Breaking News
light_mode

Lengkoro & Tatah Sungging dari Mahasiswa AKN Seni Budaya Yogyakarta Warnai Panggung PKB 2025

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya (AKNSB) Yogyakarta tampil kembali di Pesta Kesenian Bali (PKB) yang ke 47 yang digelar sebulan penuh, mulai dari tanggal 21 Juni sampai 19 Juli 2025.

Telah berlangsung selama 47 tahun, PKB bukan hanya sekedar festival seni, melainkan sebuah peristiwa budaya monumental yang menjadi ajang pelestarian dan pengembangan seni tradisi, klasik, hingga seni kerakyatan.

PKB XLVII Tahun 2025 mengusung tema “Jagat Kerthi: Lokahita Samudaya” yang bermakna Harmoni Semesta Raya. Tema ini tidak hanya menjadi landasan filosofis, tetapi juga menjadi semangat utama dalam setiap kegiatan yang digelar sepanjang festival.

Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya (AKNSB) Yogyakarta menampilkan dari Program Studi (Prodi) Seni Kriya (Kulit), Seni Tari, Seni Karawitan.

Ima Novilasari, M.Sn., selaku Koorprodi Kriya Kulit menerangkan bahwa mahasiswa dari Prodi Kriya Kulit saat ini melakukan pameran Tatah Sungging di acara PKB ke – 47 kali ini.

“Ada 2 Tatah Sungging yang dipamerkan yakni, Tatah sungging wayang gagrag Yogyakarta dan Tatah sungging kulitan tari, ini semua hasil karya mahasiswa semester 1 dan 2 serta hasil dari proses kuliah magang, ” Ujarnya menjelaskan, Kamis 17/7/2025.

Hasil tahun ini jauh lebih bagus daru tahun – tahun lalu, karena program pembelajaran sudab banyak diubah untuk bisa lebih fokus dalam belajar tahapan Tatah maupun Sungging.

“Kendala dalam prodi ini adalah banyak mahasiswa yang sudah bekerja, jadi kami dari lembaga akan menyesuaikan kembali, ” Terangnya.

Kemudian berlanjut ke Hendy hardiawan, M. Sn., yang menyebutkan pementasan tari kali ini mempersembahkan cerita legenda dengan judul Lengkoro yang diambil dari kisah legenda Roro Jonggrang di Candi Prambanan.

“Ini mengisahkan tentang misi balas dendam Bandung Bondowoso kepada Ratu Boko, namun Bandung Bondowoso jatuh hati kepada anaknya Ratu Boko”

“Roro Jonggrang ini akan menerima cinta Bandung Bondowoso bila ia mau membuat 1000 candi, namun Jonggrang mengajak masyarakat membangunkan ayam yang membuat Bandung Bondowoso gagal memenuhi 1000 candi karena kurang satu”

“Disitulah kemudian kutukan Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang yang dikutuk menjadi patung sebagai pelengkap 1000 candi tersebut, ” Cerita Hendy kepada awak media.

Kemudian berlanjut ke Agustinus Welly Hendratmoko, M. Sn., selaku penata musik /Iringan. Ia menerangkan bahwa kreatifitas mahasiswa sendirilah yang memiliki aransemen lagu dari prodi karawitan ini.

“Saya mempunyai keinginan bahwa dalam gamelan ini bukan hanya bunyinya saja tetapi gimana kita dapat mengeksplorasi tentang rasa”

Dalam proses belajar ada tahapan dimana mahasiswa pada awalnya tidak terlalu mendalam menggunakan rasa, tetapi seiring waktu dia akan masuk kedalam sanubari.

Prof. Dr. Kuswarsantyo, M. Hum., selaku direktur / rektor di AKN Seni Budaya Yogyakarta mengungkapkan cita – citanya dalam perkembangan proses belajar sangat diperlukan melakukan pertunjukan – pertunjukan semacam ini dan tidak hanya di kegiatan Kampus saja.

“Ini juga dapat menciptakan rasa persaingan yang sehat dalam tim, kita tidak hanya ingin melakukan pertunjukan skala nasional saja tetapi juga siap untuk skala internasional, ” Jelas Rektor.

Untuk memaksimalkan prodi Karawitan, Kriya Kulit dan Tari bagi Rektor ini ada kemungkinan akan menambahkan prodi pedalangan.

“Kita ada Kriya kulit, dan butuh orang untuk menggerakan wayang nantinya ada baiknya untuk membentuk Prodi Teater Pedalangan, tentu ini akan dapat dikolaborasikan, ” Pesannya.

Mereka berharap pementasan diluar kampus menjadi prioritas utama, bukan hanya itu pembicaraan dengan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, S.Sn., M.Sn., adanya transfer kredit bila akan melanjutkan di Bali akan bisa diterima di ISI Denpasar.

“Rektor ISI sendiri merasa senang bila nanti adanya proses kelanjutan studi mahasiswa di Bali, ” Pungkasnya. (Ray)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (5)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resi Agung dari Bali Ziarahi Rumah Kelahiran Bung Karno di Jombang, Penegasan Jejak Sang Proklamator

    Resi Agung dari Bali Ziarahi Rumah Kelahiran Bung Karno di Jombang, Penegasan Jejak Sang Proklamator

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Ray
    • 9Komentar

    JOMBANG, 26 Juni 2025 — Suasana hening menyelimuti sebuah gang kecil di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang, Jawa Timur. Di tengah ketenangan itu, satu rumah sederhana tampak istimewa hari itu. Rumah yang diyakini sebagai tempat kelahiran Bung Karno, sang Proklamator Republik Indonesia, kedatangan seorang tokoh spiritual ternama dari Bali: Resi Agung Ida Pandhita Agung Putranata […]

  • PHMB Bersama Yayasan Hindu Bali Lepas Puluhan Tukik di Pantai Surabrata

    PHMB Bersama Yayasan Hindu Bali Lepas Puluhan Tukik di Pantai Surabrata

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    Tabanan – Persaudaraan Hindu Muslim Bali (PHMB) menggelar kegiatan persembahyangan bersama, bersih-bersih pantai, dan pelepasan puluhan ekor tukik di Pantai Surabrata, Selemadeg Barat, Tabanan, pada Minggu (19/10/2025). Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga lintas komunitas, di antaranya Ketua Yayasan Bima Sakti Ida Bagus Surya Miasa, S.E., Ketua DPD Perkumpulan Garuda Indonesia Maju (GAIM) […]

  • Golkar Bali Genjot Kursi Legislatif dan Eksekutif, Demer Tantang Kader Potensial

    Golkar Bali Genjot Kursi Legislatif dan Eksekutif, Demer Tantang Kader Potensial

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih, menegaskan target ambisius partainya: memperbesar jumlah kursi legislatif dan eksekutif di seluruh tingkatan. Dalam pengarahan usai upacara mecaru dan syukuran di wantilan DPD Golkar Bali, Minggu (10/8/2025), politisi yang akrab disapa Demer itu menantang seluruh kader berpotensi untuk maju sebagai calon legislatif maupun eksekutif. “Kita […]

  • Sensor Digital! TikTok Bungkam Fitur Live di Tengah Ledakan Aksi Rakyat

    Sensor Digital! TikTok Bungkam Fitur Live di Tengah Ledakan Aksi Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 9Komentar

    DENPASAR – Sejak Jumat malam (30/8/2025) pukul 21.00 WIB, TikTok Live mendadak dibekukan. Warganet sontak meluapkan amarah: ruang siaran langsung mereka dipangkas tepat saat rakyat turun ke jalan menuntut keadilan. Keputusan itu berbarengan dengan ledakan aksi nasional yang mengguncang Indonesia sejak Senin (25/8/2025). Gelombang protes dipicu oleh isu kenaikan tunjangan DPR RI serta tragedi mengenaskan […]

  • Hampir Capai 10 Laporan di Polda Bali, Dede Oknum Wartawan Terkesan Kebal Hukum

    Hampir Capai 10 Laporan di Polda Bali, Dede Oknum Wartawan Terkesan Kebal Hukum

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR, 12 Juli 2025 — Kasus dugaan intimidasi terhadap jurnalis Jawa Pos Radar Bali, Andre S, saat peliputan Hari Bhayangkara ke-79, kini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Polda Bali dan komunitas pers. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., memastikan bahwa insiden yang melibatkan oknum Polwan Polda Bali, Aipda Putu EA, serta […]

  • Ancaman Kasepekang Desa Adat Pemogan Dinilai Tak Manusiawi, Jro Somya: Adat Tak Boleh Menyalahi Hak Asasi

    Ancaman Kasepekang Desa Adat Pemogan Dinilai Tak Manusiawi, Jro Somya: Adat Tak Boleh Menyalahi Hak Asasi

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 8Komentar

    DENPASAR – Berita yang viral belakangan ini yang diunggah Dunia News Bali, tentang kasus dugaan perundungan terhadap warga Desa Adat Pemogan, berinisial WKS, pasca mengkritik Jro Bendesa di media sosial, kembali menguak polemik yang lebih besar, yakni relevansi dan penyalahgunaan sanksi adat di era hukum modern. WKS mengaku mendapat tekanan sosial, intimidasi verbal, hingga ancaman […]

expand_less