Media Gathering! Imigrasi Klungkung Perkuat Pengawasan Orang Asing dan Siapkan Layanan Inovatif bagi Masyarakat
- account_circle Ray
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KLUNGKUNG – Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Klungkung terus memperkuat pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) sekaligus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan keimigrasian guna memudahkan masyarakat mengakses layanan publik.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Klungkung, Edmon Arwin, dalam kegiatan Media Gathering bersama insan pers di Warung Laco, Klungkung, Kamis (11/6/2026).

Dihadiri oleh beberapa jurnalis Badung, Klungkung dan Denpasar.
Edmon yang sebelumnya pernah bertugas di Kantor Imigrasi Bali pada periode 2003–2008 dan kembali tahun 2026 ini, mengatakan pengawasan orang asing di wilayah kerja Imigrasi Klungkung, khususnya di kawasan pariwisata seperti Nusa Penida, memerlukan kolaborasi lintas instansi karena keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki.
Menurutnya, Kantor Imigrasi Klungkung saat ini hanya memiliki empat personel intelijen keimigrasian untuk mengawasi wilayah yang cukup luas, termasuk Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan yang menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu keberadaan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) sangat penting. Melalui sinergi dengan kepolisian (Cakrawasi), pemerintah daerah, desa, hingga masyarakat, informasi mengenai keberadaan maupun aktivitas orang asing dapat lebih cepat diperoleh,” ujar Edmon.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam upaya deteksi dini terhadap berbagai potensi pelanggaran keimigrasian, seperti overstay maupun aktivitas orang asing yang dinilai meresahkan masyarakat.

Menurut Edmon, wilayah Nusa Penida memiliki tantangan tersendiri dalam pengawasan karena luas wilayah dan banyaknya lokasi wisata yang tersebar. Dari pelabuhan menuju sejumlah titik destinasi bahkan membutuhkan waktu tempuh yang cukup panjang.
“Kami baru mulai melakukan pemetaan dan deteksi awal terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan keberadaan orang asing. Nusa Penida memiliki banyak spot wisata sehingga pengawasan membutuhkan dukungan informasi dari berbagai pihak,” katanya.
Selain pengawasan, Imigrasi Klungkung juga terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu inovasi yang tengah disiapkan adalah layanan keimigrasian saat kegiatan Car Free Day yang digelar setiap Minggu.
Program tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu mengurus dokumen keimigrasian pada hari kerja.
“Imigrasi hadir untuk masyarakat. Baik melalui pelayanan paspor, pelayanan izin tinggal bagi warga negara asing, maupun penegakan hukum keimigrasian. Kami ingin masyarakat semakin mudah mengakses layanan yang kami berikan,” ungkap Edmon.
Imigrasi Klungkung juga tetap menjalankan program Eazy Passport dan Paspor Simpatik yang selama ini dinilai efektif mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Tak hanya itu, pihaknya juga tengah mempersiapkan inovasi layanan bertajuk PACETEMAT (Pengantaran Paspor Cepat, Tepat Sampai di Tempat) melalui kerja sama dengan PT Pos Indonesia.
Saat ini kerja sama tersebut masih dalam tahap penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Jika telah terealisasi, masyarakat akan memperoleh kemudahan dalam pengiriman dokumen keimigrasian sehingga proses pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien.
“Kami sedang mempersiapkan kerja sama dengan PT Pos Indonesia sebagai bagian dari inovasi pelayanan. Tujuannya untuk memberikan percepatan layanan sekaligus meningkatkan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat Indonesia maupun warga negara asing yang membutuhkan layanan keimigrasian,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Edmon juga menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta seluruh anggota Tim Pora yang selama ini membantu pelaksanaan tugas pengawasan keimigrasian di wilayah Klungkung.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Klungkung, Edmon Arwin.
Ia menegaskan bahwa pengawasan orang asing tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini.
Melalui kegiatan Media Gathering tersebut, Imigrasi Klungkung berharap hubungan dengan insan pers semakin erat sehingga berbagai informasi terkait kebijakan, inovasi pelayanan, hingga edukasi keimigrasian dapat tersampaikan secara luas, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Acara foto bersama personel Imigrasi Klungkung.
Dengan berbagai inovasi dan penguatan sinergi pengawasan yang tengah dilakukan, Imigrasi Klungkung optimistis kualitas pelayanan publik dan pengawasan keimigrasian di wilayah Klungkung, khususnya kawasan Nusa Penida, akan semakin efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar