Breaking News
light_mode
Beranda » Spiritual » Ketika Rumah Dunia Terbakar, Buddha Mengajarkan Apa yang Layak Diselamatkan

Ketika Rumah Dunia Terbakar, Buddha Mengajarkan Apa yang Layak Diselamatkan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sab, 27 Des 2025

DENPASAR – Ajaran Buddha kembali mengetuk kesadaran manusia modern yang kerap tenggelam dalam gemerlap harta dan pencapaian duniawi. Dalam perumpamaan yang tajam, Buddha menggambarkan kekayaan dunia sebagai sebuah rumah yang sedang terbakar.

Api itu bernama ketidakkekalan (anicca), yang tak henti melahap segalanya: usia yang menua, penyakit yang datang tanpa izin, kematian yang tak bisa ditunda, serta perpisahan dan kehilangan yang pasti terjadi. Cepat atau lambat, rumah itu akan runtuh.

Namun, Buddha menyingkap kenyataan yang lebih getir. Kebanyakan manusia justru sibuk menghias rumah yang terbakar itu. Mereka mengumpulkan perabot, memperindah dinding, dan menimbun harta sebanyak mungkin, seolah api tidak nyata. Sindiran ini halus, tetapi menghantam kesadaran: manusia mengejar kekayaan, jabatan, dan kenikmatan, sambil lupa bahwa semua itu tak bisa dibawa keluar ketika kehidupan berakhir.

Buddha tidak mengajarkan penolakan total terhadap dunia. Beliau tidak berkata agar manusia meninggalkan harta benda. Yang diajarkan justru cara cerdas menghadapi kenyataan bahwa rumah ini sedang terbakar.

Caranya adalah menyelamatkan apa yang masih bisa diselamatkan: mengeluarkan “harta” dari rumah yang terbakar melalui dāna atau kemurahan hati, melalui sīla atau moralitas, serta melalui pengembangan batin. Harta yang hanya disimpan pasti akan hangus, tetapi harta yang dibagikan berubah menjadi bekal kamma.

Dalam ajarannya, Buddha menegaskan adanya kekayaan sejati yang tak bisa disentuh api dunia: keyakinan (saddhā), kebajikan atau moralitas (sīla), rasa malu dan takut berbuat jahat (hiri–ottappa), serta kebijaksanaan (paññā).

Inilah harta yang tak bisa dicuri, tak bisa dirampas, dan tak terbakar oleh kematian.
Pesan ini ditujukan bukan hanya bagi para bhikkhu, tetapi juga umat rumah tangga. Bekerja diperbolehkan, mencari uang sah, menikmati hasil jerih payah pun wajar. Yang berbahaya adalah ketika kekayaan dianggap sebagai perlindungan sejati.

Sebab saat sakit datang, usia habis, atau kematian tiba, kekayaan tak bisa menawar, jabatan tak mampu mencegah, dan rumah megah tetap harus ditinggalkan.

Buddha mengajarkan satu hal mendasar, selamatkanlah apa yang bisa dibawa keluar dari kehidupan ini.

Dāna bukan sekadar perbuatan baik, melainkan tindakan cerdas menghadapi ketidakkekalan. Kekayaan duniawi bukan musuh, tetapi keterikatan padanya adalah bahaya. Orang bijak tidak sibuk menghias rumah yang sedang terbakar, melainkan menyelamatkan apa yang benar-benar bernilai sebelum api menghabiskannya.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BNN Pertimbangkan Larangan Vape, Susul Kebijakan Ketat Singapura

    BNN Pertimbangkan Larangan Vape, Susul Kebijakan Ketat Singapura

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol. Suyudi Ario Seto mengungkapkan kemungkinan pelarangan penggunaan rokok elektrik atau vape di Indonesia. Rencana ini mengemuka setelah Singapura lebih dulu mengambil langkah tegas dengan melarang peredaran vape di negaranya. “Ini bagian dari pendalaman yang akan kami lakukan. Kita perlu duduk bersama dulu, baru kita lihat seperti […]

  • Dibalik Normalisasi Tukad Ngenjung, Diduga Ada Jalan Rahasia Menuju Kawasan Industri Baru di Hutan Mangrove? 

    Dibalik Normalisasi Tukad Ngenjung, Diduga Ada Jalan Rahasia Menuju Kawasan Industri Baru di Hutan Mangrove? 

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle Ray
    • 10Komentar

    DENPASAR – Proyek Normalisasi Sungai Tukad Ngenjung yang didasari dari permohonan Desa Adat Sidakarya guna menanggulangi bencana banjir, yang kemudian dibuatkan kerjasama antara Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH)  Provinsi Bali dengan Desa Adat Sidakarya menuai polemik. Memang hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P 85 tahun 2014 co. Peraturan Menteri Kehutanan dan […]

  • Majaya-jaya di Pura Luhur Gunung Sari, MWBW Kukuhkan Kepengurusan Moncol 2025–2030

    Majaya-jaya di Pura Luhur Gunung Sari, MWBW Kukuhkan Kepengurusan Moncol 2025–2030

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    TABANAN — Pasemetonan Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW) menggelar upacara majaya-jaya sebagai momentum sakral pengukuhan kepengurusan Moncol Pusat, Moncol Kabupaten/Kota hingga tingkat kecamatan masa bakti 2025–2030. Upacara tersebut dilaksanakan pada Rahina Wraspati Umanis Wuku Pahang, Kamis (25/12/2025), bertempat di Pura Luhur Bhujangga Waisnawa Gunung Sari, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Prosesi majaya-jaya ini menjadi […]

  • Terapi Pijat Minyak Tradisional Gaya Balian Bali, Primadona Baru Wisatawan Domestik dan Mancanegara

    Terapi Pijat Minyak Tradisional Gaya Balian Bali, Primadona Baru Wisatawan Domestik dan Mancanegara

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Ngurah Wisnawa
    • 4Komentar

    BALI – Di tengah pesatnya modernisasi layanan kesehatan dan wellness, pengobatan terapi pijat dengan minyak tradisional gaya Balian Bali justru terus mencuri perhatian wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Terapi ini tak sekadar pijat biasa, melainkan ritual penyembuhan yang sarat makna spiritual dan filosofi warisan budaya Bali. Wisatawan mancanegara maupun domestik rela antre dan melakukan reservasi […]

  • Aliansi Mahasiswa Bali Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera, Desak Pemerintah Lebih Sigap

    Aliansi Mahasiswa Bali Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera, Desak Pemerintah Lebih Sigap

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Solidaritas mahasiswa Bali kembali bergerak. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Denpasar bersama sejumlah organisasi mahasiswa lintas daerah menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir bandang di wilayah Sumatera, Minggu (7/12/2025). Aksi kemanusiaan bertajuk “Peduli Banjir Bandang Sumatera dan Sekitarnya” itu melibatkan Praga Institut, Himpunan Mahasiswa Kodi (HIMAK) Bali, Keluarga Mahasiswa Lamboya […]

  • Darah di Arena Sabung Ayam, Pria Tewas Ditikam Taji Jago Sebelum Laga Dimulai

    Darah di Arena Sabung Ayam, Pria Tewas Ditikam Taji Jago Sebelum Laga Dimulai

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Suasana mencekam menyelimuti arena sabung ayam ilegal yang dikenal dengan sebutan “Kampus” di Abian Tubuh, Denpasar Timur, Minggu siang (27/7/2025), setelah seorang pria tewas secara tragis akibat serangan ayam aduan bertaji tajam sebelum pertandingan dimulai. Korban diketahui bernama I Nengah Sudana (50), warga asal Desa Angantelu, Karangasem, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian […]

expand_less