Breaking News
light_mode

Dari Wangsit Menjadi Karya, Made Wiradana Tuangkan Pengalaman Spiritual dalam Pameran “KACATRI” di Sanur

  • account_circle Ray
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Terinspirasi mimpi bertemu orang tua yang telah wafat, 20 lukisan terbaru Made Wiradana mengangkat simbol spiritual, rerajahan, dan tradisi Bali dalam balutan seni kontemporer.

DENPASAR – Pengalaman spiritual yang mendalam menjadi titik awal lahirnya pameran tunggal “KACATRI” karya perupa Bali, Made Wiradana. Digelar di Satrian Art Gallery, Jalan Danau Tamblingan Nomor 47, Sanur, pameran yang dibuka pada Jumat (10/7/2026) ini menghadirkan 20 karya lukisan terbaru yang memadukan narasi spiritual, simbol tradisi, serta eksplorasi visual khas sang seniman.

Made Wiradana mengungkapkan, seluruh karya dalam pameran tersebut berangkat dari pengalaman batin yang dialaminya pada 2024. Dalam mimpinya, ia mengaku bertemu kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia dan menerima pesan agar melanjutkan tradisi keluarga sebagai seorang pemangku melalui pengabdian atau ngayah.

“Karya-karya ini berawal dari mimpi saya pada tahun 2024. Saya bertemu kedua orang tua saya yang sudah meninggal dan mereka memberikan wangsit agar saya ngayah serta meneruskan tradisi keluarga menjadi pemangku,” ujar Made Wiradana saat pembukaan pameran.

Pengalaman tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa visual yang sarat simbol dan makna. Dominasi warna hitam dan putih menjadi ciri utama sejumlah lukisan sebagai representasi nilai-nilai spiritual yang erat kaitannya dengan tradisi Bali, terutama simbol rerajahan.

Menurutnya, penggunaan warna gelap bukan sekadar pilihan estetika, tetapi memiliki keterkaitan dengan karakter simbol-simbol spiritual yang diangkat dalam karya.

“Rerajahan identik dengan warna gelap,” katanya.

Meski demikian, Made Wiradana tetap menyisipkan warna-warna lain pada beberapa lukisan sebagai aksen visual. Kehadiran warna tersebut dimaksudkan untuk menciptakan keseimbangan komposisi sekaligus memperkuat karakter masing-masing karya.

“Karakter rerajahan memang banyak menggunakan warna hitam, tetapi saya tambahkan warna lain pada beberapa karya sebagai aksen,” jelasnya.

Melalui pameran “KACATRI”, Made Wiradana tidak hanya menampilkan kemampuan eksplorasi artistik, tetapi juga menghadirkan refleksi atas perjalanan spiritual dan warisan budaya yang terus hidup dalam proses kreatifnya. Unsur figuratif berpadu dengan simbol-simbol religius, menjadikan setiap lukisan sebagai ruang dialog antara pengalaman pribadi, kepercayaan, dan tradisi Bali.

Pameran ini dibuka secara resmi oleh I Made Bandem, sedangkan teks kuratorial dan catatan pameran disusun oleh Made Susanta Dwitanaya untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai konsep dan gagasan di balik karya-karya yang dipamerkan.

I Made Bandem.

Pameran “KACATRI” berlangsung hingga 30 Agustus 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum. Kehadirannya diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus memperkuat interaksi antara seniman, penikmat seni, dan masyarakat dalam mendorong perkembangan seni rupa kontemporer di Bali.

Selain menjadi ajang presentasi karya terbaru Made Wiradana, pameran ini juga menegaskan bahwa pengalaman spiritual dapat menjadi sumber inspirasi yang kuat dalam melahirkan karya seni yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan pesan budaya, tradisi, dan perenungan yang mendalam.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Somya Putra Soroti Penyewaan Aset Pemerintah Provinsi Bali: “Berpotensi Jadi Skema Tanah Terlantar Terselubung”

    Somya Putra Soroti Penyewaan Aset Pemerintah Provinsi Bali: “Berpotensi Jadi Skema Tanah Terlantar Terselubung”

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 7Komentar

    DENPASAR, BALI — Praktik penyewaan tanah aset milik Pemerintah Provinsi Bali dengan harga relatif murah dan jangka waktu panjang mendapat sorotan tajam dari pengamat hukum dan sosial, I Made Somya Putra, SH, MH. Ia menilai pola tersebut berpotensi melahirkan persoalan hukum serius apabila tanah yang disewakan tidak benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukan. Menurut Somya Putra, secara […]

  • iPhone Air, Ponsel Super Tipis dengan Performa Tinggi Namun Minim Fitur Kamera

    iPhone Air, Ponsel Super Tipis dengan Performa Tinggi Namun Minim Fitur Kamera

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Apple kembali menarik perhatian dengan merilis iPhone Air, model terbaru yang mengedepankan desain super tipis dan ringan. Hadir dengan ketebalan hanya 5,6 mm dan bobot 165 gram, perangkat ini dikemas dalam bingkai titanium serta lapisan Ceramic Shield, mempertegas karakter sebagai iPhone paling ramping yang pernah dibuat. Tersedia dalam empat pilihan warna—Space Black, Cloud […]

  • Microrobot Medis Tingkatkan Harapan Pengobatan Presisi

    Microrobot Medis Tingkatkan Harapan Pengobatan Presisi

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Peneliti di ETH Zurich, Swiss, mengumumkan terobosan teknologi medis berupa microrobot berukuran kurang dari 2 milimeter yang dapat disuntikkan ke aliran darah maupun cairan serebrospinal untuk menghantarkan obat langsung ke titik penyakit. Teknologi ini diyakini dapat membuka babak baru pengobatan presisi yang lebih aman dan efektif. Microrobot berbentuk kapsul bulat ini memiliki cangkang […]

  • BTID Dukung Tradisi Buka Puasa Bersama di Kampung Bugis Serangan, Sekaligus Gerakkan UMKM Warga

    BTID Dukung Tradisi Buka Puasa Bersama di Kampung Bugis Serangan, Sekaligus Gerakkan UMKM Warga

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Denpasar – Semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan kembali terasa di Kampung Bugis, Desa Serangan. PT Bali Turtle Island Development (BTID) mendukung kegiatan buka puasa bersama yang digelar warga di Masjid As-Syuhada, salah satu ikon sejarah perkembangan Islam di Pulau Serangan. Kampung Bugis sendiri merupakan permukiman muslim bersejarah yang didirikan oleh nelayan Bugis-Makassar sejak abad […]

  • Aksi Sosial MSP Creative Salurkan Bantuan ke Warga Banjar Munduk Lampah, Temukan Kondisi Rumah Terdampak Longsor

    Aksi Sosial MSP Creative Salurkan Bantuan ke Warga Banjar Munduk Lampah, Temukan Kondisi Rumah Terdampak Longsor

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Karangasem – Semangat berbagi kembali ditunjukkan Tim Creative MSP (Made Somya Putra) melalui penyaluran bantuan sosial kepada warga kurang mampu di Banjar Munduk Lampah. Kegiatan ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang berakar pada nilai gotong royong budaya Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, tim bersama Kepala Dusun (Kadus) Munduk […]

  • Bali Percepat Proyek PSEL, Sampah Diolah Jadi Energi Listrik Mulai 2026

    Bali Percepat Proyek PSEL, Sampah Diolah Jadi Energi Listrik Mulai 2026

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 2Komentar

    DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah pusat mematangkan percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang mengatasi persoalan sampah di Pulau Dewata. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh realisasi proyek tersebut. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Bali sudah berjalan solid. […]

expand_less