Breaking News
light_mode

Ternyata Sistem Imun Jadi Alasan Tato Bisa Menempel Bertahun-tahun di Kulit

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Tato dikenal sebagai gambar permanen yang dapat bertahan hingga puluhan tahun di tubuh manusia. Namun di balik hal tersebut, ada mekanisme biologis yang melibatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tinta tato tetap terlihat di kulit.

Dalam proses pembuatan tato, jarum khusus menyuntikkan pigmen tinta hingga ke lapisan dermis, yaitu lapisan kulit yang berada di bawah epidermis. Lapisan ini dipilih karena sel-selnya lebih stabil dan tidak cepat mengalami pergantian seperti kulit bagian luar.

Dokter umum menjelaskan bahwa tubuh sebenarnya menganggap tinta tato sebagai benda asing sehingga sistem imun akan langsung bereaksi.

“Ketika tinta masuk ke kulit, tubuh akan berusaha membersihkannya melalui sel imun yang disebut makrofag. Namun partikel tinta tato umumnya cukup besar sehingga sulit dihancurkan sepenuhnya,” jelasnya dalam ulasan kesehatan yang dipublikasikan platform kesehatan digital Halodoc.

Makrofag merupakan sel imun yang bertugas “memakan” benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Setelah menelan pigmen tinta, sebagian makrofag tetap berada di area kulit sehingga warna tato tetap terlihat dari permukaan.

Menariknya, proses tersebut terus berlangsung selama bertahun-tahun. Ketika makrofag mati, pigmen tinta akan dilepaskan kembali lalu ditelan oleh makrofag baru. Siklus inilah yang membuat tato tampak permanen di kulit manusia.

Selain itu, warna tato juga dapat mengalami perubahan seiring waktu. Paparan sinar matahari, regenerasi kulit, hingga perpindahan pigmen oleh sel imun menyebabkan warna tato perlahan memudar.

Teknologi laser penghapus tato bekerja dengan cara memecah partikel tinta menjadi ukuran lebih kecil agar lebih mudah dibersihkan oleh sistem imun tubuh. Meski demikian, proses penghapusan tato umumnya membutuhkan beberapa kali tindakan medis.

Praktisi kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati sebelum membuat tato. Penggunaan alat yang tidak steril dapat meningkatkan risiko infeksi kulit, alergi tinta, hingga penularan penyakit tertentu.

Karena itu, masyarakat disarankan memilih tempat tato yang memiliki standar kebersihan dan keamanan yang baik demi meminimalkan risiko kesehatan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

  • Lucy

    Everything wrot was very logical. But, conside this, suyppose you
    wwere tto crate a killer pst title? I mean, I don’t wiszh tto tell youu how too ruun you
    blog, hhowever wht iif yoou addced a tiyle thbat grabbed folk’s attention? I mean Ternyata Sstem Imun Jadi Alasan Tato Bissa Menempel Bertahun-tahun dii Kulit –
    Gata Dewatta iis a little plain. Youu shold liok
    at Yahoo’s front page annd note hoow they create
    nes headllines too get peoplle tto click. Yoou might addd a
    video orr a pic oor twoo tto rab peple interested
    abolut what you’ve written. In myy opinion, iit wokuld brin yyour
    website a liottle bitt moore interesting.

    my webpage 免费成人视频

    Balas29 Mei 2026 11:33 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BTID dan Yowana Desa Serangan Perkuat Pelestarian Budaya Melalui Festival Penjor 2026

    BTID dan Yowana Desa Serangan Perkuat Pelestarian Budaya Melalui Festival Penjor 2026

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Festival yang memasuki tahun ketiga ini menjadi ruang kolaborasi generasi muda dalam menjaga tradisi Galungan dan Kuningan sekaligus memperkuat identitas budaya Desa Serangan. DENPASAR – Semangat pelestarian budaya kembali menggema di Desa Serangan menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Tradisi yang diwariskan turun-temurun itu diwujudkan melalui Festival Penjor Desa Serangan 2026 yang tahun ini […]

  • Dari Hening ke Kanvas! “Vernal Artistic” Hidupkan Musim Semi Kreativitas di Santrian Gallery

    Dari Hening ke Kanvas! “Vernal Artistic” Hidupkan Musim Semi Kreativitas di Santrian Gallery

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Setelah melewati fase perenungan dan pengendapan gagasan, empat perupa Bali kembali menampilkan denyut kreativitas mereka melalui pameran seni rupa bertajuk “Vernal Artistic” di Santrian Gallery, Sanur, Denpasar. Pameran yang berlangsung mulai 8 Mei hingga 26 Juni 2026 itu menghadirkan karya-karya terbaru dari Putu Edi Asparanggi, I Gede Sugiada “Anduk”, Ida Bagus Suryantara “Cooh”, […]

  • WKS Tolak Paruman di Kantor LPD, Soroti Tekanan Soal Banten Guru Piduka

    WKS Tolak Paruman di Kantor LPD, Soroti Tekanan Soal Banten Guru Piduka

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR — Warga Desa Adat Pemogan, yang dikenal dengan inisial WKS, kembali menegaskan sikapnya terhadap undangan Paruman Wicara Adat yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 Juli pukul 19.00 WITA, di kantor LPD. WKS menyatakan hanya akan hadir jika paruman dilakukan di tempat yang dianggap netral, seperti Balai Kerta Adyaksa di kantor desa atau kecamatan. “Saya […]

  • Harvard Tahan Rugi Rp665 Miliar dari ETF Bitcoin, Tetap Jadi Kampus Pemilik Aset Kripto Terbesar

    Harvard Tahan Rugi Rp665 Miliar dari ETF Bitcoin, Tetap Jadi Kampus Pemilik Aset Kripto Terbesar

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    DENPASAR – Harvard University tengah menjadi sorotan setelah portofolio investasinya mencatat kerugian belum terealisasi (unrealized loss) sebesar US$40 juta atau sekitar Rp665,8 miliar. Kerugian itu muncul dari anjloknya nilai exchange-traded fund (ETF) Bitcoin yang sempat turun 26% dari puncaknya di level US$126 ribu per BTC. Meski menghadapi penurunan tajam, Harvard tidak menunjukkan tanda-tanda melepas kepemilikan […]

  • Seru Sambil Edukasi, Voluntrip Kitabisa Ajak Warga Peduli Kesehatan Anjing dan Rabies

    Seru Sambil Edukasi, Voluntrip Kitabisa Ajak Warga Peduli Kesehatan Anjing dan Rabies

    • calendar_month 15 jam yang lalu
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    Voluntrip Kitabisa Denpasar mengajak warga dan pencinta anjing menikmati kegiatan jalan pagi bersama anabul sekaligus mendapat edukasi tentang perawatan hewan dan pencegahan rabies. DENPASAR – Kegiatan Voluntrip kitabisa dalam acara Denpasar edition, Peduli Anabul: Walk, Learn and Fun Game With Dogs, Minggu 23 Agustus 2026, berbagi ceria dan kebahagiaan bersama anjing kesayangan dengan edukasi bersama […]

  • Apakah Tuhan Marah Kalau Kita Jarang Sembahyang? Ini Penjelasan dalam Ajaran Hindu

    Apakah Tuhan Marah Kalau Kita Jarang Sembahyang? Ini Penjelasan dalam Ajaran Hindu

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Denpasar — Pertanyaan mengenai apakah Tuhan akan marah ketika umat jarang melakukan sembahyang kerap muncul di tengah masyarakat. Dalam perspektif ajaran Hindu, hal tersebut dipandang bukan sebagai persoalan emosi Tuhan, melainkan berkaitan dengan kondisi batin manusia itu sendiri. Dalam ajaran Hindu, Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa diyakini sebagai sumber kasih yang tidak terbatas. […]

expand_less