Don Ritto Klaim Emas dan Uang di Brankas Rumah Febrie Miliknya
- account_circle Admin
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kuasa hukum menyebut Don Ritto ikut membangun brankas di rumah Sentul dan telah menggunakan lokasi tersebut sebagai kantor operasional yayasan sejak 2023.
JAKARTA – Kuasa hukum Don Ritto, Handika Hanggowongso, menegaskan bahwa emas dan uang yang ditemukan dalam brankas di rumah mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di Sentul, Bogor, merupakan milik kliennya.
Handika mengatakan Don Ritto tidak hanya mengakui kepemilikan aset tersebut, tetapi juga menyatakan ikut membangun brankas yang menjadi tempat penyimpanan emas dan uang tersebut bersama kontraktor yang sama.
“Yang membuat brankas di rumah Sentul itu Pak Idon (Don Ritto) bersama kontraktornya. Kontraktornya juga sudah diperiksa,” kata Handika Hanggowongso di Kejaksaan Agung, Jumat (17/7/2026).
Menurut Handika, sejak 2023 Don Ritto telah menggunakan rumah di kawasan Sentul tersebut sebagai kantor operasional sebuah yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan Islam.
Ia menyebut keterangan tersebut telah disampaikan dalam proses pemeriksaan dan menjadi bagian dari fakta yang sedang didalami aparat penegak hukum.
Di sisi lain, Don Ritto kini telah resmi diserahkan bersama barang bukti kepada Kejaksaan Agung untuk menjalani proses hukum setelah sebelumnya ditahan oleh penyidik.
Sementara itu, Febrie Adriansyah sebelumnya mengakui bahwa rumah di Sentul tersebut merupakan rumah pribadinya. Namun, ketika ditanya mengenai temuan emas dan uang di dalam brankas, ia menegaskan bahwa aset tersebut bukan miliknya.
“Mengenai uang, itu ada pemiliknya,” ujar Febrie.
Pernyataan dari kedua belah pihak kini menjadi bagian dari rangkaian fakta yang akan diuji dalam proses hukum di Kejaksaan Agung. Aparat masih mendalami kepemilikan aset, asal-usul barang bukti, serta keterkaitannya dengan perkara yang sedang ditangani.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar