Breaking News
light_mode

“Sampah Organik Denpasar ‘Dikirim’ ke Klungkung, Solusi Cerdas atau Bom Waktu Baru?”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar — Rencana pemindahan sampah organik dari Kota Denpasar ke Kabupaten Klungkung kini memasuki tahap yang semakin serius. Di balik langkah yang diklaim sebagai solusi krisis sampah, muncul pertanyaan besar: apakah ini jawaban strategis, atau sekadar memindahkan persoalan ke wilayah lain?

Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya, yang akrab disapa Dewa Jack, membenarkan adanya skenario tersebut. Ia mengungkapkan, pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran hingga ratusan miliar rupiah untuk penyediaan lokasi pengolahan sampah organik di Klungkung.

“Ini bukan sekadar pemindahan, tapi bagian dari pengolahan,” ujarnya dalam keterangan yang menegaskan arah kebijakan tersebut.

Menurut Dewa Jack, komunikasi lintas daerah telah dilakukan. Pemerintah Kabupaten Klungkung disebut telah diajak berkoordinasi, bahkan mendapat dukungan dari sejumlah daerah lain seperti Gianyar, Badung, dan Kota Denpasar. Skema yang disiapkan pun terdengar menjanjikan: sampah organik akan diolah menjadi pupuk, lalu didistribusikan ke kawasan dataran tinggi seperti Tabanan dan Bangli yang membutuhkan.

Namun, di balik rencana yang terlihat rapi di atas kertas, sejumlah celah masih menganga. Hingga saat ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung mengaku belum menerima detail teknis secara utuh. Lokasi pasti pengolahan pun belum ditetapkan secara final. Informasi yang beredar masih sebatas perkiraan—yakni di lahan milik Pemerintah Provinsi Bali di Kecamatan Dawan.

Ketidakjelasan ini memunculkan kekhawatiran di tingkat lokal. Apalagi, pengalaman pengelolaan sampah di berbagai daerah menunjukkan bahwa masalah sering kali muncul bukan pada konsep, melainkan pada implementasi di lapangan.

Dewa Jack sendiri mengingatkan pentingnya pengawasan ketat. Ia menegaskan bahwa sampah yang dikirim harus benar-benar organik dan telah melalui proses pencacahan. Tanpa itu, risiko pencemaran dan konflik sosial berpotensi muncul.

Di sisi lain, publik mulai membaca rencana ini dari sudut pandang berbeda. Bagi sebagian pihak, langkah ini bisa menjadi terobosan menuju ekonomi sirkular—mengubah limbah menjadi sumber daya. Namun bagi yang lain, ini menimbulkan kekhawatiran klasik: apakah Klungkung akan menjadi “halaman belakang” bagi persoalan sampah kota besar?

Isu ini tidak hanya berbicara soal teknis pengolahan, tetapi juga soal keadilan lingkungan. Siapa yang memproduksi sampah, dan siapa yang harus menanggung dampaknya?

Di tengah krisis pengelolaan sampah yang kian mendesak di Bali, rencana ini menjadi ujian nyata bagi komitmen pemerintah daerah. Bukan hanya soal memindahkan tonase sampah, tetapi memastikan bahwa solusi yang diambil tidak melahirkan masalah baru di kemudian hari.

Sebab pada akhirnya, sampah bukan sekadar benda yang dibuang. Ia adalah cermin dari cara sebuah daerah mengelola masa depannya.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

  • 📈 Get the transfer of 36,824.24 US Dollars. Next ➴ graph.org/Transfer-04-14-3?hs=ddbda812f3ed7f1cbac5457b832933b1& 📈

    2vnrok

    Balas25 April 2026 5:29 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menemukan Ritme Tenang di Canggu, Menginap Nyaman di Alam Canggu Kuta by ABM

    Menemukan Ritme Tenang di Canggu, Menginap Nyaman di Alam Canggu Kuta by ABM

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    BADUNG, BALI – Canggu dikenal sebagai kawasan yang tak pernah benar-benar sunyi. Deretan kafe, lalu lalang wisatawan, hingga hiruk pikuk gaya hidup modern menjadikannya salah satu titik paling hidup di Bali. Namun di balik dinamika itu, masih ada ruang-ruang tenang yang menawarkan pengalaman berbeda bagi para pelancong. @gatra_dewata Alam Canggu Kuta by ABM Rahajeng Rahina […]

  • Misteri Pipa Baigong di Cina, Jejak Peradaban Kuno atau Fenomena Alam?

    Misteri Pipa Baigong di Cina, Jejak Peradaban Kuno atau Fenomena Alam?

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 27Komentar

    CINA – Di dekat Gunung Baigong, sebuah formasi batu berusia sekitar 150.000 tahun menyimpan salah satu teka-teki arkeologi paling membingungkan: Pipa Baigong. Struktur berbentuk pipa logam berwarna karat itu menonjol dari dinding gua dan memanjang hingga ke danau air asin di sekitarnya, dengan beberapa bagian bahkan terkubur jauh di dalam batu. Tata letaknya yang geometris […]

  • Ribuan Semut Ratu Diselundupkan ke Asia, Warga China Ditangkap di Bandara Nairobi

    Ribuan Semut Ratu Diselundupkan ke Asia, Warga China Ditangkap di Bandara Nairobi

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Nairobi — Aparat keamanan di Bandara Internasional Jomo Kenyatta, Nairobi, Kenya, menangkap seorang warga negara China bernama Zhang Kequn setelah kedapatan membawa lebih dari 2.000 semut ratu hidup yang disembunyikan di dalam kopernya. Penangkapan yang terjadi pada 10 Maret 2026 itu bermula dari pemeriksaan rutin petugas Kenya Wildlife Service (KWS). Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan […]

  • Meditasi Massal Diklaim Turunkan Angka Kriminalitas, Benarkah?

    Meditasi Massal Diklaim Turunkan Angka Kriminalitas, Benarkah?

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Jakarta – Bisakah duduk diam dan bermeditasi bersama-sama benar-benar menurunkan angka kejahatan di sebuah kota? Pertanyaan ini bukan sekadar imajinasi. Beberapa penelitian sosial justru mengungkap fenomena menarik yang dikenal dengan istilah Maharishi Effect. Fenomena ini pertama kali diperkenalkan oleh Maharishi Mahesh Yogi, seorang guru spiritual asal India. Ia menyebutkan, ketika sekelompok besar orang melakukan meditasi […]

  • Mantan Bendesa Mangkir! Bila 3 Kali Menolak Bisa Dipanggil Paksa Oleh Aparat Kepolisian

    Mantan Bendesa Mangkir! Bila 3 Kali Menolak Bisa Dipanggil Paksa Oleh Aparat Kepolisian

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali dikabarkan akan kembali melayangkan surat panggilan kepada IMS, mantan Bendesa Adat Serangan, terkait dugaan penggelapan dana hasil penjualan aset tanah milik Desa Adat Serangan senilai sekitar Rp4,5 miliar. IMS sebelumnya dilaporkan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: STTLP/B/37/I/2026/SPKT/POLDA BALI tertanggal 13 Januari 2026. Ia disebut sempat tidak memenuhi […]

  • Papua dan Emas yang Tak Pernah Ramah pada Pemiliknya

    Papua dan Emas yang Tak Pernah Ramah pada Pemiliknya

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    PAPUA – Papua bukan tanah miskin. Papua dibuat miskin. Di jantung Pegunungan Sudirman, emas dan tembaga bernilai ribuan triliun rupiah digali tanpa henti sejak puluhan tahun lalu. Namun ironi paling pahit justru berdiri di sekitar lubang tambang itu sendiri: rakyat Papua hidup dalam kemiskinan struktural, konflik bersenjata, dan kerusakan ekologis yang nyaris mustahil dipulihkan. Tambang […]

expand_less