Breaking News
light_mode

Atasi Persoalan Sampah, Kebiasaan dan Pola Hidup Masyarakat Jadi Kunci

  • account_circle Budi Susilawarsa
  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar — Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Suwirta, menyampaikan bahwa upaya mengatasi persoalan sampah tidak hanya bergantung pada peran pemerintah, tetapi juga sangat ditentukan oleh kebiasaan, perilaku, dan pola hidup masyarakat.

Menurutnya, penanganan sampah akan lebih efektif apabila dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing dengan menerapkan kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik.

“Jika masyarakat mampu menerapkan pemilahan sampah dengan baik, niscaya persoalan sampah ke depan akan lebih mudah teratasi. Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi berbagai produk,” ujar Suwirta.

Ia menjelaskan, pemerintah sebenarnya telah berupaya menangani persoalan sampah melalui berbagai program dan fasilitas, salah satunya dengan menyiapkan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle).

Selain itu, pemerintah juga melibatkan desa adat dalam upaya penanganan sampah, termasuk memberikan berbagai bantuan seperti tong pengolahan sampah dan fasilitas lainnya yang ditempatkan di lingkungan masyarakat.

“Artinya, pada era sekarang ini penanganan sampah harus dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing melalui pemilahan sampah, yakni memisahkan sampah organik dan anorganik,” jelasnya, Kamis (12/3/2026).

Suwirta juga menceritakan pengalamannya saat menjabat sebagai Bupati Klungkung. Saat itu, persoalan sampah dapat ditangani dengan lebih baik melalui program pendidikan lingkungan yang dikenal dengan kurikulum nol sampah.

Melalui program tersebut, seluruh komponen masyarakat dilibatkan dalam upaya penanganan sampah, mulai dari Dinas Pendidikan, desa adat, hingga sektor industri.

“Hasilnya, persoalan sampah di Kabupaten Klungkung mulai dapat teratasi dengan baik. Kuncinya adalah membangun kebiasaan, pola hidup, dan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan TPS3R tidak serta-merta mampu menyelesaikan seluruh persoalan sampah jika masyarakat tidak ikut berperan aktif dalam pengelolaan sampah di lingkungannya masing-masing.

“Mengatasi persoalan sampah secara menyeluruh juga harus didukung oleh sumber daya manusia yang baik. Infrastruktur dan sistem saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat,” pungkasnya.

Jika Anda mau, saya juga bisa bantu membuat versi berita yang lebih tajam dan kuat secara jurnalistik (lebih layak tayang di media online) dengan judul yang lebih menarik dan lead yang lebih kuat. | Bud

Budi Susilawarsa

Penulis

Saya orangnya ganteng, suka senyum, dan periang.

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harta Plt Jampidsus Rudi Margono Capai Rp7,29 Miliar, Mayoritas Tanah dan Bangunan

    Harta Plt Jampidsus Rudi Margono Capai Rp7,29 Miliar, Mayoritas Tanah dan Bangunan

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Harta Plt Jampidsus Rudi Margono Capai Rp7,29 Miliar, Mayoritas Tanah dan Bangunan. LHKPN Rudi Margono Ungkap Aset Rp7,29 Miliar Usai Ditunjuk sebagai Plt Jampidsus Kejaksaan Agung JAKARTA – Harta kekayaan Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Rudi Margono, menjadi perhatian publik setelah resmi ditunjuk Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk memimpin sementara […]

  • Mangkir dari Pemeriksaan, Mantan Bandesa Adat Serangan Terancam Dijemput Paksa 

    Mangkir dari Pemeriksaan, Mantan Bandesa Adat Serangan Terancam Dijemput Paksa 

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Penanganan kasus dugaan penggelapan dana kas Desa Adat Serangan senilai sekitar Rp4,5 miliar terus bergulir di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali. Mantan Bandesa Adat Serangan berinisial IMS yang telah dilaporkan dalam perkara tersebut disebut berpotensi dijemput paksa apabila kembali mangkir dari agenda pemeriksaan penyidik. Perkembangan penanganan kasus itu tertuang dalam Surat […]

  • Sulangai Bersatu! PORSENIDES 2025 Tutup Meriah Rayakan HUT RI ke-80

    Sulangai Bersatu! PORSENIDES 2025 Tutup Meriah Rayakan HUT RI ke-80

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    BADUNG – Sabtu (16/8/2025) malam, suasana Lapangan Desa Sulangai, Petang, dipenuhi gelak tawa, sorak gembira, dan semangat persaudaraan. Pekan Olahraga dan Seni Desa (PORSENIDES) Sulangai resmi ditutup dengan meriah, sekaligus menjadi rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mengusung tema “Sahitya Adhigana: Melalui Pekan Olahraga dan Seni Desa Sulangai Kita Wujudkan Sulangai […]

  • Kasus Pencemaran Nama Baik Oleh Jurnalis Jembrana, Kadis PUPR Tegaskan Pembangunan SPBU Sesuai RTRW

    Kasus Pencemaran Nama Baik Oleh Jurnalis Jembrana, Kadis PUPR Tegaskan Pembangunan SPBU Sesuai RTRW

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    JEMBRANA – Sidang lanjutan kasus dugaan pencemaran nama baik yang menyeret jurnalis I Putu Suardana kembali digelar di Pengadilan Negeri Negara, Kamis (2/10/2025) sore. Agenda sidang kali ini menghadirkan tiga orang saksi, salah satunya Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR) Jembrana, I Wayan Sudiartha. Dalam keterangannya, Sudiartha menegaskan pembangunan SPBU […]

  • Antara Mistis dan Tekanan Batin, Fenomena Kerangsukan Masih Menjadi Misteri

    Antara Mistis dan Tekanan Batin, Fenomena Kerangsukan Masih Menjadi Misteri

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Fenomena kerangsukan masih menjadi peristiwa yang kerap memunculkan rasa takut sekaligus tanda tanya di tengah masyarakat. Dalam berbagai kejadian, tubuh seseorang mendadak kehilangan kendali, berteriak tanpa arah, hingga menunjukkan perilaku di luar kesadarannya sendiri. Di tengah aroma dupa, suara gamelan, atau lantunan doa, suasana mencekam sering kali menyelimuti lokasi terjadinya kerangsukan. Tatapan kosong, […]

  • Uang Bukan Biang Kerok Keserakahan, Melainkan Cermin Karakter Manusia

    Uang Bukan Biang Kerok Keserakahan, Melainkan Cermin Karakter Manusia

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Uang kerap menjadi pihak yang disalahkan atas berbagai persoalan sosial, mulai dari keserakahan, pengkhianatan, hingga penyalahgunaan kekuasaan. Namun sejumlah pengamat sosial menilai anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat, karena uang pada dasarnya hanyalah alat yang tidak memiliki kehendak, moral, maupun niat. Dalam berbagai fenomena kehidupan, uang dinilai lebih berperan sebagai pengungkap karakter dibandingkan sebagai […]

expand_less