FKIK Warmadewa Bekali Pokdarwis Goa Lawah Pelatihan BHD dan Edukasi Kesehatan
- account_circle Ray
- calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pengabdian kepada masyarakat di Desa Pesinggahan mencakup pelatihan kegawatdaruratan, pencegahan penyakit infeksi, pengelolaan sampah hingga pemeriksaan kesehatan lansia.
KLUNGKUNG — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa turun langsung ke kawasan Pura Sad Kahyangan Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kabupaten Klungkung, untuk memperkuat kesiapsiagaan kesehatan masyarakat di kawasan wisata.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Sabtu (22/8/2026), Bagian Mikrobiologi dan Parasitologi FKIK Universitas Warmadewa memberikan edukasi dan pelatihan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD), pencegahan penyakit infeksi dan pengelolaan sampah.
Kegiatan tersebut juga melibatkan unsur pemerintahan desa, adat, pengelola Pura Goa Lawah, tenaga kesehatan, kader Poskesdes dan Kader Desa Siaga.

Dekan FKIK Universitas Warmadewa menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian tidak hanya berorientasi pada pemberian materi, tetapi diarahkan agar masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung.

“Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Khususnya bagi Pokdarwis yang sehari-hari berada di kawasan wisata, pengetahuan mengenai pertolongan pertama, pencegahan penyakit dan kebersihan lingkungan sangat penting,” ujar Dekan FKIK Universitas Warmadewa.
Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diberikan dr. Putu Arya Suryanditha, M.Si.

Menurutnya, kemampuan memberikan pertolongan awal sangat dibutuhkan ketika terjadi kondisi kegawatdaruratan sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Ketika terjadi kondisi darurat, pertolongan pada menit-menit pertama sangat penting. Karena itu, masyarakat yang berada di kawasan wisata perlu memiliki kemampuan dasar untuk memberikan pertolongan sambil menunggu bantuan medis,” kata dr. Putu Arya Suryanditha.
Materi berikutnya mengenai pencegahan penyakit infeksi disampaikan Ageng Wiyatno, S.Si., M.Biomed., kolaborator dari Mochtar Riady Institute for Nanotechnology.

Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan hidup bersih sebagai langkah sederhana untuk mencegah penyebaran penyakit.
“Pencegahan penyakit infeksi sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Menjaga kebersihan diri, lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan penyakit,” ujar Ageng Wiyatno.
Sementara itu, pengelolaan sampah menjadi materi yang tidak kalah penting mengingat Goa Lawah merupakan kawasan yang memiliki aktivitas keagamaan sekaligus menjadi tujuan wisata.
Materi tersebut disampaikan Ir. I Gede Sutapa, MP., dari Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Masyarakat dan pengelola kawasan perlu membiasakan pemilahan dan penanganan sampah dengan baik sehingga lingkungan tetap bersih dan tidak menimbulkan persoalan kesehatan,” katanya.

Selain memberikan edukasi, FKIK Universitas Warmadewa juga menggelar bakti sosial bagi masyarakat lanjut usia. Sebanyak 30 lansia mendapatkan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah serta bantuan sembako.
Dukungan fasilitas turut diserahkan untuk menunjang kebersihan dan kesehatan di kawasan Goa Lawah. Bantuan tersebut terdiri atas empat tempat sampah, dua kotak P3K, tiga alat pengering tangan, serta pembangunan tower air.
Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, kegiatan edukasi juga dilengkapi pre-test dan post-test bagi anggota Pokdarwis.
Dekan FKIK Universitas Warmadewa mengatakan evaluasi tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana materi yang diberikan dapat dipahami peserta.
“Kami tidak ingin kegiatan berhenti pada penyampaian materi. Karena itu, kami melakukan pre-test dan post-test untuk melihat pemahaman peserta dan menjadi bahan evaluasi terhadap kegiatan yang kami laksanakan,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari tersebut kemudian ditutup dengan makan siang bersama.
Melalui kegiatan ini, FKIK Universitas Warmadewa menegaskan komitmennya menjalankan tridharma perguruan tinggi dengan menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, khususnya dalam bidang kesehatan, kesiapsiagaan kegawatdaruratan, pencegahan penyakit infeksi dan pengelolaan lingkungan.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar