salah satu produk alami unggulan dengan segudang manfaat kesehatan. Dihasilkan oleh lebah liar yang hidup di kawasan hutan sekitar Gunung Batur, madu ini disebut-sebut memiliki kualitas tinggi karena berasal dari lingkungan yang masih asri dan minim pencemaran. Dalam beberapa waktu terakhir, permintaan madu […]

  • Trisno Nugroho Raih Gelar Doktor, Tawarkan Model REGENESIS Atasi Tekanan Overtourism Penglipuran

    Trisno Nugroho Raih Gelar Doktor, Tawarkan Model REGENESIS Atasi Tekanan Overtourism Penglipuran

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Trisno Nugroho menilai pariwisata regeneratif tidak sekadar mempertahankan adat, lingkungan dan arsitektur tradisional, tetapi mendorong destinasi terus membaik melalui restorasi sosial-ekologis dan keterlibatan masyarakat. DENPASAR – Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, menghadapi tantangan baru di tengah keberhasilannya menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. Intensitas aktivitas pariwisata mulai memberikan tekanan terhadap daya dukung destinasi, mulai […]

  • BTID Dukung Tradisi Buka Puasa Bersama di Kampung Bugis Serangan, Sekaligus Gerakkan UMKM Warga

    BTID Dukung Tradisi Buka Puasa Bersama di Kampung Bugis Serangan, Sekaligus Gerakkan UMKM Warga

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Denpasar – Semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan kembali terasa di Kampung Bugis, Desa Serangan. PT Bali Turtle Island Development (BTID) mendukung kegiatan buka puasa bersama yang digelar warga di Masjid As-Syuhada, salah satu ikon sejarah perkembangan Islam di Pulau Serangan. Kampung Bugis sendiri merupakan permukiman muslim bersejarah yang didirikan oleh nelayan Bugis-Makassar sejak abad […]

  • Jumat Agung! Detik-Detik Penyaliban Yesus Kristus dan Makna Pengorbanan yang Abadi

    Jumat Agung! Detik-Detik Penyaliban Yesus Kristus dan Makna Pengorbanan yang Abadi

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Yerusalem — Umat Kristiani di seluruh dunia memperingati Jumat Agung sebagai hari refleksi atas penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus, sebuah peristiwa yang diyakini sebagai puncak pengorbanan demi keselamatan umat manusia. Peristiwa ini bermula setelah Yesus Kristus ditangkap pada malam sebelumnya. Ia kemudian mengalami serangkaian penyiksaan, mulai dari dipukuli, dicambuk, hingga dimahkotai duri. Dalam proses hukum […]

expand_less