Breaking News
light_mode

Selat Hormuz Memanas, Dunia Cemas! AS Tahan Langkah Militer di Tengah Ancaman Krisis Energi Global

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Ketegangan di kawasan strategis Selat Hormuz terus meningkat setelah Iran dilaporkan menargetkan kapal-kapal dagang yang melintas di jalur vital tersebut. Aksi ini dipicu eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung sejak akhir Februari, dan kini mulai berdampak luas terhadap stabilitas energi global.

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling krusial di dunia, menjadi penghubung utama distribusi minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara. Gangguan di wilayah ini langsung terasa pada rantai pasok global, dengan lonjakan harga energi mulai terjadi di sejumlah pasar internasional.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa serangan terhadap kapal dagang tidak hanya meningkatkan risiko keamanan, tetapi juga memicu kekhawatiran perusahaan pelayaran dan asuransi. Beberapa operator bahkan mulai mengalihkan rute atau menunda pengiriman, memperparah tekanan terhadap pasokan energi dunia.

Di tengah situasi tersebut, Amerika Serikat belum mengambil langkah militer langsung untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Padahal, Presiden Donald Trump sebelumnya telah mengeluarkan ultimatum kepada Iran untuk menghentikan serangan terhadap kapal-kapal sipil.

Keputusan Washington ini memunculkan pertanyaan publik, mengingat Selat Hormuz memiliki nilai strategis tinggi bagi kepentingan global, termasuk bagi sekutu-sekutu AS di Eropa dan Asia.

Seorang analis angkatan laut, Jennifer Parker, dalam keterangannya kepada The Independent pada Jumat (27/3/2026), menilai bahwa operasi militer di kawasan tersebut bukanlah pilihan sederhana. Ia menegaskan bahwa kondisi geografis Selat Hormuz yang sempit dan padat lalu lintas menjadikannya sangat rentan terhadap konflik terbuka.

“Intervensi militer di Selat Hormuz berisiko memicu eskalasi yang jauh lebih luas. Iran memiliki kemampuan asimetris, termasuk ranjau laut dan rudal pesisir, yang dapat mengancam armada besar sekalipun,” ujarnya.

Selain faktor militer, pertimbangan politik dan ekonomi juga menjadi alasan utama. Keterlibatan langsung AS dikhawatirkan akan memperluas konflik regional menjadi perang terbuka yang melibatkan lebih banyak negara, termasuk kekuatan besar lainnya.

Di sisi lain, pasar global mulai merespons situasi ini dengan peningkatan volatilitas harga minyak dan gas. Negara-negara yang bergantung pada impor energi dari Timur Tengah kini menghadapi tekanan tambahan, terutama di tengah pemulihan ekonomi pascapandemi dan ketidakpastian geopolitik yang belum mereda.

Pengamat energi menilai, jika gangguan di Selat Hormuz berlangsung dalam waktu lama, dunia berpotensi menghadapi krisis energi yang lebih dalam, termasuk lonjakan harga bahan bakar dan inflasi global.

Hingga saat ini, komunitas internasional masih mendorong upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan. Namun, dengan situasi yang terus memanas dan kepentingan besar yang terlibat, Selat Hormuz kini menjadi titik rawan yang dapat menentukan arah stabilitas global dalam waktu dekat.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Kelam Opium di Denpasar Tahun 1920, Antara Legalisasi dan Kerusakan Sosial

    Jejak Kelam Opium di Denpasar Tahun 1920, Antara Legalisasi dan Kerusakan Sosial

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar – Sebuah potret lawas dari tahun 1920 mengungkap sisi lain kehidupan masyarakat Bali pada masa kolonial. Dalam foto arsip milik Leiden University tersebut, tampak aktivitas mengisap opium atau yang dikenal dengan istilah “madat”, yang kala itu menjadi bagian dari keseharian sebagian masyarakat. Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, konsumsi opium tidak hanya terjadi […]

  • Geger Isu Pajak Medsos! Ini Penjelasan Pegawai DJP

    Geger Isu Pajak Medsos! Ini Penjelasan Pegawai DJP

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Isu soal pengenaan pajak bagi pengguna media sosial kembali memicu kebingungan publik. Apalagi setelah mencuatnya kebijakan kontroversial dari Uganda, negara di Afrika Timur, yang sempat menerapkan pajak atas penggunaan media sosial. Namun, narasi ini perlu diluruskan dikutip dari artikel yang tayang di www.pajak.go.id https://www.pajak.go.id/id/artikel/pengguna-media-sosial-dikenakan-pajak-sini-teliti-kembali Pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP), I Gede Suryantara, dalam […]

  • Arung Jeram Bali Tampil Perdana di Porprov XVI Lewat Eksebisi

    Arung Jeram Bali Tampil Perdana di Porprov XVI Lewat Eksebisi

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    BADUNG – Cabang olahraga (cabor) arung jeram untuk pertama kalinya tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI/2025 melalui ajang eksebisi yang digelar di Alaska Rafting, Mambal, Badung, pada 12–13 September 2025. Hari pertama eksebisi, Jumat (12/9), dihadiri Ketua Pengprov Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Bali I Wayan Suweca, Ketua KONI dari enam kabupaten/kota, para […]

  • Untuk Memperkuat Metaksu, Paiketan Pinandita Ganesh Pratama Tabanan Gelar Upacara Mejaya-jaya

    Untuk Memperkuat Metaksu, Paiketan Pinandita Ganesh Pratama Tabanan Gelar Upacara Mejaya-jaya

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 4Komentar

    Tabanan — Paiketan Pinandita Ganesh Pratama Kabupaten Tabanan melaksanakan upacara mejaya-jaya di Pura Siwa Pangkung Prabu, Sabtu (27/12/2025). Upacara sakral tersebut diikuti oleh sekitar 50 orang Pinandita Ganesh Pratama sebagai bagian dari upaya penguatan spiritual dan jati diri kepanditaan. Upacara mejaya-jaya ini dipuput langsung oleh Ida Pandita Mpu Nabe Ananda Preteka Dukuh Prabu dan berlangsung […]

  • Bermakna Bhuta Hita Samastha, Yayasan Dwijendra Gelar Parade Ogoh-ogoh Sambut Nyepi Tahun Saka 1948

    Bermakna Bhuta Hita Samastha, Yayasan Dwijendra Gelar Parade Ogoh-ogoh Sambut Nyepi Tahun Saka 1948

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 0Komentar

    Denpasar – Yayasan Dwijendra menggelar parade ogoh-ogoh untuk menyambut momen Nyepi Tahun Saka 1948 dengan mengangkat tema “Bhuta Hita Samastha”. Acara parade tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Maret 2026. Sebanyak 15 buah ogoh-ogoh dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK diarak dalam parade. Sebelumnya, terlebih dahulu dilaksanakan pementasan di depan halaman Yayasan Dwijendra. Acara […]

  • Wilson Lalengke Diundang Duta Besar Rusia untuk Buka Puasa Bersama di Kediaman Dubes

    Wilson Lalengke Diundang Duta Besar Rusia untuk Buka Puasa Bersama di Kediaman Dubes

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    Jakarta – Kedutaan Besar Federasi Rusia di Indonesia mengundang tokoh pers dan aktivis kebangsaan, Wilson Lalengke, untuk menghadiri acara Friendly Dinner (Iftar – Buka Puasa) bersama Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Yang Mulia Mr. Sergei Tolchenov. Acara ini akan berlangsung di kediaman resmi Duta Besar Rusia di Jl. Karet Pedurenan No. 1, Kuningan, Jakarta Selatan, […]

expand_less