Breaking News
light_mode

15 Laporan! Chief Security Bertopeng Wartawan, Polda Belum Ambil Tindakan Tegas

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Kelakuan oknum chief Security di The Cakra Hotel (info Markom Hotel) yang kini merangkap sebagai wartawan terbongkar, kini banyak masyarakat yang mengadukan kelakuannya di Polda Bali. Dari dugaan pelaporan pemerasan, perlakuan kasar, ancaman diviralkan dan lain sebagainya untuk sejumlah uang.

Masyarakat berani bertindak karena diduga oknum bekingan aparatnya telah dilucuti di Internal Polri, yang selama ini diduga adalah kekasihnya. Kini seorang Jurnalis I Made Richy Ardhana Yasa yang akrab dipanggil Ray melaporkan kelakuannya lantaran dirinya merasa dihina dengan menggunakan beberapa akun media sosial.

Konon telah ada 15 laporan di Kepolisian di Bali, tetapi sampai saat ini Polisi masih belum juga menangkap oknum security yang kini berubah wujud jadi wartawan investigasi.

Oknum yang sempat heboh dengan kasus penculikan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini, kini tinggal di Bali.

Dalangi Penculikan, Caleg Gerindra Dibekuk Polisi : Okezone News 

I Nyoman Sariana (46) panggilan Dede bak seorang aparat polisi dan gerombolan yang mengaku aparat sempat menghadang narasumber pemilik mobil di sebuah kedai cepat saji di jalan Gatot Subroto saat telah usai di wawancarai oleh Ray dan tim.

“Kami disuruh balik kembali ke Polda Bali, setelah menyerahkan mobil yang selama ini hilang, ” Ucap salah satu korban kehilangan mobil berinisial H.

“Saya menelpon lawyer, mungkin lawyer kami yang menelpon tim wartawan, ” Jelasnya, selasa 17/07/2025.

Ia juga bercerita bahwa kawan dan istrinya sempat dianiaya (ditendang) Dede untuk memaksa mereka kembali ke Polda Bali. Setelah tiba di Polda Bali gerombolan itu yang kini diketahui ada beberapa aparat dari oknum TNI dan Polisi yang diduga beking dari Dede, menanyai Ray dengan nada intimidasi.

“Itu semua terjadi didepan kantor Polisi (Krimum) Polda Bali, saya divideo dan di foto saat itu, dan foto itu kini tersebar dengan berisi ujaran kebencian, yang saya tidak paham maksudnya apa, ” Ujar Ray saat diwawancarai.

Teror itu tidak berhenti disitu saja, melalui pesan Whatapps juga terjadi dengan mengajak berkelahi dengan sejumlah uang. Sampai didatangi bersama oknum TNI di kantor PTUN di Renon.

“Mungkin masyarakat jadi susah membedakan kalo dia berbaur dan datang dengan teman – teman aparat saat melakukan tugas pers, ” Ucap Ray.

Berita yang kami tayangkan juga sudah cover both side dengan pihak lawan, keduanya sudah diwawancarai.

Mobil Raize Kuning Terlacak, Investigasi Ungkap Fakta Baru yang Mengejutkan 

“Aneh saja, berita yang beredar sampai gosip kekasih selebgram itu bukan jaringan media kita, saya gak tahu soal pemberitaan yang bikin mereka marah, ” Pungkas Ray.

Made Somya Putra SH MH, Kuasa Hukum pelapor.

Kuasa Hukum Made Somya Putra yang mendampingi juga menekankan ada 2 pasal yang dapat dijeratkan yakni,

 

Pencemaran Nama Baik dan Penghinaan

Pasal 27 ayat (3) UU ITE mengatur tentang larangan mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) mengatur tentang larangan menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang merugikan konsumen dalam transaksi elektronik. Bunyi lengkap pasal ini adalah, “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.”

“Ancamannya sangat tinggi, kami menunggu informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian, ” Tegas Somya, Senin 21/07/2025.

Nyoman Sariana alias Dede.

Dalam berita yang beredar I Nyoman Sariana alias Dede juga ditengarai melaporkan Instagram media besar di Bali, Ia mengaku menjadi korban pemberitaan yang tidak benar.

Dede dituduhkan melakukan intimidasi terhadap jurnalis serta terlibat dalam skandal asmara dengan anggota Propam. Unggahan itu juga menyebutnya sebagai “wartawan abal-abal kumpul kebo” dan menampilkan foto pribadinya tanpa izin.

“Semua informasi tersebut tidak benar dan sangat mencemarkan nama baik saya dan keluarga,” tegas Sariana yang dikutip dari media online. (Tim)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (21)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fenomena Ojol Taruna Glowing di Istana Wakil Presiden

    Fenomena Ojol Taruna Glowing di Istana Wakil Presiden

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    JAKARTA – Pertemuan antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan sejumlah orang yang mengaku perwakilan pengemudi ojek online (ojol) mendadak jadi sorotan publik. Bukan karena substansi pertemuannya, melainkan karena sosok-sosok yang tampil dinilai janggal: wajah glowing, jaket ojol mulus, sepatu mahal, dan tutur kata yang lebih mirip aktivis mahasiswa luar negeri daripada pekerja jalanan. Kejanggalan […]

  • Dokter FX Sudanto, Pengabdian Tanpa Pamrih di Pedalaman Papua, Tarik Tarif Seikhlasnya Demi Kemanusiaan

    Dokter FX Sudanto, Pengabdian Tanpa Pamrih di Pedalaman Papua, Tarik Tarif Seikhlasnya Demi Kemanusiaan

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jayapura — Di tengah era modern yang kerap menempatkan materi sebagai tolok ukur kesuksesan, sosok satu ini membuktikan bahwa nilai kehidupan sejati tidak diukur dari seberapa banyak harta yang dikumpulkan, melainkan dari seberapa besar dedikasi untuk sesama. Namanya FX Sudanto, seorang dokter yang telah mengabdikan hidupnya lebih dari separuh abad untuk melayani masyarakat di wilayah-wilayah […]

  • Pengusaha Asing Laporkan Dugaan Penggelapan Rp200 Miliar di Nusa Penida

    Pengusaha Asing Laporkan Dugaan Penggelapan Rp200 Miliar di Nusa Penida

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Klungkung – Trinh Ngoc Tran (43), warga negara Amerika asal Vietnam, melaporkan rekannya Christopher Capel atas dugaan penggelapan hasil usaha di PT Lembongan Monkey Water Sport, Nusa Penida. Laporan resmi tersebut diterima SPKT Polres Klungkung pada Senin (18/8/2025) dengan nomor registrasi STPL/154/VIII/2025/SPKT/POLRES KLUNGKUNG.   Didampingi kuasa hukum I Wayan Swandi, SH, Trinh mengaku dirugikan sekitar […]

  • Bali Kesatuan Utuh, Gung De Aryawan Bersuara Keras: Jangan Monopoli Lapangan Kerja Pariwisata

    Bali Kesatuan Utuh, Gung De Aryawan Bersuara Keras: Jangan Monopoli Lapangan Kerja Pariwisata

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 12Komentar

    DENPASAR – Pengamat Kebijakan Publik, A A Gede Agung Aryawan atau yang akrab disapa Gung De, melontarkan kritik tajam terhadap praktik monopoli lapangan kerja di sektor pariwisata Bali. Ia menegaskan, Bali adalah satu kesatuan wilayah yang tidak boleh terpecah oleh kepentingan egosektoral. Dalam pernyataannya di Denpasar, Sabtu (11/1), Gung De yang juga merupakan Sekretaris Advokasi […]

  • Ecosystem Reengineering, Kalibrasi Ulang Tata Ruang KEK Kura Kura Bali Menuju Pembangunan Harmonis

    Ecosystem Reengineering, Kalibrasi Ulang Tata Ruang KEK Kura Kura Bali Menuju Pembangunan Harmonis

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR – Polemik tata ruang dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali kembali mengemuka di tengah tarik-menarik kepentingan investasi dan kelestarian lingkungan. Di tengah dinamika tersebut, pendekatan Ecosystem Reengineering dinilai dapat menjadi solusi terintegrasi untuk menyelaraskan ambisi pertumbuhan ekonomi nasional dengan kedaulatan spasial daerah serta perlindungan ekologi Bali. Agung Wirapramana, VP Business Development […]

  • Bicara Fakta! Klarifikasi Zulkifli Hasan soal Banjir Sumatra dan Isu Taman Nasional Tesso Nilo

    Bicara Fakta! Klarifikasi Zulkifli Hasan soal Banjir Sumatra dan Isu Taman Nasional Tesso Nilo

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    Oleh: Sri Yogi Lestari, Tokoh Politik Muda DENPASAR – Di era media sosial yang serba cepat, kemampuan publik untuk memeriksa akurasi informasi semakin melemah. Tuduhan, opini, dan potongan narasi dapat menyebar lebih cepat daripada fakta yang dapat diverifikasi. Akibatnya, reputasi seseorang bisa rusak hanya karena persepsi awal yang terlanjur viral. Situasi ini menegaskan pentingnya ketelitian, […]

expand_less