Breaking News
light_mode

BULOG–Satgas Pangan Sidak Serentak Jelang Tahun Baru 2026, Harga Sembako Dipastikan Stabil

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, Perum BULOG bersama Satgas Pangan serta kementerian dan lembaga terkait melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring harga pangan secara serentak di seluruh Indonesia.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga sembilan bahan pokok (sembako) tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), terjangkau oleh daya beli masyarakat, serta menjamin ketersediaan stok pangan hingga memasuki awal 2026.

Sebagai bagian dari pemantauan nasional tersebut, pada Rabu (23/12/2025), Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani turun langsung ke lapangan bersama Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa, Deputi Bidang Koordinasi Tataniaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono, serta Tim Satgas Pangan.

Sidak dilakukan di sejumlah titik strategis di DKI Jakarta, antara lain Pasar Rawamangun, Pasar Induk Beras Cipinang, dan ritel modern di kawasan Cempaka Putih.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan memantau langsung harga dan ketersediaan komoditas pangan utama seperti beras, minyak goreng, telur ayam ras, cabai, dan kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, dialog dengan para pedagang juga dilakukan untuk menggali informasi terkait kondisi pasokan, tingkat permintaan, dinamika harga, hingga kendala distribusi menjelang momentum akhir tahun.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa hasil pantauan menunjukkan kondisi harga pangan secara umum masih terkendali. Khusus untuk komoditas beras, harga di pasar terpantau stabil dan berada di bawah HET yang ditetapkan pemerintah.

“Monitoring dan sidak ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga wajar. Dari hasil pantauan, khususnya beras, harganya relatif stabil dan berada di bawah HET,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras medium dengan HET Rp13.500 per kilogram di lapangan rata-rata dijual di bawah Rp13.000 per kilogram. Sementara beras premium dengan HET Rp14.900 per kilogram, terpantau dijual di bawah Rp14.000 per kilogram.

Selain itu, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan oleh Perum BULOG ditemukan dijual sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional, yakni Rp12.500 per kilogram. Program SPHP dinilai efektif dalam menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus sebagai instrumen pengendalian inflasi pangan.

Secara nasional, hingga saat ini realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai sekitar 792 ribu ton yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Penyaluran tersebut ditopang oleh stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Perum BULOG mencapai sekitar 3,3 juta ton, sehingga dinilai cukup untuk menjamin ketersediaan beras nasional hingga awal tahun 2026.

Meski demikian, dalam kegiatan monitoring juga ditemukan sejumlah komoditas yang harganya sedikit melampaui HET, di antaranya minyak goreng rakyat Minyakita serta telur ayam ras di beberapa titik pasar.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Rizal menekankan pentingnya peran aktif Satgas Pangan dalam melakukan pengawasan lanjutan secara tegas, adil, dan terukur. Jika ditemukan indikasi pelanggaran atau praktik permainan harga di tingkat pengecer, penindakan akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebagai penguatan pengawasan di daerah, seluruh Kantor Wilayah Perum BULOG di Indonesia juga telah mendirikan Posko Pemantauan Harga Pangan yang beroperasi selama periode Natal 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026. Posko ini berfungsi sebagai pusat monitoring, koordinasi, serta respons cepat terhadap dinamika harga dan pasokan pangan di masing-masing wilayah.

Melalui sidak serentak dan penguatan distribusi pangan tersebut, Perum BULOG bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat.

Upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat dapat menyambut Tahun Baru 2026 dengan aman, tenang, dan tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pangan pokok.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bayang-Bayang Sri Lanka di Rel Cepat Jakarta–Bandung, Peringatan Mahfud MD tentang Korupsi Geopolitik Play Button

    Bayang-Bayang Sri Lanka di Rel Cepat Jakarta–Bandung, Peringatan Mahfud MD tentang Korupsi Geopolitik

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Ray
    • 4610Komentar

    DENPASAR – Ketika kereta cepat melesat di antara Jakarta dan Bandung, menyimbolkan kemajuan dan ambisi besar infrastruktur Indonesia, ada suara yang muncul mengingatkan, “Jangan sampai laju pembangunan menjadi gerbong yang mengantarkan kedaulatan ke tangan asing” Suara itu datang bungkusan penjelasan Mahfud MD. Lewat kanal YouTube Terus Terang, mantan Menko Polhukam itu menyingkap dugaan serius, bahwa […]

  • Jejak Ferrari dari Lintasan Balap hingga Jadi Ikon Mobil Mewah Dunia

    Jejak Ferrari dari Lintasan Balap hingga Jadi Ikon Mobil Mewah Dunia

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    Italia — Nama Enzo Ferrari tidak bisa dipisahkan dari sejarah otomotif dunia. Sosok kelahiran 20 Februari 1898 itu berhasil membangun Ferrari menjadi salah satu merek mobil sport paling bergengsi dan ikonik hingga saat ini. Perjalanan Ferrari dimulai pada akhir 1929 saat Enzo Ferrari mendirikan Scuderia Ferrari sebagai tim pendukung pembalap amatir dalam berbagai ajang balapan. […]

  • Kejagung Akui Minim Penyelidikan Korupsi, Masyarakat Minta Kejati Bali Bergerak di Kasus Tahura

    Kejagung Akui Minim Penyelidikan Korupsi, Masyarakat Minta Kejati Bali Bergerak di Kasus Tahura

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    Bagian 2 DENPASAR – Mulai bergulirlah pertanyaan demi pertanyaan yang krusial, proyek misterius tanpa papan nama dan uang dari mana serta untuk siapa semua proyek milyaran itu. Tidak adanya papan nama proyek yang menjelaskan sumber dana, kontraktor pelaksana, atau nilai anggaran yang merupakan inisiatif Desa Adat Sidakarya yang difasilitasi pemerintah, yakni Dinas Kehutanan Dan Lingkungan […]

  • Dua Kelompok di Bugbug Karangasem Bentrok Saat Pecaruan, Polisi Turunkan 258 Personel

    Dua Kelompok di Bugbug Karangasem Bentrok Saat Pecaruan, Polisi Turunkan 258 Personel

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Penolakan prosesi pecaruan dalam rangka Usaba Aci Muu Muu memicu aksi saling dorong di simpang tiga SDN 4 Bugbug. Polisi langsung memisahkan kedua kelompok untuk mencegah kericuhan meluas. KARANGASEM – Dua kelompok masyarakat di Desa Adat Bugbug, Kecamatan Bebandem, Karangasem, kembali terlibat ketegangan. Ratusan orang dari kedua kelompok terlibat aksi saling dorong saat prosesi upacara […]

  • Cinta Seorang Ibu di Balik Jendela Kereta, Kisah Menggetarkan dari Polandia 1943

    Cinta Seorang Ibu di Balik Jendela Kereta, Kisah Menggetarkan dari Polandia 1943

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 27Komentar

    DENPASAR – Sebuah kisah nyata dari masa kelam Perang Dunia II kembali menyeruak dari arsip sejarah, memperlihatkan betapa kuatnya cinta seorang ibu bahkan di tengah horor perang. Peristiwa itu terjadi di Polandia, 1943, ketika ribuan orang Yahudi digiring ke kereta yang akan membawa mereka ke kamp konsentrasi Nazi. Di salah satu gerbong, seorang ibu muda […]

  • WKS Klarifikasi Unggahan Media Sosial, Tegaskan Prinsip dan Dorong Transparansi Desa Adat

    WKS Klarifikasi Unggahan Media Sosial, Tegaskan Prinsip dan Dorong Transparansi Desa Adat

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Denpasar – Unggahan terbaru dari akun media sosial milik WKS kembali menuai perhatian masyarakat. Beberapa pihak menganggap unggahan tersebut sebagai bentuk “playing victim” atau seolah menyalahkan pihak lain. Namun saat diwawancarai pada 17 Juli, WKS membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa maksud pernyataannya telah dipelintir. Berita sebelumnya Ancaman Kasepekang Desa Pemogan Dinilai Tak Manusiawi, Jro […]

expand_less